Dosen Fort De Kock Bukittinggi Diduga Jadi Korban Pengeroyokan, Masih Dirawat di UGD RS Ibnu Sina

Dosen Fort De Kock Bukittinggi Diduga Jadi Korban Pengeroyokan, Masih Dirawat di UGD RS Ibnu Sina
Dosen Fort De Kock Bukittinggi Diduga Jadi Korban Pengeroyokan, Masih Dirawat di UGD RS Ibnu Sina – Dok. Foto Ist

Salingka Media, Bukittinggi – Dosen Fort De Kock Bukittinggi diduga jadi korban pengeroyokan dalam insiden yang terjadi di Kota Bukittinggi pada Rabu (22/7/2026). Hingga kini, korban masih menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (UGD) RS Ibnu Sina Bukittinggi setelah mengalami keluhan pusing dan muntah-muntah.

Informasi yang diperoleh Salingkamedia menyebutkan korban sempat dilarikan ke rumah sakit pada dini hari. Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, korban terlihat mengenakan baju berwarna kuning saat insiden berlangsung.

Penasihat hukum Universitas Fort De Kock Bukittinggi yang juga berprofesi sebagai advokat, Guntur Abdurrahman, S.H., M.H. membenarkan kondisi korban yang hingga saat ini masih mendapat penanganan medis di UGD RS Ibnu Sina.

Baca Juga :  TERBONGKAR! Chat Mesra Jadi Bukti Kebejatan Ayah Tiri di Limapuluh Kota, Gadis 16 Tahun Jadi Korban Berulang Kali

Menurut Guntur, kondisi kesehatan korban menurun setelah diduga mengalami tindakan kekerasan dalam peristiwa tersebut.

“Korban mengalami pusing dan muntah-muntah setelah kejadian dan hingga saat ini masih dirawat di UGD RS Ibnu Sina. Kami berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas peristiwa ini secara profesional dan memberikan kepastian hukum,” ujar Guntur Abdurrahman, S.H., M.H.

Berdasarkan informasi yang diterima dari narasumber, dugaan tindakan kekerasan tersebut melibatkan sejumlah oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota Bukittinggi. Namun, identitas pihak yang terlibat serta kronologi lengkap kejadian masih menunggu hasil penyelidikan dan keterangan resmi dari aparat penegak hukum.

Peristiwa ini berkaitan dengan insiden yang terjadi saat proses pengamanan lahan di lingkungan Universitas Fort De Kock Bukittinggi. Tim kuasa hukum sebelumnya juga melaporkan dugaan penganiayaan, pengancaman, dan tindakan lain yang diduga terjadi selama insiden tersebut ke Polresta Bukittinggi.

Baca Juga :  Pria Paruh Baya di Agam Ditangkap Polisi atas Dugaan Tindakan Asusila terhadap Anak Kandungnya

Hingga artikel ini diterbitkan, Satpol PP Kota Bukittinggi, Pemerintah Kota Bukittinggi, maupun pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait Dosen Fort De Kock Bukittinggi diduga jadi korban pengeroyokan.

Salingkamedia masih berupaya menghubungi seluruh pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut guna memperoleh konfirmasi dan menyajikan informasi yang berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Kasus Dosen Fort De Kock Bukittinggi diduga jadi korban pengeroyokan kini menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan seorang tenaga pendidik. Publik berharap aparat penegak hukum menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan berdasarkan fakta yang terungkap selama proses penyelidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *