
Salingka Media – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah meminta pengawasan narkoba Sumbar diperkuat dari berbagai lini, mulai dari pintu masuk daerah, sekolah, hingga tingkat nagari. Ia menilai pemberantasan narkotika membutuhkan kerja bersama agar peredaran barang terlarang tersebut tidak terus meluas.
Mahyeldi menyampaikan hal itu saat menghadiri konferensi pers dan pemusnahan barang bukti narkotika di halaman Mapolda Sumbar, Selasa (18/8/2026). Ia menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkotika tidak cukup hanya mengandalkan penangkapan pelaku dan pemusnahan barang bukti.
Mahyeldi Dorong Peran Nagari dan Masyarakat
Mahyeldi meminta pemerintah nagari dan masyarakat ikut memperkuat pencegahan sejak tingkat lingkungan. Menurutnya, ninik mamak, Kerapatan Adat Nagari (KAN), pemuda, serta berbagai unsur masyarakat dapat mengambil peran langsung untuk mencegah masuknya narkotika ke tengah masyarakat.
Ia juga mendorong nagari dan KAN mengambil posisi terdepan dalam gerakan pencegahan. Mahyeldi berharap keterlibatan masyarakat dapat membantu aparat mempersempit ruang peredaran narkoba.
“Kita harapkan nagari-nagari, Kerapatan Adat Nagari dan pemuda bisa menjadi yang terdepan dalam melakukan pencegahan. Agar peredaran narkoba dapat kita minimalisir,” ujar Mahyeldi.
Sekolah Jadi Fokus Pencegahan Narkoba
Selain lingkungan masyarakat, Mahyeldi meminta pemerintah memperkuat edukasi antinarkoba di sekolah. Pemerintah Provinsi Sumbar akan memaksimalkan peran Dinas Pendidikan bersama satuan pendidikan untuk memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.
Mahyeldi menilai kolaborasi antara pemerintah, sekolah, aparat penegak hukum, masyarakat, dan generasi muda menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan narkoba Sumbar.
“Nanti insyaAllah melalui Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah, ini akan kita maksimalkan lagi ke depan. Semua akan maksimal, jika kolaborasi dan sinergitas lintas sektor terjaga,” ucapnya.
Pengawasan Pintu Masuk Sumbar Diperketat
Mahyeldi juga meminta seluruh pihak memperkuat pengawasan di berbagai jalur masuk Sumbar. Ia menyebut bandara, jalur perbatasan, dan jalur transportasi lainnya perlu mendapat perhatian dalam upaya memutus distribusi narkotika.
Ia meminta pemerintah kabupaten dan kota ikut mengambil peran aktif bersama kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta unsur terkait lainnya.
Mahyeldi berharap kesiapsiagaan seluruh pihak dapat menekan peredaran narkoba di Sumbar.
“Dengan kesiapsiagaan kepolisian, BNN dan seluruh pihak, mudah-mudahan akan semakin berkurang peredaran narkoba di Sumbar,” harapnya.
Polisi Ungkap 43 Kasus Narkotika
Data pengungkapan Ditresnarkoba Polda Sumbar menunjukkan besarnya ancaman narkotika di wilayah tersebut. Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menyampaikan bahwa polisi mengungkap puluhan kasus dalam periode 1 Juli hingga 10 Agustus 2026.
Dalam periode tersebut, polisi mengungkap 43 kasus dan menetapkan 51 tersangka. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti narkotika dalam jumlah besar.
- Sabu: 1.813,48 gram
- Ganja: 152.288,53 gram
- Ekstasi: ratusan butir
Sementara itu, barang bukti yang mendapat penetapan untuk pemusnahan mencapai sekitar 1,46 kilogram sabu, 124,72 kilogram ganja, 201 butir ekstasi, serta 36,23 gram barang bukti lainnya.
Petugas mengungkap sebagian besar perkara tersebut setelah menerima informasi dari masyarakat dan mengembangkan perkara yang sebelumnya sudah mereka tangani.
Konteks dan Dampak bagi Masyarakat
Penguatan pengawasan narkoba Sumbar dari pintu masuk hingga nagari dapat memperluas upaya pencegahan. Pemerintah daerah, aparat, sekolah, tokoh adat, pemuda, dan masyarakat memiliki ruang untuk mengambil peran sesuai lingkungan masing-masing.
Pengawasan di jalur masuk dapat membantu menghambat distribusi narkotika ke wilayah Sumbar. Sementara itu, edukasi di sekolah dan keterlibatan masyarakat di tingkat nagari dapat memperkuat pencegahan sebelum penyalahgunaan narkotika berkembang di lingkungan masyarakat.
Langkah tersebut juga menempatkan informasi masyarakat sebagai salah satu unsur penting dalam pengungkapan kasus. Data Polda Sumbar menunjukkan bahwa informasi masyarakat turut membantu polisi mengungkap perkara narkotika dalam periode tersebut.






