Deskripsi Gambar
Padang  

Puluhan Warga Parak Laweh Tolak Rencana Pemakaman di Tengah Permukiman Padat

Puluhan Warga Parak Laweh Tolak Rencana Pemakaman di Tengah Permukiman Padat
Gambar ilustrasi – Puluhan Warga Parak Laweh Tolak Rencana Pemakaman di Tengah Permukiman Padat

Padang, Salingka Media – Penolakan pemakaman di Parak Laweh mengemuka setelah puluhan warga Gang Pusara RT 02/RW 04, Kelurahan Parak Laweh Pulau Aia Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, menggelar aksi penolakan terhadap rencana pembangunan area pemakaman atau pandam kuburan kaum di lingkungan tempat tinggal mereka.

Warga menyatakan keberatan karena lahan yang direncanakan menjadi kawasan pemakaman berada tepat di tengah permukiman yang telah padat penduduk. Mereka menilai lokasi tersebut tidak lagi sesuai untuk dijadikan area pekuburan karena berdekatan dengan rumah-rumah warga.

Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak psikologis yang mungkin dirasakan anak-anak. Menurut mereka, aktivitas pemakaman yang berlangsung di tengah lingkungan tempat tinggal dapat memengaruhi kondisi psikologis anak yang setiap hari beraktivitas di sekitar lokasi.

Baca Juga :  Hak Jawab DPD Gerakan Rakyat Kota Padang atas Dinamika Organisasi

Selain itu, warga juga menilai keberadaan pemakaman baru berpotensi mengurangi kenyamanan lingkungan. Mereka berharap kawasan permukiman tetap menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Berdasarkan informasi yang disampaikan warga, lahan yang menjadi polemik merupakan tanah yang dibeli oleh pihak luar. Setelah mengetahui rencana penggunaan lahan sebagai pandam kuburan kaum, warga segera menyampaikan penolakan secara terbuka.

Masyarakat menegaskan bahwa penolakan tersebut bukan ditujukan kepada pihak tertentu, melainkan karena mempertimbangkan kondisi lingkungan yang saat ini sudah berkembang menjadi kawasan permukiman padat.

Warga menilai sisa lahan kosong di kawasan Gang Pusara sebaiknya tetap mendukung kebutuhan lingkungan permukiman. Mereka berharap setiap pemanfaatan lahan memperhatikan kepentingan masyarakat yang telah lama menetap di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Gelar Malamang Basamo, Mande Rubiah LKAAM Kuranji Kota Padang Bersama Wako Hendri Septa

Menurut warga, setiap rencana penggunaan lahan di tengah permukiman seharusnya melibatkan komunikasi dan musyawarah dengan masyarakat agar keputusan yang diambil tidak memunculkan penolakan.

Melalui aksi tersebut, warga berharap seluruh pihak dapat mempertimbangkan kembali rencana pembangunan area pemakaman di lokasi tersebut. Mereka juga menginginkan penyelesaian persoalan berlangsung melalui dialog yang mengedepankan musyawarah serta memperhatikan kondisi lingkungan.

Hingga aksi berlangsung, warga tetap mempertahankan sikap menolak pembangunan pandam kuburan kaum di tengah kawasan permukiman padat. Mereka berharap keputusan yang diambil nantinya mampu menjaga kenyamanan lingkungan sekaligus menghormati aspirasi masyarakat setempat.

Penolakan pemakaman di Parak Laweh menjadi perhatian warga karena berkaitan langsung dengan pemanfaatan ruang di lingkungan padat penduduk. Masyarakat berharap setiap langkah yang diambil ke depan dapat mempertimbangkan kondisi sosial, kenyamanan lingkungan, dan aspirasi warga yang tinggal di sekitar lokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *