Deskripsi Gambar

Cabe Imperial dari Jawa Masuk Pasar Padang, Harga Cabe Lokal dan Kerinci Ikut Turun

Cabe Imperial dari Jawa Masuk Pasar Padang, Harga Cabe Lokal dan Kerinci Ikut Turun
Cabe Imperial dari Jawa Masuk Pasar Padang, Harga Cabe Lokal dan Kerinci Ikut Turun – Dok. Rcky/Salingkamedia

Salingka Media, Padang – Kehadiran cabe Imperial asal Pulau Jawa mulai memberikan dampak terhadap pergerakan harga cabai di sejumlah gudang dan lapak pedagang di Pasar Raya Kota Padang. Masuknya komoditas baru tersebut membuat harga cabai dari berbagai daerah ikut mengalami penyesuaian agar tetap mampu bersaing di pasaran.Cabe Imperial dikenal memiliki ukuran buah yang lebih besar dibandingkan cabai pada umumnya. Namun, tingkat kepedasannya dinilai lebih rendah sehingga memiliki segmen pasar tersendiri. Meski demikian, harganya yang relatif lebih murah membuat sebagian konsumen mulai melirik jenis cabai tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media Salingka Media dari sejumlah gudang cabai di Pasar Raya Padang pada Selasa (7/7/2026), harga cabe Imperial asal Jawa dijual sekitar Rp850.000 per dus atau berkisar Rp30.000 per kilogram.

Sementara itu, harga cabe asal Kerinci berada di kisaran Rp32.000 hingga Rp33.000 per kilogram. Adapun cabe Jawa Tengah jenis TKX dipasarkan dengan harga sekitar Rp1.000.000 per dus.

Baca Juga :  Krisis Air Bersih Melanda Padang, Perumda Siagakan Mobil Tangki Antisipasi Kemarau Kian Parah

Para pedagang mengakui bahwa masuknya cabe Imperial membuat harga cabai dari daerah lain ikut mengalami penurunan. Jika harga tidak disesuaikan, dikhawatirkan pembeli akan beralih ke cabai dengan harga yang lebih murah.

Meski demikian, preferensi masyarakat Kota Padang terhadap cabai yang memiliki rasa pedas masih cukup tinggi. Sejumlah konsumen mengaku tetap memilih cabe Kerinci karena tingkat kepedasannya dianggap lebih sesuai dengan selera masyarakat Minangkabau yang dikenal menyukai masakan bercita rasa pedas.

“Saya tetap membeli cabe Kerinci karena lebih pedas. Walaupun harganya sedikit lebih mahal, rasanya lebih cocok untuk masakan sehari-hari,” ujar salah seorang konsumen di Pasar Raya Padang.

Sementara itu, beberapa toke cabai yang ditemui Salingka Media menjelaskan bahwa harga cabai merupakan komoditas yang sangat dinamis. Perubahan harga dapat terjadi setiap hari tergantung pada pasokan dari daerah penghasil, permintaan pasar, kondisi cuaca, hingga biaya distribusi.

“Harga cabai setiap hari bisa berubah. Tidak ada harga yang benar-benar tetap karena mengikuti kondisi pasokan dan permintaan di pasar,” ujar salah seorang pedagang.

Dengan kondisi tersebut, pilihan konsumen kini semakin beragam. Sebagian memilih cabe Imperial karena harganya lebih ekonomis, sedangkan sebagian lainnya tetap bertahan menggunakan cabe Kerinci karena kualitas rasa pedas yang dianggap lebih memenuhi selera masyarakat Kota Padang.

Baca Juga :  Tingkatkan Pelayanan Adminduk, Wako Hendri Septa Jadikan E-KTP Kado Ulang Tahun Pelajar

Harga Cabe di Kota Padang, Selasa 7 Juli 2026

– Cabe Imperial Jawa: Rp850.000 per dus (sekitar Rp30.000/kg)
– Cabe Kerinci: Rp32.000–Rp33.000/kg
– Cabe Jawa Tengah TKX: Rp1.000.000 per dus

Perubahan harga diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan mengikuti kondisi distribusi dan pasokan cabai ke pasar-pasar tradisional di Kota Padang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *