BNPB Imbau Warga Siaga Bencana Hidrometeorologi, Sumatera Barat Masuk Status Siaga Hujan Lebat

Pemerintah Imbau Warga Siaga Bencana Hidrometeorologi Basah, Lakukan Sejumlah Langkah Ini (BNPB)

Salingka Media – Pemerintah mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, angin puting beliung, hingga tanah longsor. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga memasukkan Sumatera Barat dalam daftar provinsi berstatus siaga terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem. Karena itu, masyarakat dan pemerintah daerah perlu mengambil langkah antisipasi untuk mengurangi risiko bencana.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Indonesia dan pemerintah daerah senantiasa melakukan kesiapsiagaan terhadap bahaya hidrometeorologi basah,” ujar Berton dalam konferensi pers, Jumat, 30 Oktober 2026.

BNPB Minta Warga Bersihkan Saluran Air dan Siapkan Tas Siaga

BNPB meminta masyarakat melakukan sejumlah langkah pencegahan untuk mengantisipasi banjir, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Warga dapat memulai langkah tersebut dengan bergotong royong membersihkan saluran air agar aliran tidak tersumbat. Masyarakat juga perlu melakukan susur sungai dengan pendampingan atau supervisi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Selain itu, setiap keluarga perlu mengenali jalur evakuasi yang aman dan menyiapkan tas siaga bencana. Tas tersebut sebaiknya berisi kebutuhan dasar yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama minimal tiga hari.

BNPB juga menekankan pentingnya pemeriksaan infrastruktur, bendungan, dan kondisi sungai. Pemeriksaan secara berkala dapat membantu petugas mengenali potensi bahaya lebih awal sehingga mereka bisa mengambil langkah penanganan dengan cepat.

Baca Juga :  Dugaan Pelecehan Seksual Jadi Sorotan, Polda Sumbar Tegaskan Oknum Bermasalah Tidak Dilantik

Warga Diminta Waspadai Angin Kencang dan Puting Beliung

Selain banjir, masyarakat juga perlu mengantisipasi angin puting beliung dan angin kencang yang berpotensi merusak bangunan maupun membahayakan keselamatan.

BNPB mengimbau warga memperkuat konstruksi atap rumah agar lebih tahan terhadap terpaan angin. Masyarakat juga perlu memangkas ranting pohon yang berada di sekitar rumah maupun ruang publik.

Ketika angin kencang terjadi, warga sebaiknya menjauhi objek yang berpotensi roboh atau tumbang. Beberapa lokasi yang perlu dihindari antara lain area sekitar papan reklame dan pohon besar.

Langkah sederhana tersebut penting untuk mengurangi risiko tertimpa benda yang jatuh akibat terpaan angin.

Kenali Tanda Tanah Longsor dan Segera Evakuasi

Masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan dan wilayah rawan longsor juga perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan lebat berlangsung dalam waktu lama.

BNPB mengimbau warga segera mencari tempat aman atau melakukan evakuasi apabila kondisi cuaca menunjukkan potensi bahaya.

Berton juga meminta masyarakat mengenali tanda-tanda awal pergerakan tanah yang dapat memicu longsor.

“Kemudian, identifikasi tanda-tanda bahaya longsor seperti munculnya retakan pada tanah maupun lantai,” jelas Berton.

Retakan pada permukaan tanah maupun lantai rumah perlu mendapat perhatian serius, terutama jika muncul setelah hujan deras berlangsung cukup lama.

Pemda Harus Tingkatkan Pemantauan Wilayah Rawan Bencana

BNPB turut meminta pemerintah daerah memperkuat pemantauan di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi.

Baca Juga :  Cepat Tanggap Setelah Bencana, Polri dan Warga Berhasil Fungsikan Kembali Masjid Syuhada Aceh Tamiang

Pemerintah daerah perlu memastikan kesiapan personel, peralatan, serta sarana dan prasarana penanggulangan bencana. Kesiapan tersebut menjadi bagian penting dalam menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem dan mempercepat respons ketika bencana terjadi.

BNPB memperkirakan sejumlah provinsi berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat dengan status siaga.

Wilayah tersebut meliputi Aceh, Lampung, Bengkulu, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Sementara itu, BNPB menetapkan status waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Papua.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat perlu mengikuti perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi berwenang. Kesiapsiagaan warga bersama pemerintah daerah menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *