
Salingka Media, Pasaman Barat – Jalan Simpang Tiga Alin-Paraman Ampalu di Kecamatan Gunung Tuleh, Pasaman Barat, mulai mendapat penanganan melalui pembangunan ruas jalan sepanjang 2 kilometer. Bupati Pasaman Barat Yulianto meninjau langsung progres pekerjaan tersebut pada Sabtu (19/9/2026).
Pemerintah daerah berharap pembangunan jalan ini dapat memperlancar aktivitas masyarakat, termasuk akses anak-anak menuju sekolah, sekaligus mendukung kegiatan ekonomi warga di kawasan Paraman Ampalu dan sekitarnya.
Pembangunan Jalan Gunakan Anggaran DBH Sawit
Pemerintah Pasaman Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp6.054.118.766 dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit untuk menangani ruas jalan tersebut. Kontraktor mengerjakan pembangunan dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender sejak 29 Juli 2026.
Ruas jalan yang mendapat penanganan memiliki lebar badan jalan 4 meter. Pekerjaan juga mencakup bahu jalan dengan lebar masing-masing 0,75 meter pada sisi kiri dan kanan.
Beberapa data utama pembangunan Jalan Simpang Tiga Alin–Paraman Ampalu meliputi:
- Panjang jalan yang mendapat penanganan mencapai 2 kilometer.
- Lebar badan jalan mencapai 4 meter.
- Bahu jalan memiliki lebar 0,75 meter di masing-masing sisi.
- Anggaran pembangunan mencapai Rp6.054.118.766.
- Sumber anggaran berasal dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit.
- Masa pelaksanaan berlangsung selama 150 hari kalender sejak 29 Juli 2026.
Yulianto Harap Jalan Perlancar Aktivitas Warga
Bupati Pasaman Barat Yulianto mengatakan pembangunan jalan tersebut bertujuan menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi yang lebih baik. Ia berharap pengaspalan yang segera selesai dapat membantu masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Harapan kita, setelah pengaspalan selesai, jalan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan memperlancar mobilitas, termasuk bagi anak-anak sekolah dan kegiatan pendidikan yang selama ini sedikit terganggu karena kondisi jalan,” ujar Yulianto.
Menurut Yulianto, akses jalan yang lebih baik juga dapat mendukung pergerakan masyarakat dalam menjalankan kegiatan ekonomi. Kondisi jalan turut berkaitan dengan kemudahan warga menuju pusat aktivitas dan fasilitas pendidikan.
Masih Ada 1,3 Kilometer yang Belum Tertangani
Pembangunan saat ini belum mencakup seluruh kebutuhan penanganan ruas Jalan Simpang Tiga Alin–Paraman Ampalu. Pemerintah daerah masih mencatat sekitar 1,3 kilometer ruas jalan yang belum mendapat penanganan.
Yulianto mengatakan pemerintah daerah berencana melanjutkan pembangunan ruas yang tersisa pada tahun berikutnya. Pemerintah menggunakan anggaran DBH yang tersedia untuk menyelesaikan bagian jalan yang masuk dalam pekerjaan tahun ini.
“Dengan anggaran DBH yang ada, kita selesaikan bagian ini. Masih kurang sekitar 1,3 kilometer lagi dan akan kita lanjutkan tahun depan. Semoga jalan ini betul-betul bermanfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat Paraman Ampalu,” katanya.
Cuaca Pengaruhi Proses Pengaspalan
Yulianto menyebut pekerjaan pembangunan jalan sejauh ini berjalan tanpa kendala berarti. Namun, kondisi cuaca turut memengaruhi proses pengaspalan di lapangan.
Ia berharap kondisi cuaca kembali normal sehingga pekerjaan dapat segera rampung sesuai tahapan pelaksanaan.
“Sejauh ini tidak ada kendala berarti. Tadi kita lihat bersama, hanya sedikit terkendala cuaca. Kalau cuaca normal, dalam waktu dekat pengaspalan ini akan selesai,” jelasnya.
Konteks dan Dampak bagi Masyarakat
Pembangunan Jalan Simpang Tiga Alin-Paraman Ampalu dapat memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat setelah pekerjaan selesai. Pemerintah daerah juga mengarahkan pembangunan tersebut untuk mendukung mobilitas warga, kegiatan pendidikan, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Bagi warga Paraman Ampalu, penyelesaian ruas jalan ini dapat membantu memperlancar perjalanan sehari-hari. Pemerintah juga masih menyiapkan rencana penanganan sekitar 1,3 kilometer ruas yang belum tersentuh pembangunan pada tahun berikutnya.
Yulianto Ajak Warga Sukseskan Pilwana
Dalam kunjungan tersebut, Yulianto tidak hanya meninjau pembangunan jalan. Ia juga mengajak masyarakat menjaga suasana kekeluargaan dalam pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana).
Yulianto meminta masyarakat Pasaman Barat, khususnya warga Paraman Ampalu, menjaga persaudaraan selama proses Pilwana berlangsung. Ia berharap masyarakat dapat menjalankan pesta demokrasi tingkat nagari dengan suasana yang aman dan penuh kekeluargaan.
“Semoga Pilwana ini menjadi Pilwana badunsanak. Kemarin sudah kita laksanakan di Air Bangis dengan lancar. Untuk Pasaman Barat, khususnya Paraman Ampalu, Pilwananya harus berjalan lancar dan penuh kekeluargaan, badunsanak,” pungkasnya.
Dalam peninjauan pembangunan Jalan Simpang Tiga Alin-Paraman Ampalu, Yulianto turut didampingi Kepala Dinas PUPR Bambang Sumarsono, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pasaman Barat Wendry Fiisa, Kabid IKP Diskominfo Pasaman Barat Yudhinal Reviola, serta sejumlah stakeholder terkait.
Pemerintah daerah berharap pembangunan yang berlangsung saat ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Paraman Ampalu dan mendukung peningkatan akses transportasi di wilayah tersebut.








