
Salingka Media – Anggota DPD RI Cerint Iralloza Tasya menyampaikan pentingnya pengawasan dana desa yang tidak membuat pemerintah desa takut mengambil keputusan saat mengelola anggaran. Pesan tersebut ia sampaikan ketika memberikan materi evaluasi dan pengawasan dana desa dalam kegiatan di BPKP Kabupaten 50 Kota, Rabu (19/8/2026).
Cerint menilai pengawasan anggaran desa harus mampu memastikan setiap rupiah yang pemerintah desa kelola benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, pengawasan juga perlu membantu desa membangun tata kelola yang tertib, terbuka, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan warga.
Pengawasan Dana Desa Harus Mencegah Kesalahan
Dalam pemaparannya, Cerint menekankan besarnya tanggung jawab pemerintah desa dalam mengelola dana desa. Anggaran tersebut berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat sehingga pemerintah desa perlu mempertanggungjawabkan penggunaannya secara terbuka.
Cerint menilai transparansi tidak hanya berkaitan dengan kewajiban administratif. Pemerintah desa juga perlu membuka informasi agar masyarakat dapat memahami penggunaan anggaran dan melihat manfaat pembangunan secara nyata.
Menurut Cerint, masyarakat berhak mengetahui sejumlah hal penting dalam pengelolaan dana desa, antara lain:
- Besaran anggaran yang masuk ke desa.
- Penggunaan anggaran untuk setiap program.
- Program yang pemerintah desa jalankan.
- Masyarakat yang menerima manfaat program.
- Perubahan yang muncul setelah pemerintah menggunakan anggaran.
Karena itu, Cerint mendorong penguatan paradigma pengawasan dana desa. Ia meminta pengawasan tidak hanya mencari kesalahan setelah persoalan muncul, tetapi juga mencegah kesalahan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban anggaran.
Pemeriksaan Tidak Cukup Melihat Dokumen
Cerint juga mengingatkan pihak yang melakukan pemeriksaan agar tidak hanya berfokus pada kelengkapan dokumen. Dokumen tetap memiliki fungsi penting sebagai bukti administrasi, tetapi pemerintah dan pengawas juga perlu memastikan program yang tercantum dalam dokumen benar-benar berjalan di lapangan.
Menurutnya, pemerintah desa perlu menunjukkan manfaat program secara langsung kepada masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan dana desa tidak berhenti pada penyelesaian laporan administrasi, tetapi juga menghasilkan pembangunan yang sesuai kebutuhan warga.
Cerint mencontohkan bahwa keberhasilan sebuah program desa tidak cukup hanya melihat tingkat serapan anggaran. Pemerintah juga perlu melihat dampak program terhadap kehidupan masyarakat.
Beberapa ukuran manfaat yang perlu mendapat perhatian antara lain:
- Program menjawab kebutuhan masyarakat.
- Pembangunan meningkatkan pelayanan kepada warga.
- Program membuka kesempatan ekonomi.
- Kegiatan membantu memperbaiki lingkungan.
- Anggaran menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat.
Pengawasan Dana Desa Harus Menjadi Bagian dari Solusi
Cerint menilai desa memiliki posisi penting dalam pembangunan karena pemerintah desa berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Ketika pemerintah desa mengelola anggaran dengan baik, masyarakat dapat melihat hubungan antara penggunaan anggaran dan manfaat yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan di BPKP Kabupaten 50 Kota, Cerint juga mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan dan pengawasan dana desa membangun pola kerja yang mengutamakan pendampingan serta pencegahan.
Ia berharap pola tersebut dapat membuat pengawasan dana desa tidak sekadar mencari pihak yang melakukan kesalahan. Pengawasan juga perlu membantu pemerintah desa memahami risiko, memperbaiki tata kelola, dan mencegah persoalan sejak awal.
Konteks dan Dampak bagi Masyarakat
Penguatan pengawasan dana desa memiliki dampak langsung terhadap masyarakat karena anggaran desa berkaitan dengan berbagai kebutuhan pembangunan dan pelayanan. Pengawasan yang transparan dan berorientasi pada hasil dapat membantu masyarakat mengetahui bagaimana pemerintah desa menggunakan anggaran.
Pendekatan yang menggabungkan pemeriksaan, pendampingan, dan pencegahan juga dapat membantu pemerintah desa menjalankan program secara lebih tertib. Masyarakat pada akhirnya dapat menilai manfaat anggaran berdasarkan hasil pembangunan dan perubahan yang mereka rasakan.
Cerint berharap pengelolaan dana desa ke depan semakin akuntabel, transparan, dan berorientasi pada hasil. Ia menegaskan bahwa anggaran pemerintah bukan sekadar angka dalam laporan, tetapi uang masyarakat yang harus pemerintah pertanggungjawabkan melalui pembangunan yang nyata, tepat guna, dan dapat masyarakat rasakan.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari materi Cerint di BPKP Kabupaten 50 Kota dalam mendorong pengelolaan anggaran desa yang tetap tertib dan transparan tanpa membuat pemerintah desa takut menjalankan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.






