Wakapolda Sumbar Ajak Mahasiswa Jadi Agen Antinarkoba di Kampus

Wakapolda Sumbar Ajak Mahasiswa Jadi Agen Antinarkoba di Kampus
Wakapolda Sumbar Ajak Mahasiswa Jadi Agen Antinarkoba di Kampus – Dok. Hms

Salingka Media – Mahasiswa agen antinarkoba menjadi salah satu pesan utama Wakapolda Sumatera Barat Brigjen Pol. Solihin, S.I.K., M.H., CSPHR, saat memberikan materi dalam kegiatan Bimbingan Aktivitas Kemahasiswaan Dalam Tradisi Ilmiah (BAKTI) di Universitas Andalas, Rabu (12/8/2026).

Dalam kegiatan yang mengangkat tema “Menjaga Marwah Generasi Muda Sumbar: Kampus Bersih dari Narkoba, Perilaku Menyimpang, dan Penyakit Masyarakat” tersebut, Wakapolda mengajak mahasiswa ikut mencegah narkoba, kriminalitas, bullying, hingga penyebaran informasi bohong di lingkungan kampus.

Mahasiswa Diminta Aktif Cegah Narkoba

Brigjen Solihin menilai narkoba dapat mengancam kesehatan, kehidupan sosial, dan masa depan generasi muda. Karena itu, ia mendorong mahasiswa mengambil peran lebih aktif dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, mahasiswa agen antinarkoba tidak cukup hanya memahami bahaya narkotika. Mahasiswa juga perlu mengedukasi teman sebaya dan melaporkan indikasi penyalahgunaan narkoba kepada pihak yang berwenang.

“Mahasiswa harus menjadi agen antinarkoba di lingkungan kampus. Jangan hanya menunggu ketika terjadi penyalahgunaan, tetapi ikut mencegah, mengedukasi teman sebaya dan berani melaporkan apabila mengetahui adanya indikasi penyalahgunaan narkoba,” ujar Wakapolda Sumbar.

19 Kampung Bebas Narkoba Dibangun

Polda Sumbar juga mendorong masyarakat memperkuat pencegahan narkoba dari lingkungan tempat tinggal. Salah satu langkah yang mendapat perhatian yaitu pengembangan Kampung Bebas Narkoba.

Saat ini, Polda Sumbar mencatat sebanyak 19 Kampung Bebas Narkoba telah terbangun sebagai bagian dari upaya bersama untuk memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba.

Brigjen Solihin menegaskan pencegahan narkoba membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Polisi, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat perlu membangun kepedulian yang sama terhadap ancaman narkotika.

“Kita ingin pencegahan narkoba tidak hanya dilakukan oleh kepolisian, tetapi menjadi gerakan bersama. Kampung Bebas Narkoba harus menjadi benteng di tingkat masyarakat, sementara kampus juga harus menjadi lingkungan yang mampu melindungi mahasiswa dari pengaruh narkoba,” tegasnya.

Baca Juga :  Tim Gabungan Berhasil Lumpuhkan Jaringan Narkoba di Padang dalam Semalam

Mahasiswa Perlu Peduli Lingkungan

Wakapolda meminta mahasiswa dan masyarakat tidak mengabaikan indikasi peredaran maupun penyalahgunaan narkoba. Ia mengajak setiap orang meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan segera melaporkan informasi yang berkaitan dengan narkoba kepada kepolisian.

Langkah tersebut, menurutnya, dapat membantu memperkuat upaya pencegahan sejak dini. Lingkungan kampus juga perlu membangun kesadaran bersama agar mahasiswa tidak mudah terpengaruh penyalahgunaan narkoba.

Wakapolda Ingatkan Bahaya Bullying

Selain membahas narkoba, Brigjen Solihin mengingatkan mahasiswa agar ikut menciptakan lingkungan kampus yang aman dari bullying. Ia menyebut tindakan seperti mengejek, memukul, mendorong, dan merendahkan orang lain dapat memberikan dampak panjang bagi korban.

Wakapolda mengajak mahasiswa membangun kebiasaan saling menghormati dalam kehidupan kampus.

“Bangun generasi yang memilih untuk saling menghormati, bukan merendahkan. Jika kita tidak ingin disakiti, jangan menyakiti orang lain,” pesannya.

Mahasiswa Diminta Bijak Bermedia Sosial

Brigjen Solihin juga meminta mahasiswa lebih berhati-hati saat menggunakan media sosial maupun grup percakapan. Ia mengingatkan mahasiswa untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum meneruskannya kepada orang lain.

Langkah verifikasi tersebut penting untuk mencegah mahasiswa ikut menyebarkan hoaks. Pengguna media sosial perlu memastikan informasi memiliki dasar yang jelas sebelum membagikannya.

Konteks dan Dampak bagi Masyarakat

Ajakan Wakapolda Sumbar menempatkan mahasiswa sebagai salah satu unsur penting dalam membangun lingkungan yang aman dan sehat. Peran mahasiswa dalam edukasi teman sebaya, pelaporan potensi penyalahgunaan narkoba, pencegahan bullying, serta penyaringan informasi dapat membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman.

Kolaborasi antara kepolisian, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat juga dapat memperkuat pencegahan narkoba dari lingkungan kampus hingga tempat tinggal.

Baca Juga :  Bupati Pasbar Hadiri Sosialisasi Pencegahan Perusakan Hutan

Informasi Penting dari Kegiatan BAKTI

  • Kegiatan: Bimbingan Aktivitas Kemahasiswaan Dalam Tradisi Ilmiah (BAKTI)
  • Lokasi: Universitas Andalas
  • Waktu: Rabu, 12 Agustus 2026
  • Pemateri: Wakapolda Sumatera Barat Brigjen Pol. Solihin, S.I.K., M.H., CSPHR
  • Tema: Menjaga Marwah Generasi Muda Sumbar: Kampus Bersih dari Narkoba, Perilaku Menyimpang, dan Penyakit Masyarakat
  • Fokus pesan: Pencegahan narkoba, pencegahan bullying, keamanan lingkungan, literasi hukum, dan penggunaan media sosial secara bijak
  • Kampung Bebas Narkoba: Polda Sumbar mencatat 19 kampung telah terbangun

Sinergi Jadi Kunci Pencegahan

Polda Sumatera Barat terus mendorong kerja sama dengan perguruan tinggi dan masyarakat melalui langkah preventif. Penguatan Kampung Bebas Narkoba menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan meningkatkan kewaspadaan, menjaga keamanan diri dan lingkungan, memahami ancaman kejahatan digital, memperkuat literasi hukum, serta aktif melaporkan potensi gangguan keamanan kepada kepolisian.

Mahasiswa agen antinarkoba diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk melindungi generasi muda dan mendukung terciptanya Sumatera Barat yang aman serta bebas dari narkoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *