
Ciloteh Wanipin
Salingka Media – Antrean truk BBM di SPBU By Pass Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, memanjang hingga memakan badan jalan dan mengganggu pengguna jalan. Kondisi tersebut menjadi perhatian warga pada Sabtu, 15 Agustus 2026, karena kepadatan kendaraan juga menghambat akses keluar-masuk permukiman.
Berdasarkan pantauan di sekitar SPBU yang berada di Jalan By Pass, tepat di depan kawasan Raja Minas, sejumlah truk menunggu giliran mengisi bahan bakar dalam posisi yang membuat ruang lalu lintas semakin sempit. Kondisi ini membuat pengendara roda dua maupun roda empat harus lebih berhati-hati ketika melintas.
Bahan berita ini diolah dari video pada kanal YouTube Ciloteh Wanipin. Redaksi menyusun kembali informasi tersebut dalam bentuk artikel dengan tetap mempertahankan fakta dan keterangan yang terdapat dalam bahan sumber.
Antrean kendaraan tidak hanya memenuhi area sekitar SPBU. Deretan truk juga meluas ke sisi badan jalan utama sehingga mengurangi ruang bagi kendaraan lain yang hendak melintas.
Kepadatan tersebut membuat arus kendaraan berjalan kurang lancar. Pengendara yang melewati kawasan itu juga menghadapi risiko ketika harus mengambil jalur yang lebih sempit akibat posisi truk yang berhenti di badan jalan.
Mulyadi, warga Perumahan Taruko Satu, Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, mengeluhkan antrean truk yang menurutnya kerap menghambat aktivitas warga.
Menurut Mulyadi, kondisi tersebut terutama terasa pada sore hingga malam hari. Warga yang hendak masuk maupun keluar dari kawasan perumahan harus menghadapi kepadatan kendaraan yang mengantre.
Suardi Sikumbang, warga setempat lainnya, menyoroti aspek keselamatan. Ia menilai antrean truk dapat menyulitkan kendaraan darurat ketika warga membutuhkan pertolongan medis atau ketika terjadi kebakaran.
Sementara itu, Sudirman, salah seorang pengguna jalan, mengaku terganggu ketika melintas di kawasan tersebut. Ia menilai posisi truk yang berhenti dekat badan jalan meningkatkan risiko bagi pengendara sepeda motor.
Syafrizal, warga lainnya, turut mempertanyakan penyebab antrean panjang yang berulang di lokasi tersebut. Ia mengaitkan kondisi itu dengan informasi mengenai ketersediaan stok bahan bakar di Sumatera Barat yang sebelumnya disebut mencukupi.
Syafrizal mempertanyakan apakah persoalan tersebut berkaitan dengan pola penyaluran BBM atau sistem antrean kendaraan yang belum tertata secara optimal. Pertanyaan itu, menurutnya, membutuhkan penjelasan dari pihak terkait agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas.
Warga berharap Dinas Perhubungan Kota Padang bersama kepolisian dapat memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitar SPBU By Pass Kalumbuk. Mereka meminta petugas mengatur posisi kendaraan agar antrean tidak kembali mengambil badan jalan.
Warga juga berharap pengelola SPBU menata sistem antrean dengan lebih baik. Penataan tersebut penting agar aktivitas pengisian BBM tetap berjalan tanpa mengganggu pengguna jalan dan akses masyarakat sekitar.
Antrean kendaraan di badan jalan dapat berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar SPBU dan pengendara yang menggunakan Jalan By Pass sebagai jalur perjalanan.
- Antrean truk mempersempit ruang kendaraan yang melintas.
- Kepadatan dapat menghambat akses keluar-masuk permukiman.
- Pengendara sepeda motor menghadapi risiko ketika melewati jalur yang sempit.
- Warga mengkhawatirkan akses kendaraan darurat ketika terjadi keadaan mendesak.
- Pengaturan antrean diperlukan agar kegiatan pengisian BBM tidak mengganggu lalu lintas umum.Redaksi Membuka Ruang Tanggapan
Redaksi telah berupaya meminta keterangan dari pengelola SPBU dan Dinas Perhubungan Kota Padang mengenai antrean tersebut. Namun, hingga artikel ini diterbitkan, redaksi belum menerima tanggapan resmi dari pihak terkait.
Redaksi tetap membuka ruang bagi pengelola SPBU, Dinas Perhubungan Kota Padang, kepolisian, maupun pihak terkait lainnya untuk menyampaikan penjelasan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya redaksi menjaga keberimbangan, akurasi, dan etika jurnalistik dalam pemberitaan.






