Sopir Truk Diduga Mengantuk Tabrak Pohon Trembesi di Jalan Padang-Solok, Kerugian Capai Rp20 Juta

Sopir Truk Diduga Mengantuk Tabrak Pohon Trembesi di Jalan Padang-Solok, Kerugian Capai Rp20 Juta
Sopir Truk Diduga Mengantuk Tabrak Pohon Trembesi di Jalan Padang-Solok, Kerugian Capai Rp20 Juta – Dok. Pusdalops PB

Salingka Media – Sopir truk diduga mengantuk tabrak pohon trembesi di Jalan Raya Padang-Solok, Kota Padang, Kamis (11/6/2026) pagi. Insiden tersebut menyebabkan sebuah pohon trembesi berukuran besar tumbang dan sempat mengganggu arus lalu lintas di salah satu jalur utama yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kota Padang.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di kawasan Ilalang, RT 04 RW 01, Kelurahan Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan. Saat kejadian berlangsung, aktivitas masyarakat mulai meningkat sehingga dampak kecelakaan langsung memengaruhi kelancaran kendaraan yang melintas di lokasi.

Informasi yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang menyebutkan bahwa kecelakaan bermula ketika sebuah truk melaju dari kawasan Teluk Bayur menuju Indarung. Dalam perjalanan tersebut, kendaraan mengalami kecelakaan tunggal setelah pengemudi kehilangan kendali.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan bahwa pengemudi truk bernama Firman Daus (42) diduga kehilangan konsentrasi karena mengantuk. Kondisi tersebut membuat kendaraan yang dikemudikannya keluar dari jalur dan menghantam pohon taman yang berada di pembatas jalan.

Baca Juga :  Pohon Tumbang di Hotel Mercure Padang, Timpa Dua Mobil

Benturan yang cukup keras membuat pohon trembesi berukuran besar tidak mampu bertahan. Pohon dengan panjang sekitar 20 meter dan diameter kurang lebih 60 sentimeter itu akhirnya roboh dan menutupi sebagian badan jalan.

Akibat kejadian tersebut, akses lalu lintas di Jalan Raya Padang-Solok sempat mengalami hambatan. Batang pohon yang melintang di sebagian ruas jalan memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan saat melintasi lokasi kejadian. Situasi ini terjadi pada jam aktivitas pagi ketika kendaraan mulai ramai menggunakan jalur tersebut.

Selain menyebabkan pohon tumbang, kecelakaan juga menimbulkan kerusakan pada bagian depan truk. Kendaraan mengalami kerusakan cukup signifikan akibat benturan langsung dengan pohon pembatas jalan.

Hendri mengatakan dampak utama dari insiden ini mencakup terganggunya akses jalan raya serta kerusakan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan. Tim terkait kemudian bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan dan menyingkirkan pohon yang menghalangi jalur lalu lintas.

Baca Juga :  John Kenedy Azis: Silat Sebagai Fondasi Pembinaan Karakter dan Jati Diri Generasi Muda di Padang Pariaman

Meski menimbulkan kerusakan material yang cukup besar, kecelakaan ini tidak menelan korban jiwa. Pengemudi selamat dan tidak ada laporan mengenai pengguna jalan lain yang terdampak secara langsung akibat insiden tersebut.

BPBD Kota Padang memperkirakan total kerugian material akibat kejadian ini mencapai sekitar Rp20 juta. Nilai tersebut berasal dari kerusakan kendaraan serta dampak lain yang muncul setelah pohon tumbang di kawasan tersebut.

Petugas bersama pihak terkait melakukan pembersihan lokasi agar arus kendaraan dapat kembali berjalan normal. Proses evakuasi pohon berlangsung hingga seluruh batang dan ranting yang menutupi jalan berhasil dipindahkan dari area lalu lintas.

Setelah pekerjaan penanganan selesai, kondisi jalan kembali normal dan kendaraan dari kedua arah sudah dapat melintas tanpa hambatan. Arus lalu lintas yang sebelumnya terganggu berangsur pulih seperti biasa.

Baca Juga :  Buronan Curat Tabrak Polisi di Padang Pariaman, Tiga Pelaku Masih Diburu

Hendri memastikan seluruh proses penanganan pohon tumbang telah selesai. Dengan demikian, masyarakat dapat kembali menggunakan Jalan Raya Padang-Solok secara aman dan lancar.

Peristiwa sopir truk diduga mengantuk tabrak pohon trembesi ini menjadi pengingat penting bagi para pengemudi agar memastikan kondisi fisik tetap prima sebelum berkendara, terutama saat melakukan perjalanan pada waktu dini hari hingga pagi hari ketika risiko kelelahan dan kantuk cenderung meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *