
Salingka Media, Agam – HUT Ke-33 Lubuk Basung berlangsung meriah dengan pelaksanaan arakan jamba dan tradisi makan bajamba yang melibatkan berbagai unsur masyarakat di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Minggu (19/7). Perayaan hari jadi Lubuk Basung sebagai ibu kota Kabupaten Agam itu menghadirkan nuansa budaya Minangkabau yang masih terjaga sekaligus mempererat kebersamaan antara pemerintah daerah, tokoh adat, perantau, dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan arakan puluhan jamba yang dibawa oleh para Bundo Kanduang. Mereka berjalan sejauh kurang lebih 600 meter dari Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Agam menuju Balairung Rumah Dinas Bupati Agam. Sepanjang perjalanan, rombongan mendapat iringan alunan kesenian tradisional tambua tansa yang menambah semarak suasana peringatan.
Setelah arakan selesai, seluruh peserta mengikuti tradisi makan bajamba yang menjadi salah satu warisan budaya masyarakat Minangkabau. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Agam Benni Warlis, Wakil Bupati Muhammad Iqbal, jajaran Pemerintah Kabupaten Agam, ninik mamak, tokoh masyarakat, para perantau, serta tamu undangan dari berbagai kalangan.
Dalam sambutannya, Bupati Agam Benni Warlis menyampaikan bahwa perkembangan Lubuk Basung selama 33 tahun terakhir menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Menurutnya, wajah ibu kota Kabupaten Agam kini semakin tertata, asri, dan nyaman bagi masyarakat.
“Hari ini Kota Lubuk Basung semakin asri dan semakin indah. Ke depan tentu akan terus kita tingkatkan,” ujar Benni Warlis.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas utama. Selain memperkuat fungsi Lubuk Basung sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Agam, pemerintah juga ingin menghadirkan fasilitas yang mampu mendukung sektor pariwisata sehingga daerah tersebut semakin menarik untuk dikunjungi.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat agar ikut menjaga kebersihan lingkungan serta memberikan dukungan terhadap berbagai program pembangunan daerah. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan yang sudah berjalan.
Dalam kesempatan tersebut, Benni Warlis memberikan apresiasi kepada para perantau yang selama ini ikut berkontribusi membangun Lubuk Basung. Ia menyebut sejumlah pembangunan yang lahir berkat dukungan para perantau, di antaranya pembangunan gedung di pusat kota oleh Haji Isman serta pembangunan stadion dan lapangan golf oleh Haji Kasmir.
Menurut Benni, berbagai bentuk kontribusi tersebut menunjukkan kuatnya kepedulian para perantau terhadap kampung halaman. Dukungan itu juga memperlihatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat dan para perantau. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi membangun Lubuk Basung,” katanya.
Melalui momentum HUT Ke-33 Lubuk Basung, Bupati berharap semangat kebersamaan terus tumbuh di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga sinergi dalam mendukung pembangunan Kabupaten Agam agar semakin maju di berbagai sektor.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, tokoh adat, masyarakat, dan perantau akan menjadi modal penting dalam mewujudkan Lubuk Basung sebagai ibu kota kabupaten yang semakin representatif sekaligus memiliki daya tarik budaya dan wisata yang kuat.
Menutup sambutannya, Benni Warlis kembali mengajak seluruh masyarakat untuk terus bekerja bersama membangun daerah. Ia berharap semangat peringatan HUT Ke-33 Lubuk Basung menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat dalam menjaga persatuan dan mempercepat kemajuan Kabupaten Agam.
“Teruslah kita bekerja bersama-sama untuk menjadikan Lubuk Basung dan Kabupaten Agam pada umumnya lebih baik lagi. Selamat ulang tahun ke-33, jaya selalu Lubuk Basung,” tutupnya.





