
Salingka Media, Padang – Pergerakan harga cabai di Pasar Raya Padang pada Rabu (8/7/2026) menunjukkan perubahan menarik. Setelah beberapa waktu didominasi pasokan dari Pulau Jawa, kini cabai asal Kerinci kembali merebut perhatian pasar karena menawarkan harga yang lebih terjangkau dengan tingkat kepedasan yang khas sehingga diminati banyak konsumen.
Pasar Raya Padang sebagai pasar sentral di Kota Padang masih menjadi acuan utama bagi pedagang dan masyarakat dalam memantau perkembangan harga kebutuhan pokok, termasuk komoditas cabai. Harga yang terbentuk di pasar ini umumnya menjadi referensi bagi pasar-pasar lainnya di berbagai wilayah Kota Padang.
Berdasarkan pantauan harga pada Rabu, 8 Juli 2026, berikut kisaran harga cabai yang beredar di Pasar Raya Padang:
– Cabai Jawa: Rp950.000 hingga Rp1.000.000 per dus.
– Cabai Kerinci: Rp30.000 hingga Rp32.000 per kilogram.
– Cabai lokal Kampung Padang: sekitar Rp35.000 per kilogram.
– Cabai darek Bukittinggi: diperdagangkan dengan harga lebih tinggi dibandingkan cabai Kerinci maupun cabai lokal.
Kembalinya cabai Kerinci ke posisi sebagai salah satu komoditas unggulan dinilai memberikan keuntungan bagi masyarakat. Selain lebih ekonomis, cabai dari daerah tersebut dikenal memiliki rasa pedas yang kuat dan kualitas yang disukai konsumen maupun pelaku usaha kuliner.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah pedagang maupun pemilik gudang yang tetap menjual cabai asal Jawa. Kondisi tersebut umumnya disebabkan karena mereka telah memiliki jaringan pemasok atau relasi dagang yang sudah lama terjalin dengan distributor cabai dari Pulau Jawa, sehingga pasokan dari Kerinci belum sepenuhnya masuk ke seluruh jalur distribusi.
Pelaku perdagangan berharap pasokan cabai dari berbagai daerah tetap stabil agar harga di tingkat pedagang maupun konsumen dapat terjaga. Stabilitas distribusi menjadi faktor penting untuk menghindari lonjakan harga yang berpotensi membebani masyarakat.
Dengan kembali kompetitifnya harga cabai Kerinci, konsumen di Kota Padang kini memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan. Jika pasokan tetap terjaga, cabai Kerinci diperkirakan akan terus menjadi salah satu komoditas favorit di pasar tradisional Sumatera Barat.






