Bencana Indonesia Hari Ini, Kebakaran TPA Surakarta dan Karhutla Masih Ditangani

Bencana Indonesia Hari Ini, Kebakaran TPA Surakarta dan Karhutla Masih Ditangani
Foto : Kebakaran di Pulau Dayan, Distrik Batanta Utara, Kabupaten Raja Ampat, Rabu (2/9). (BPBD Kabupaten Raja Ampat)

Salingka Media – Bencana Indonesia hari ini kembali terjadi di sejumlah daerah. BNPB mencatat kebakaran lahan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kebakaran tumpukan sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA), hingga kekeringan yang mengganggu kebutuhan air bersih masyarakat pada periode Kamis (3/9) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (4/9) pukul 07.00 WIB.

Salah satu kejadian yang masih mendapat penanganan terjadi di TPA Putri Cempo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Kebakaran yang mulai muncul pada Rabu (2/9) sekitar pukul 18.00 WIB itu masih memperlihatkan titik api hingga Kamis (3/9) sore.

Kebakaran TPA Putri Cempo Berdampak pada 75 Warga

Petugas masih menemukan titik api di Blok B, C, dan D TPA Putri Cempo hingga Kamis (3/9) sekitar pukul 18.30 WIB. Kebakaran tersebut mencakup area sekitar 3 hektare. Angin yang cukup kencang juga membuat asap tebal menyebar di sekitar lokasi.

Kondisi tersebut membuat 75 warga sementara mengungsi ke Kantor Kelurahan Mojosongo. BNPB menyebut jumlah tersebut masih dapat berubah karena petugas terus melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak.

Petugas juga masih menyelidiki penyebab kebakaran. BPBD Kota Surakarta melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan berbagai unsur untuk memperkuat penanganan di lokasi.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta mengerahkan empat unit mobil pemadam dan tiga mobil tangki air. BPBD Kabupaten Karanganyar menambah dua mobil tangki, sedangkan BPBD Kabupaten Boyolali mengirim satu mobil tangki.

Petugas melakukan pemadaman, penyemprotan, pendinginan, dan pemantauan untuk mencegah api kembali muncul. Petugas juga menyiapkan dapur umum di kantor pemadam kebakaran serta sejumlah kebutuhan bagi warga terdampak.

  • 75 warga sementara mengungsi.
  • Area terdampak mencapai sekitar 3 hektare.
  • Empat mobil pemadam dan tiga mobil tangki berasal dari Damkar Surakarta.
  • BPBD Karanganyar mengerahkan dua mobil tangki.
  • BPBD Boyolali mengerahkan satu mobil tangki.
  • Petugas menyiapkan masker, alat pelindung diri, air minum, tenda, kasur, dan selimut.
Baca Juga :  Pelaku Pembakar Lahan di Indragiri Hulu Ditangkap, Jadi Peringatan Tegas bagi Pelaku Perusak Lingkungan

Karhutla Raja Ampat Capai 7,25 Hektare

Karhutla juga terjadi di Pulau Dayan, Distrik Batanta Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Kebakaran mulai terjadi pada Rabu (2/9) sekitar pukul 03.30 WIT dan menghanguskan lahan yang diperkirakan mencapai 7,25 hektare.

Petugas menduga aktivitas warga yang membakar lahan untuk membuka kebun memicu kebakaran. Kondisi cuaca yang kering dan angin kencang kemudian membantu api meluas hingga kawasan gunung.

Kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Namun, kondisi Raja Ampat sebagai wilayah kepulauan menyulitkan mobilisasi personel dan peralatan menuju lokasi.

BPBD Kabupaten Raja Ampat bersama unsur Brimob, Batalyon, Polres, dan Basarnas bergerak dari Waisai menuju Pulau Dayan. Tim membawa kebutuhan seperti kendaraan angkut, alkon, selang air, serta peralatan pendukung lainnya. Hingga Kamis (3/9), petugas masih menangani kebakaran tersebut.

Kebakaran Lahan Cianjur dan Kutai Kartanegara Berhasil Dipadamkan

Petugas berhasil menangani kebakaran lahan di Kampung Kebon Manggu, Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (2/9) sekitar pukul 14.20 WIB itu membakar lahan seluas sekitar 10 hektare.

BPBD Kabupaten Cianjur bersama Dinas Pemadam Kebakaran menangani api hingga berhasil memadamkannya pada Kamis (3/9). Petugas juga memastikan api tidak meluas ke wilayah sekitar. Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Sementara itu, karhutla di wilayah Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, juga berhasil dipadamkan. Api membakar sekitar 5 hektare lahan sejak Rabu (2/9) sekitar pukul 18.30 WITA.

BPBD bersama Relawan Satria, Relawan Loa Gagak, Relawan Loa Buah, dan Taruna Siaga Bencana menangani kebakaran tersebut. Tim berhasil memadamkan api pada Kamis (3/9) sekitar pukul 23.20 WITA. Petugas masih menyelidiki penyebab kebakaran dan tidak menemukan korban jiwa.

Baca Juga :  Kabut Asap Sumbar Makin Mengkhawatirkan, AQI Padang Tembus 215 dan ISPA Bertambah 600 Kasus

Kekeringan Ganggu Kebutuhan Air Bersih di Bandar Lampung

Selain kebakaran, bencana Indonesia hari ini juga mencakup dampak kekeringan di Kota Bandar Lampung, Lampung. Sumur warga mulai mengering pada Kamis (3/9/2026) dan kondisi tersebut memengaruhi 175 kepala keluarga atau 595 jiwa.

Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, mencatat dampak terbesar dengan 155 kepala keluarga atau 535 jiwa. Sementara itu, kondisi serupa juga memengaruhi 20 kepala keluarga atau 60 jiwa di wilayah Teluk Betung Timur.

BPBD Kota Bandar Lampung melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Petugas juga menyalurkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan 175 kepala keluarga atau 595 jiwa yang terdampak.

Rangkaian bencana Indonesia hari ini menunjukkan bahwa cuaca kering dapat meningkatkan risiko kebakaran lahan sekaligus mengurangi ketersediaan air bersih. Kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas warga dan meningkatkan kebutuhan penanganan darurat di sejumlah daerah.

BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan, terutama ketika kondisi cuaca kering dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api. Masyarakat juga perlu segera melaporkan titik api atau kejadian kebakaran kepada petugas setempat agar petugas dapat mengambil langkah penanganan sejak dini.

Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko kebakaran meluas, melindungi permukiman, serta membantu petugas menangani bencana dengan lebih cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *