22 Ormas dan Tokoh Masyarakat Pati Gelar Doa Bersama, Tegaskan Komitmen Jaga Kondusivitas

22 Ormas dan Tokoh Masyarakat Pati Gelar Doa Bersama, Tegaskan Komitmen Jaga Kondusivitas
22 Ormas dan Tokoh Masyarakat Pati Gelar Doa Bersama, Tegaskan Komitmen Jaga Kondusivitas – Dok. istimewa

Salingka Media – Sebanyak 22 organisasi kemasyarakatan (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) bersama tokoh agama serta tokoh masyarakat menggelar doa bersama Pati di Alun-Alun Simpang Lima Pati, Jawa Tengah, Jumat malam, 21 Agustus 2026. Mereka menyatakan komitmen menjaga keamanan, persatuan, dan kondusivitas Kabupaten Pati.

Kegiatan yang tergabung dalam Aliansi Tomas itu mengusung tema doa dan pernyataan sikap bersama untuk Pati yang damai, aman, kondusif, dan bermartabat. Peserta mengisi kegiatan dengan doa bersama, penyalaan lilin, pembacaan ikrar keselamatan daerah, penandatanganan pernyataan sikap, serta tradisi selamatan.

22 Ormas dan LSM Satukan Komitmen

Sejumlah organisasi ikut bergabung dalam kegiatan tersebut. Beberapa di antaranya Lindu Aji, LSM Harimau, GRIB Jaya, Bolo Dewo Pati, dan Aliansi Pati Bangkit (APB).

Ketua DPC Lindu Aji Pati sekaligus penanggung jawab kegiatan, Ahmad Sulaim Habibi atau Kaji Boim, mengatakan kegiatan itu lahir dari kepedulian masyarakat terhadap keamanan dan keharmonisan Pati.

Ahmad menegaskan bahwa doa bersama Pati tersebut tidak membawa tujuan lain selain menjaga daerah tetap aman dan kondusif. Ia juga membantah anggapan bahwa kegiatan tersebut berkaitan dengan rencana aksi unjuk rasa sejumlah elemen masyarakat mengenai pengesahan RUU Perampasan Aset.

“Niatnya cuma satu, ingin Pati yang kondusif. Enggak ada tujuan lain kecuali Pati yang kondusif,” ujar Ahmad.

Tokoh Agama Ingatkan Etika dalam Menyampaikan Aspirasi

Wakil Rois PCNU Pati, KH Abdul Majid, menilai kegiatan tersebut dapat menjadi momentum bagi berbagai elemen masyarakat untuk menyatukan komitmen menjaga Pati tetap damai, aman, dan bermartabat.

Abdul Majid tidak mempersoalkan masyarakat yang menyampaikan kritik atau aspirasi melalui demonstrasi. Namun, ia meminta masyarakat mengikuti aturan hukum dan menjaga etika ketika menyampaikan pendapat.

Baca Juga :  Dokter Residen FK Unpad Diduga Coba Bunuh Diri Sebelum Ditahan atas Kasus Pemerkosaan di RSHS Bandung

Menurut dia, masyarakat perlu memastikan persoalan yang mereka sampaikan benar-benar memiliki dasar dan tidak muncul akibat kesalahpahaman. Ia juga meminta peserta aksi menjaga akhlakul karimah, martabat, serta menggunakan pengetahuan yang baik dalam menyampaikan aspirasi.

“Kalau demo itu adalah menyampaikan aspirasi. Apabila itu benar dengan baik, dengan etika, dan memang betul-betul ada kesalahan, tidak salah paham, itu tidak masalah,” kata Abdul Majid.

Setiap Persoalan Perlu Masuk ke Jalur yang Tepat

Abdul Majid juga mengingatkan masyarakat agar menyerahkan setiap persoalan kepada lembaga yang memiliki kewenangan. Ia menyebut penegak hukum menangani persoalan hukum, organisasi perangkat daerah (OPD) menangani urusan pembangunan, sedangkan DPRD menjalankan fungsi perwakilan masyarakat.

Ia mendorong masyarakat mengutamakan musyawarah mufakat ketika menghadapi perbedaan pendapat. Menurutnya, masyarakat perlu mencari kebenaran berdasarkan aturan, bukan sekadar mencari kesalahan pihak tertentu.

Abdul Majid juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang dapat memicu perpecahan dan mengganggu keamanan Kabupaten Pati.

Tokoh Masyarakat Ajak Warga Jaga Persaudaraan

Tokoh masyarakat sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Nur Amalia, KH Nur Qosim, mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga hubungan baik tanpa membedakan latar belakang.

Nur Qosim menilai seluruh unsur masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga persaudaraan dan keamanan daerah. Ia juga mendorong masyarakat memperkuat hubungan antara ulama, pemerintah, organisasi masyarakat, dan warga.

“Intinya itu kondusif lah Pati ini biar baik semua. Namanya kita saudara wajib kalau ada orang yang tidak cocok, kita kan NKRI,” ujarnya.

Pernyataan Sikap Tekankan Persatuan

Dalam pernyataan sikap yang mereka bacakan, peserta menegaskan komitmen menjaga Kabupaten Pati sebagai rumah bersama yang aman dan bermartabat. Mereka juga menolak penyampaian aspirasi yang mengandung provokasi, intimidasi, atau tindakan yang berpotensi memecah persatuan masyarakat.

Baca Juga :  Eks Kades Siloting Korupsi Dana Desa Rp 249 Juta Akibat Jeratan Rentenir

Beberapa poin penting dalam kegiatan tersebut meliputi:

  • Menjaga keamanan dan kondusivitas Kabupaten Pati.
  • Memperkuat persaudaraan antarwarga dan antarelemen masyarakat.
  • Mendorong penyelesaian persoalan melalui jalur hukum dan kewenangan lembaga terkait.
  • Menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara tertib dan beretika.
  • Menolak tindakan provokatif dan intimidatif yang dapat memicu perpecahan.

Konteks dan Dampak bagi Masyarakat

Kegiatan doa bersama Pati tersebut menunjukkan upaya sejumlah ormas, LSM, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk menjaga komunikasi di tengah perbedaan pandangan yang berkembang di masyarakat.

Komitmen tersebut dapat membantu masyarakat mengutamakan dialog, mengikuti aturan hukum, serta menyampaikan aspirasi melalui jalur yang sesuai. Para tokoh yang hadir juga mengajak warga menjaga persaudaraan agar perbedaan pendapat tidak berkembang menjadi konflik.

Aliansi Tomas berharap kebersamaan berbagai elemen masyarakat dapat terus terjaga sehingga Kabupaten Pati tetap aman, damai, kondusif, dan bermartabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *