Pasaman Barat Raih Penghargaan KLA, Hamsuardi : Terimakasih kepada semua pihak yang Terlibat

Pasaman Barat Raih Penghargaan KLA, Hamsuardi  Terimakasih kepada semua pihak yang Terlibat
Pasaman Barat Raih Penghargaan KLA, Hamsuardi : Terimakasih kepada semua pihak yang Terlibat

Salingka Media, Pasaman Barat – Pasaman Barat Raih Penghargaan KLA, Hamsuardi : Terimakasih kepada semua pihak yang Terlibat. Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) dinobatkan sebagai Kabupaten Layak Anak Kategori Sedang. Selasa (12/10/2021) Bupati Pasbar Hamsuardi langsung menerima penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) 2021 di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA RI).

“Alhamdulillah Kabupaten Pasaman Barat dinobatkan sebagai kabupaten layak anak. Penghargaan KLA ini diberikan kepada daerah yang memiliki komitmen tinggi untuk mendukung, memenuhi hak dan perlindungan khusus melalui proses evaluasi yang dilakukan oleh Tim KemenPPPA RI, Kementerian atau Lembaga dan Tim Independen,” kata Hamsuardi.

Bupati Hamsuardi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan terkait yang telah mendukung kegiatan KLA. Sehingga Pasbar bisa menjadi salah satu kabupaten yang diakui pemerintah pusat sebagai daerah ramah anak.

Baca Juga :  Pemkab Pasaman Barat mulai Bangun Contoh Hunian Sementara Bagi Para Korban Gempa

“Semoga kita terus diberikan daya, upaya, dan kekuatan untuk memenuhi hak-hak anak di Bumi Mekar Tuah Basamo,” harap Hamsuardi.

Karena KLA, lanjutnya, merupakan sistem pembangunan berbasis hak anak yang dilakukan melalui keterpaduan komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, media dan bisnis.

“Semua ini dilakukan secara terencana, komprehensif dan berkelanjutan dalam bentuk kebijakan, program dan kegiatan. Tujuannya untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak dan perlindungan khusus bagi anak,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Hamsardi, komitmen lintas sektor sangat penting dan memenuhi syarat hak dan perlindungan khusus anak. Mengingat permasalahan seputar anak sangat kompleks dan multisektoral. Sebab, anak hidup dalam sebuah sistem yang tidak dapat dipisahkan dari dirinya sendiri, baik itu keluarga, sekolah, masyarakat, hingga kebijakan.

Baca Juga :  Silek Bujang Sembilan Sariak Resmi Dibuka Bupati Hamsuardi

“Jadi segala upaya pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus harus terintegrasi dengan sistem yang mengikutsertakan anak,” kata Hamsuardi. Hms/Handro

Tinggalkan Balasan