
Salingka Media, Padang – Pasokan cabe asal Pulau Jawa kembali mendominasi perdagangan di Pasar Raya Kota Padang pada Senin (6/7/2026). Kondisi ini membuat banyak pedagang eceran lebih memilih menjual cabe dari Jawa dibandingkan cabe lokal maupun cabe asal Kerinci.
Dominasi cabe Jawa dipicu oleh harga yang lebih rendah dibandingkan komoditas dari daerah lain. Di tingkat pedagang grosir, cabe Jawa diperdagangkan sekitar Rp33.000 per kilogram, sedangkan cabe asal Kerinci masih bertahan di kisaran Rp36.000 per kilogram.
Selisih harga tersebut menjadi pertimbangan utama para pedagang eceran dalam menentukan stok dagangan mereka. Selain lebih murah, pasokan cabe Jawa juga datang dalam jumlah yang jauh lebih besar sehingga pedagang memiliki lebih banyak pilihan dari sisi kualitas maupun ukuran.
Salah seorang pedagang di Pasar Raya Padang mengatakan, distribusi cabe Jawa saat ini jauh lebih lancar dibandingkan cabe dari Kerinci.
“Cabe Jawa datang lebih banyak, jadi kami bisa memilih kualitas yang bagus. Harganya juga lebih murah sehingga lebih mudah dijual kepada pembeli,” ujar seorang pedagang.
Sementara itu, pasokan cabe dari Kerinci dinilai masih terbatas. Jumlah yang masuk ke pasar tidak sebanyak cabe Jawa sehingga membuat harganya tetap berada di atas harga cabe asal Jawa.
Beberapa waktu sebelumnya, pasar cabai di Kota Padang lebih banyak dipasok oleh cabe asal Kerinci dan sebagian dari Medan. Namun, memasuki awal Juli 2026, arus distribusi dari Jawa kembali meningkat sehingga mengambil alih dominasi pasar.
Bagi pedagang, stabilnya pasokan merupakan faktor penting selain harga. Ketersediaan barang dalam jumlah besar memudahkan mereka memenuhi kebutuhan konsumen setiap hari tanpa khawatir kekurangan stok.
Di sisi lain, tingginya harga cabe lokal membuat daya saingnya menurun. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar pedagang lebih memilih membeli cabe dari luar daerah yang menawarkan harga lebih kompetitif.
Pelaku pasar berharap pasokan cabe tetap stabil agar harga di tingkat konsumen tidak mengalami lonjakan. Dengan distribusi yang lancar, kebutuhan masyarakat terhadap komoditas cabai di Kota Padang diharapkan tetap terpenuhi.






