Kembangkan Penyelidikan PETI Polres Pasaman Barat Amankan Pemilik Alat Berat Ekskavator

Kembangkan Penyelidikan PETI Polres Pasaman Barat Amankan Pemilik Alat Berat Ekskavator

Salingka Media, Pasaman Barat – Kembangkan penyelidikan PETI polres Pasaman Barat amankan pemilik alat berat Excavator. Satuan Reskrim Kepolisian Resor Pasaman Barat (Pasbar) meringkus pelaku tindak pidana penambangan emas tanpa izin inisial DS (50) di Jorong Jambak Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo.

Penangkapan terhadap tersangka berdasarkan LP/ A/255 /X/2022-SPKT Res Pasbar, tanggal 13 Oktober 2022.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Basuki melalui Kasubsipenmas Seksi Humas Ipda Admi Pandowita didampingi Kepala Satuan Reskrim AKP Fahrel Haris mengatakan pelaku kita tangkap pada Selasa (21/2) yang lalu di rumahnya berdasarkan pengembangan terhadap enam orang tersangka yang ditangkap sebelumnya.

Ia mengatakan DS diduga berperan sebagai orang yang menyuruh melakukan dan turut serta melakukan baik sebagai pemodal atau pemilik peralatan ekskavator untuk menambang emas di daerah Rimbo Janduang Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman.

Baca Juga :  Kepala Kanwil kemenkumham Sumbar kunjungan Kerja ke Lapas kelas III Talu

Menurutnya penangkapan tersangka DS merupakan pengembangan penanganan perkara tertangkap tangannya enam orang tersangka pada 13 Oktober 2022 lalu.

“Keenam tersangka sedang melakukan penambangan emas tanpa izin menggunakan dua unit alat berat ekskavator,” katanya.

Ke enam tersangka yang tertangkap tangan tersebut mengakui bahwa penambangan emas yang dilakukan mereka atas suruhan dari tersangka DS termasuk alat berat yang digunakan adalah milik DS.

Selanjutnya atas bukti yang cukup terhadap tersangka DS dilakukan penangkapan untuk dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka.

Tersangka DS saat ini dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Polres Pasaman Barat,” katanya.

Tersangka dikenakan Pasal 158 Jo Pasal 35 Undang-Undang RI Nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-Undang RI nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral batubara Jo Pasal 89 Ayat (1) huruf a Jo Pasal 17 Ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan sebagaimana telah diubah dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja.

Baca Juga :  Kejar Angka Capaian Vaksin, Polres Pasaman Barat Tetap Buka Gerai Pada Hari Minggu

Tersangka diancam hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun serta pidana denda paling banyak Rp10 miliar.

(Hdr)

Dapatkan update berita salingkamedia.com di akun facebook salingka media @salingkamedia serta ikuti juga kami di Google News pada link ini Salingka Media Google News

Tinggalkan Balasan