Maulid Nabi di Masjid Al-Mu’minin Pasaman Barat, Ustadz Asmar Habibi Tegaskan Bukan Sekadar Seremoni

Maulid Nabi di Masjid Al-Mu’minin Pasaman Barat, Ustadz Asmar Habibi Tegaskan Bukan Sekadar Seremoni
Momen foto bersama setelah acara Maulid Nabi di Masjid Al-Mu’minin di kawasan Simpang Lampu Merah Pasaman Baru, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, tahun 2026

Salingka Media, Pasaman Barat – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Mu’minin Pasaman Baru, Nagari Lingkuang Aua Baru, Kabupaten Pasaman Barat, berlangsung khidmat pada Jumat malam, 4 September 2026.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.30 WIB hingga 22.15 WIB tersebut diikuti jamaah dan sejumlah tokoh masyarakat. Hadir pula unsur pemerintahan nagari, pengurus masjid, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, Bundo Kanduang, kepala jorong, tokoh masyarakat serta para calon Wali Nagari.

Peringatan Maulid Nabi tersebut menghadirkan Ustadz Asmar Habibi, S.Pd., M.Pd., founder Yumasa Humanity, sebagai penceramah.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Asmar mengajak jamaah menjadikan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah, memperbanyak shalawat, menuntut ilmu, memperbaiki amal serta meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Ustadz Asmar Ingatkan Maulid Bukan Sekadar Acara Seremonial

Ustadz Asmar mengawali ceramah dengan mengajak jamaah memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT dalam berbagai keadaan.

Menurutnya, rasa syukur tidak hanya diperlukan ketika seseorang memperoleh rezeki atau keberhasilan, tetapi juga ketika menghadapi persoalan, kesulitan ekonomi maupun berbagai ujian kehidupan.

Ustadz Asmar Habibi, S.Pd., M.Pd., founder Yumasa Humanity saat ceramah di acara Maulid Nabi di Masjid Al-Mu’minin Pasaman Barat Tahun 2026

Ia kemudian mengajak jamaah memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Salah satu bagian yang menjadi perhatian dalam ceramahnya adalah pesan tentang pentingnya bershalawat ketika nama Rasulullah SAW disebut.

Ia menyampaikan kisah tentang Malaikat Jibril yang mendoakan celaka bagi orang yang mendengar nama Nabi Muhammad disebut tetapi tidak bershalawat.

Pesan tersebut disampaikan sebagai pengingat agar umat Islam tidak hanya mengenal nama Rasulullah, tetapi juga membangun kebiasaan mencintai dan mengingat beliau melalui shalawat.

Ustadz Asmar juga mengingatkan jamaah agar tidak memperbesar perbedaan dalam persoalan teknis pengucapan shalawat, termasuk penggunaan kata “sayyidina”.

Menurutnya, yang lebih penting adalah umat tetap bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Membahas Perbedaan Pandangan tentang Maulid

Dalam ceramahnya, Ustadz Asmar juga menyinggung adanya perbedaan pandangan di tengah masyarakat mengenai pelaksanaan Maulid Nabi.

Ia menyebut bahwa terdapat pandangan yang mempertanyakan kegiatan Maulid, Isra Mi’raj, tahlilan maupun kegiatan keagamaan bersama dengan alasan kegiatan tersebut tidak dilakukan dalam bentuk yang sama pada masa Rasulullah SAW.

Namun, ia mengajak jamaah melihat isi dan tujuan sebuah kegiatan.

Menurutnya, jika peringatan Maulid diisi dengan pembacaan Al-Qur’an, penyampaian ilmu agama, shalawat serta kegiatan sosial seperti membantu pembangunan masjid, maka terdapat nilai-nilai kebaikan yang dapat diambil dari kegiatan tersebut.

Ia juga mengaitkan Maulid dengan kebiasaan Rasulullah SAW yang berpuasa pada hari Senin. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW menyebut Senin sebagai hari kelahirannya.

Karena itu, Ustadz Asmar menekankan bahwa peringatan Maulid seharusnya tidak berhenti pada kegiatan berkumpul dan mendengarkan ceramah, tetapi harus melahirkan perubahan dalam kehidupan jamaah.

Menuntut Ilmu dan Mengingat Kematian

Ustadz Asmar kemudian mengajak jamaah melihat kegiatan keagamaan sebagai kesempatan untuk menambah ilmu.

Baca Juga :  Kasat Reskrim dan Dua Kapolsek Dimutasi, Kapolres Pasaman Barat Pimpin Upacara Sertijab Dengan Khidmat

Ia menyampaikan hadis mengenai orang yang keluar dari rumah untuk mencari ilmu dan berada di jalan Allah sampai kembali.

Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan kehidupan manusia yang pada akhirnya akan menghadapi kematian.

Ia mengingatkan bahwa kematian tidak mengenal jabatan, kekayaan maupun kedudukan sosial. Karena itu, manusia perlu mempersiapkan bekal amal selama masih diberikan kesempatan hidup.

Menurutnya, menghadiri majelis ilmu tidak semestinya dianggap sebagai kegiatan yang sia-sia. Justru dari majelis tersebut seseorang dapat memperoleh pengingat, pengetahuan dan dorongan untuk memperbaiki diri.

Pembangunan Masjid Al-Mu’minin Terus Berjalan

Sebelum ceramah dimulai, Ketua Pengurus Masjid Al-Mu’minin Pasaman Baru, Exsandra, S.Pt., menyampaikan perkembangan pembangunan masjid kepada jamaah.

Ketua Pengurus Masjid Al-Mu’minin Pasaman Baru, Exsandra, S.Pt., dalam acara Maulid Nabi di Masjid Al-Mu’minin Pasaman Barat, tahun 2026
Ketua Pengurus Masjid Al-Mu’minin Pasaman Baru, Exsandra, S.Pt., dalam acara Maulid Nabi di Masjid Al-Mu’minin Pasaman Barat, tahun 2026

Ia menjelaskan pembangunan masjid masih terus dilakukan secara bertahap. Sejumlah pekerjaan yang menjadi fokus saat ini meliputi pembangunan tempat wudhu perempuan di lantai satu, ruang TPQ/TPA, fasilitas penyimpanan kain kafan serta menara masjid.

Progres fisik pembangunan disebut telah mencapai sekitar 60 persen.

Pengurus menargetkan pembangunan tempat wudu perempuan dan menara masjid dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan ke depan. Sementara penyelesaian seluruh bagian fisik masjid, termasuk teras dan tempat wudu jamaah laki-laki, ditargetkan rampung pada 2027.

Dalam proses pembangunan tersebut, pengurus masih membutuhkan dukungan berbagai pihak. Kebutuhan material dan upah tukang menjadi bagian yang terus diupayakan melalui dukungan jamaah dan masyarakat.

Pengurus juga menyampaikan sejumlah bentuk bantuan yang telah diberikan masyarakat dan pihak lain, termasuk bantuan material berupa semen, infak dari masyarakat dan pelaku usaha, serta dukungan dari Pemerintah Daerah.

Upaya penggalangan dana untuk membantu kebutuhan pembangunan juga dilakukan secara langsung di tengah masyarakat. Pengurus memberikan apresiasi kepada Rendi yang selama ini turut mengoordinasikan pengumpulan dana untuk membantu kebutuhan pembangunan masjid.

Exsandra mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya jamaah dan kaum ibu di Lingkuang Aua, untuk terus mendukung penyelesaian pembangunan masjid.

Dukungan tersebut tidak hanya berupa materi, tetapi juga dapat diberikan melalui tenaga, pemikiran, doa maupun bentuk bantuan lain yang bermanfaat.

Maulid Tahun Ini Digelar di Masjid Baru

Sementara itu, Adlis Muchtiar, S.E., Pj. Wali Nagari Lingkuang Aua Baru, dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya Maulid Nabi tahun ini.

Adlis Muchtiar, S.E., Pj. Wali Nagari Lingkuang Aua Baru, dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya Maulid Nabi tahun 2026

Adlis mengingat kembali bahwa pada pelaksanaan Maulid Nabi tahun sebelumnya, kegiatan masih dilaksanakan di bangunan masjid lama.

Kini, berkat kerja keras pengurus dan gotong royong jamaah, masyarakat sudah dapat melaksanakan kegiatan keagamaan di bangunan masjid yang baru.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan masjid, sekaligus berharap semangat kebersamaan tersebut terus dipertahankan hingga seluruh fasilitas masjid selesai.

Menurut Adlis, pembangunan rumah ibadah bukan hanya menyangkut bangunan secara fisik, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan rasa memiliki dari masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Hamsuardi Salurkan Cadangan Beras Pemerintah Untuk Bantuan Pangan Pasbar 2023

Jelang Pilwana Oktober 2026, Warga Diingatkan Tetap Bersatu

Dalam kesempatan yang sama, Adlis juga menyampaikan pesan kepada masyarakat menjelang Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak di Kabupaten Pasaman Barat, yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026, termasuk untuk wilayah Nagari Lingkuang Aua.

Ia mengingatkan masyarakat Nagari Lingkuang Aua Baru agar menjalani setiap tahapan Pilwana dengan tertib, menjaga keamanan dan tetap saling menghormati meskipun memiliki pilihan yang berbeda.

Perbedaan pilihan, menurutnya, merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi.

Ia berharap pelaksanaan Pilwana tidak membuat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan di tengah masyarakat menjadi renggang. Masyarakat diharapkan tetap menjaga persatuan dan tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk saling bermusuhan.

Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah sebagai Wali Nagari diharapkan dapat diterima sebagai putra terbaik nagari dan bersama-sama membangun Nagari Lingkuang Aua Baru.

Orang Tua Diminta Perkuat Pendidikan Agama Anak

Dalam bagian lain tausiyah, Ustadz Asmar memberikan perhatian khusus terhadap persoalan pendidikan anak di tengah perkembangan teknologi.

Menurutnya, tantangan orang tua dalam mendidik anak semakin besar karena anak-anak saat ini tumbuh di tengah perkembangan gadget, media sosial dan berbagai informasi yang dapat diakses dengan mudah.

Karena itu, orang tua tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan materi anak. Pendidikan agama, pengawasan, keteladanan dan komunikasi dalam keluarga juga perlu diperkuat.

Anak harus dibekali nilai agama agar mampu membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik ketika berhadapan dengan berbagai informasi di dunia digital.

Ia juga mengingatkan jamaah tentang pentingnya menjaga aurat, memperbanyak sedekah, memakmurkan masjid serta melakukan amal yang manfaatnya dapat terus dirasakan setelah seseorang meninggal dunia.

Sedekah, lanjutnya, tidak selalu harus berupa uang. Membantu dengan tenaga, memberikan pertolongan, berbuat baik kepada sesama hingga memberikan senyuman juga merupakan bentuk kebaikan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi di Masjid Al-Mu’minin Pasaman Baru akhirnya tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi jamaah untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah, meningkatkan kepedulian terhadap masjid, mempererat persaudaraan masyarakat serta mengingat kembali tanggung jawab orang tua dalam mempersiapkan generasi yang memiliki bekal agama di tengah perubahan zaman.

Dokumentasi Foto Acara :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *