Bantuan Rendang untuk Korban Gempa NTT Capai 1,6 Ton, Sumbar Targetkan Tiba Sebelum 24 Agustus

Bantuan Rendang untuk Korban Gempa NTT Capai 1,6 Ton, Sumbar Targetkan Tiba Sebelum 24 Agustus

Salingka Media – Bantuan rendang untuk korban gempa NTT dari Sumatera Barat terus bertambah. Hingga Kamis, 20 Agustus 2026, Pemprov Sumbar mencatat sekitar 1,6 ton rendang sudah terkumpul dan menargetkan bantuan tersebut tiba di Nusa Tenggara Timur sebelum 24 Agustus 2026.

Pemprov Sumbar kini menata kembali bantuan dari berbagai pihak agar proses pengiriman menggunakan pesawat dan penyaluran kepada masyarakat terdampak berjalan lebih mudah. Pemerintah juga masih membuka peluang penambahan jumlah bantuan karena proses pengumpulan terus berlangsung.

Sekretaris BPBD Sumbar Ilham Wahab mengatakan jumlah rendang yang terkumpul sudah melewati target awal 1,5 ton. Hingga 20 Agustus, total bantuan bahkan mencapai sekitar 1,6 ton.

Berbagai OPD, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan pihak lainnya ikut menyumbangkan rendang. BPBD Sumbar kemudian mengemas ulang seluruh bantuan agar ukurannya lebih seragam.

Ilham menjelaskan langkah tersebut membantu petugas mengatur pengiriman sekaligus mempermudah proses pendataan dan distribusi ketika bantuan tiba di lokasi bencana.

  • Total rendang terkumpul sekitar 1,6 ton.
  • Target awal Pemprov Sumbar mencapai 1,5 ton.
  • Pengumpulan bantuan masih terus berlangsung.
  • Petugas mengemas rendang dalam kardus dengan ukuran dan berat yang seragam.
  • Pemerintah menargetkan bantuan tiba di NTT sebelum 24 Agustus 2026.

BPBD Sumbar menerima rendang dalam berbagai ukuran dan bentuk kemasan. Karena itu, petugas kembali mengemas bantuan ke dalam kardus dengan ukuran serta berat yang sama.

Menurut Ilham, penyeragaman tersebut penting karena pemerintah berencana mengirim bantuan menggunakan pesawat. Kemasan yang seragam juga membantu petugas menghitung jumlah bantuan dan membagikannya kepada warga terdampak secara lebih teratur.

Baca Juga :  Gubernur Sumbar Tanda Tangani Perjanjian Kerjasama Antara Dinas Kehutanan Fakultas Kehutanan Dan Lingkungan IPB Di Bogor

“Supaya ukuran kardus dan berat per kardus sama, sehingga mudah dikirim dengan pesawat dan juga mudah disalurkan,” kata Ilham.

Gerakan bantuan dari Sumbar juga mendapat dukungan Gebu Minang melalui program Gebu Minang Peduli Gempa NTT. Gerakan tersebut mengumpulkan rendang dari organisasi masyarakat dan pelaku usaha rendang di Sumatera Barat.

Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar mengatakan kelompok ibu dan Bundo Kanduang dari sejumlah organisasi mulai memasak rendang sejak 17 Agustus 2026. Mereka bergantian memasak setiap hari di halaman kantor LKAAM Sumatera Barat.

Gerakan tersebut menargetkan pengumpulan hingga 5 ton rendang. Pengiriman berlangsung secara bertahap agar masyarakat terdampak gempa mendapatkan pasokan makanan secara berkelanjutan selama masa penanganan bencana.

Rendang tahan lama dan rendang siap santap menjadi pilihan karena warga yang kehilangan rumah maupun fasilitas memasak membutuhkan makanan yang praktis dan mudah dikonsumsi.

Pemprov Sumbar merencanakan pengiriman bantuan rendang menuju Labuan Bajo terlebih dahulu. Setelah itu, petugas akan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa di wilayah NTT.

Pemerintah menargetkan bantuan tiba sebelum 24 Agustus 2026. Selanjutnya, Gubernur Sumbar berencana menyerahkan bantuan secara langsung kepada masyarakat terdampak pada 25 atau 26 Agustus 2026.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) juga menyatakan dukungan terhadap pengiriman makanan bagi korban gempa NTT. Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengatakan pihaknya akan membantu memastikan produk pangan memenuhi persyaratan sebelum masyarakat menerima bantuan.

Baca Juga :  TNI Kebut Empat Jembatan Bailey di Sumbar

BPOM akan memeriksa kesesuaian produk, masa kedaluwarsa, serta persyaratan keamanan pangan. Langkah tersebut bertujuan menjaga kualitas makanan yang masyarakat kirim kepada warga terdampak bencana.

Bantuan rendang untuk korban gempa NTT memberikan pilihan pangan yang praktis bagi warga dalam kondisi darurat. Rendang dapat bertahan relatif lama dan masyarakat dapat langsung menyantapnya tanpa membutuhkan proses memasak yang panjang.

Selain memenuhi kebutuhan pangan, pengiriman bertahap membantu menjaga ketersediaan makanan selama proses penanganan bencana. Kolaborasi Pemprov Sumbar, Gebu Minang, LKAAM, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan BPOM juga memperkuat koordinasi bantuan dari Sumatera Barat menuju NTT.

Dengan jumlah yang sudah mencapai 1,6 ton dan pengumpulan yang masih berjalan, bantuan rendang untuk korban gempa NTT dari Sumatera Barat masih berpotensi bertambah sebelum proses pengiriman berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *