
Salingka Media – Program peremajaan sawit rakyat (PSR) Tahap III di Kabupaten Dharmasraya terus berjalan. Sekretaris Daerah Dharmasraya Medison, S.Sos., M.Si., menyaksikan langsung proses tumbang chipping di areal perkebunan anggota KUD Lubuk Karya, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Koto Besar, Kamis (13/8/2026).
Medison hadir mewakili Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dan Wakil Bupati Leli Arni. Kehadirannya sekaligus menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap keberlanjutan perkebunan sawit yang menjadi salah satu sektor penting bagi perekonomian masyarakat Dharmasraya.
Tanaman Sawit Tua Jadi Perhatian
Dalam kesempatan tersebut, Medison menjelaskan bahwa ribuan keluarga di Dharmasraya menggantungkan penghasilan dari sektor kelapa sawit. Namun, petani menghadapi persoalan produktivitas karena banyak tanaman sawit sudah berusia lebih dari 25 tahun.
Kondisi tersebut membuat pemerintah mendorong peremajaan sawit rakyat melalui PSR. Pemerintah berharap program ini mampu membantu petani mengganti tanaman tua dengan bibit unggul sehingga kebun kembali menghasilkan secara optimal.
“Program peremajaan kelapa sawit pekebun bukan sekadar mengganti tanaman tua, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan pendapatan petani, memperkuat ekonomi daerah, dan menjaga keberlanjutan industri sawit kita,” kata Medison.
Petani Mendapat Dukungan Rp60 Juta per Hektare
Program PSR Tahap III berjalan melalui dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Program tersebut membantu pekebun mengganti tanaman sawit tua atau tidak produktif dengan bibit unggul.
Dalam program ini, pekebun memperoleh dukungan pembiayaan sebesar Rp60 juta untuk setiap hektare lahan. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menyebut dukungan tersebut hadir setelah Bupati Annisa Suci Ramadhani melakukan komunikasi intensif dengan BPDPKS untuk memperjuangkan program peremajaan bagi pekebun di daerah.
Sebelum petani memasuki tahap penanaman, mereka perlu melewati sejumlah tahapan persiapan lahan. Proses tersebut mencakup tumbang chipping dan pengolahan tanah.
- Petani menumbangkan tanaman sawit tua.
- Petani mencacah batang dan pelepah melalui proses chipping.
- Petani mengolah kembali lahan untuk persiapan tanam.
- Petani menggunakan bibit sawit unggul bersertifikat.
- Petani mengikuti pendampingan teknis dari penyuluh dan koperasi.
Petani juga dapat memanfaatkan batang dan pelepah hasil penumbangan sebagai bahan organik. Proses tersebut membantu memperbaiki kualitas tanah sebelum petani menanam kembali tanaman sawit.
Pemkab Minta Petani Ikuti Budidaya yang Baik
Medison meminta para pekebun peserta program memanfaatkan bantuan secara optimal. Ia juga mengingatkan petani agar menggunakan bibit unggul bersertifikat dan mengikuti arahan teknis dari penyuluh serta koperasi.
Menurut Medison, keberhasilan peremajaan tidak hanya bergantung pada bantuan pembiayaan. Petani juga perlu menjaga disiplin dalam menerapkan teknik budidaya sejak tahap awal hingga tanaman menghasilkan.
“Keberhasilan replanting sangat bergantung pada disiplin kita dalam menerapkan budidaya yang baik sejak awal,” ujarnya.
BPDPKS Juga Dukung Pendidikan Anak Pekebun
Dukungan BPDPKS melalui fasilitasi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya tidak hanya menyentuh sektor perkebunan. BPDPKS juga memberikan ratusan beasiswa bagi anak-anak pekebun kelapa sawit serta pekerja yang bergerak di sektor tersebut di Kabupaten Dharmasraya.
Para penerima dan calon penerima manfaat beasiswa turut hadir dalam kegiatan penanaman perdana PSR di KUD Lubuk Karya. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa dukungan terhadap sektor sawit juga menyentuh aspek pengembangan sumber daya manusia.
Medison menilai pemerintah perlu menjaga produktivitas perkebunan sekaligus memperhatikan masa depan keluarga pekebun dan pekerja sektor sawit melalui peningkatan akses pendidikan.
Pemkab Dorong Tata Niaga Sawit yang Lebih Adil
Selain menjalankan program peremajaan, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan pekebun. Pemerintah daerah fokus pada peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan koperasi, serta upaya menciptakan tata niaga sawit yang lebih adil.
Pemerintah berharap tata niaga yang lebih baik dapat membantu pekebun memperoleh harga yang layak atas hasil perkebunan mereka.
Petani Berharap Kebun Kembali Produktif
Salah seorang penerima bantuan, Edi Warman, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Dharmasraya atas dukungan melalui program PSR. Ia menyebut bantuan tersebut mencakup sejumlah kebutuhan penting dalam proses peremajaan kebun.
Menurut Edi, dukungan yang ia terima mencakup proses chipping, pengolahan tanah, penyediaan bibit, pemupukan hingga perawatan tanaman sampai menghasilkan.
Edi mengikuti program tersebut untuk meremajakan kebun sawit miliknya yang memiliki luas 3,5 hektare. Ia berharap tanaman baru dapat meningkatkan produktivitas kebunnya setelah memasuki masa menghasilkan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Dharmasraya atas bantuan yang diberikan. Mudah-mudahan sawit kami seluas 3,5 hektare ini nantinya kembali produktif dan hasilnya lebih baik,” kata Edi.
Konteks dan Dampak bagi Petani
Program peremajaan sawit rakyat memberikan kesempatan kepada pekebun untuk mengganti tanaman yang sudah berusia tua dengan tanaman baru yang menggunakan bibit unggul. Bagi petani, dukungan tersebut dapat membantu mengurangi beban biaya pada tahap awal peremajaan.
Program ini juga berpotensi menjaga keberlanjutan produksi sawit masyarakat dalam jangka panjang. Ketika tanaman baru tumbuh dan memasuki masa menghasilkan, petani berharap kebun dapat kembali memberikan pendapatan yang lebih baik bagi keluarga.
Selain manfaat bagi pekebun, pemerintah daerah juga mengaitkan program tersebut dengan penguatan ekonomi daerah serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui dukungan beasiswa bagi keluarga yang bergerak di sektor sawit.
Sejumlah Pihak Hadir dalam Kegiatan
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Dharmasraya Fadli Aulia, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya bersama Kepala Bidang Perkebunan Ipentri, Camat Koto Besar Fauzi Aries, Ketua KUD Lubuk Karya Jon Nasri, para wali nagari, serta pekebun peserta Program PSR.
Fadli Aulia turut memberikan apresiasi terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Dharmasraya di bawah kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani dalam memperjuangkan akses bantuan peremajaan bagi petani, khususnya pekebun kelapa sawit, melalui BPDPKS.





