
Salingka Media, Pasaman Barat – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Barkah, Batang Tian, Jorong Pasaman Baru, Nagari Lingkuang Aua Baru, Kabupaten Pasaman Barat, berlangsung khidmat pada Sabtu malam, 5 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 21.00 hingga 22.30 WIB tersebut dihadiri masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, kaum ibu, hingga anak-anak. Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum bagi jamaah untuk kembali mengenang perjalanan hidup Rasulullah SAW sekaligus mengambil pelajaran dari akhlak dan keteladanannya.

Penceramah dalam kegiatan tersebut, Ustadz Arman, S.Pd.I. dari Pondok Pesantren Darussalam Pinagar, Pasaman Barat, menyampaikan sejumlah pesan keagamaan. Salah satu yang ditekankannya adalah pentingnya orang tua membangun akhlak anak di tengah perkembangan teknologi dan kemudahan memperoleh informasi.
Menurutnya, generasi saat ini memiliki akses ilmu yang jauh lebih mudah dibandingkan generasi sebelumnya. Berbagai informasi dapat diperoleh melalui internet hanya dengan menggunakan telepon pintar.
Namun, kemudahan tersebut, kata dia, perlu diimbangi dengan pembinaan karakter dan akhlak.
“Yang harus kita bina anak-anak awak, akhlaknya. Akhlaknya yang harus kita bina baik-baik,” ujar Ustadz Arman dalam ceramahnya.
Ia kemudian mengajak jamaah menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Nabi Muhammad SAW dikenal dengan gelar Al-Amin, yang menggambarkan sosok yang dipercaya dan amanah.
Ustadz Arman menilai sifat amanah tersebut menjadi salah satu keteladanan penting yang perlu diterapkan, termasuk oleh seseorang ketika mendapatkan tanggung jawab sebagai pemimpin.
Ia juga mengingatkan agar setiap amanah yang diberikan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
Dalam ceramahnya, Ustadz Arman menceritakan kisah Umar bin Khattab yang disebutnya sebagai contoh dalam menjaga penggunaan fasilitas negara. Ia mengajak jamaah mengambil pelajaran dari kisah tersebut tentang pentingnya membedakan kepentingan pribadi dengan kepentingan masyarakat.
Ajak Jamaah Memakmurkan Masjid
Selain persoalan amanah, Ustadz Arman juga mengajak masyarakat meningkatkan ibadah dan memakmurkan masjid.
Ia mendorong umat Islam untuk tidak hanya menjadikan masjid sebagai tempat kegiatan keagamaan tertentu, tetapi juga membangun kebiasaan beribadah dan berkumpul dalam suasana persaudaraan.
Menurutnya, semangat Maulid Nabi seharusnya terlihat dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya dengan meningkatkan kecintaan terhadap Rasulullah SAW dan mengamalkan sunnahnya.
Ia juga mengingatkan jamaah agar menjaga hubungan baik dengan keluarga, tetangga, serta sesama umat Islam.
“Ndak boleh saling membenci. Keluarga, badunsanak, batetangga, jangan saling membenci,” katanya.
Pesan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam ceramahnya, terutama agar masyarakat tetap menjaga persaudaraan meskipun memiliki perbedaan pandangan maupun pilihan.
Maulid Bukan Sekadar Seremonial
Ustadz Arman menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, sejarah kehidupan Rasulullah SAW perlu dipelajari agar umat dapat mengambil contoh untuk diterapkan dalam kehidupan.
Ia menyebut berbagai kegiatan seperti pembacaan Barzanji, hadroh, istighotsah, hingga ceramah sebagai sarana untuk mengingat kembali perjalanan Nabi Muhammad SAW.
“Tujuannya adalah maka kita baca-bacalah sejarah Nabi, apa Nabi tadi kita ikuti,” ujarnya.
Ia juga mengajak jamaah memperbanyak shalawat dan membiasakan diri mengikuti tuntunan Rasulullah SAW dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Pj Wali Nagari Ajak Warga Jaga Persaudaraan
Sementara itu, Pj. Wali Nagari Lingkuang Aua Baru, Adlis Muchtiar, S.E., dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran masyarakat, terutama anak-anak yang memenuhi Masjid Al Barkah.

Ia berharap generasi muda yang hadir dalam kegiatan keagamaan tersebut kelak menjadi generasi yang mampu memakmurkan masjid.
Adlis juga mengapresiasi gotong royong masyarakat dalam mempersiapkan kegiatan Maulid Nabi. Ia menyampaikan terima kasih kepada pengurus Masjid Al Barkah serta masyarakat yang telah berkontribusi, termasuk kaum ibu yang menyiapkan berbagai kebutuhan acara.
Dalam sambutannya, Adlis turut mengingatkan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan persaudaraan menjelang proses pemilihan Wali Nagari. Ia mengajak warga menggunakan hak pilih dan tetap menjaga hubungan kekeluargaan meskipun nantinya memiliki pilihan yang berbeda.
Ia juga menyampaikan kepada warga yang belum terdaftar sebagai pemilih agar segera memastikan status administrasinya sesuai ketentuan yang berlaku.
Anak-Anak Ramaikan Masjid Al Barkah
Kehadiran anak-anak dalam jumlah cukup banyak menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut.
Adlis berharap kehadiran mereka dalam peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi bagian dari acara malam itu, tetapi menjadi awal terbentuknya kebiasaan untuk datang ke masjid dan mengikuti kegiatan keagamaan.
Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Barkah kemudian ditutup dengan doa bersama. Setelah rangkaian acara selesai, jamaah dan masyarakat yang hadir melanjutkan kegiatan dengan makan bersama dalam suasana penuh kebersamaan.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi warga untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengambil pelajaran dari keteladanan Rasulullah SAW yang disampaikan dalam ceramah Ustadz Arman.
Peringatan Maulid Nabi di Masjid Al Barkah akhirnya ditutup dengan harapan agar pesan yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diingatkan bahwa mencintai Rasulullah SAW bukan hanya dengan memperingati kelahirannya, tetapi juga dengan berusaha meneladani akhlak, menjaga amanah, memperkuat persaudaraan, memperbanyak shalawat, serta memakmurkan masjid.






