Bupati Annisa Hadiri Ziarah Amanah Silek Pingian Rantau Batanghari dan Ajak Generasi Muda Lestarikan Warisan Budaya

Bupati Annisa Hadiri Ziarah Amanah Silek Pingian Rantau Batanghari dan Ajak Generasi Muda Lestarikan Warisan Budaya
Bupati Annisa Hadiri Ziarah Amanah Silek Pingian Rantau Batanghari dan Ajak Generasi Muda Lestarikan Warisan Budaya – Dok. Hms

Dharmasraya, Salingka Media – Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menghadiri kegiatan Ziarah Amanah Silek Pingian Rantau Batanghari yang berlangsung di Laman Tuo Silek Pingian, Sungai Dareh, Pulau Punjung, Selasa (10/6/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan keluarga besar Silek Pingian dari berbagai wilayah, termasuk Sumatera Barat, Riau, Jambi, serta sejumlah daerah lainnya.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan kuatnya ikatan persaudaraan yang terjalin di antara para pewaris dan pelestari tradisi Silek Pingian Rantau Batanghari. Acara ini sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antargenerasi dalam menjaga keberlanjutan budaya yang telah diwariskan para guru dan tokoh pendahulu selama lebih dari satu abad.

Dalam sambutannya, Annisa menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Ziarah Amanah Silek Pingian Rantau Batanghari tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga memiliki nilai yang sangat penting dalam menjaga hubungan silaturahmi serta memperkuat komitmen bersama untuk merawat warisan budaya daerah.

Baca Juga :  Komplotan Perampok Bersenjata Lintas Provinsi Diringkus Polres Dharmasraya

Ia menjelaskan bahwa tradisi ziarah tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para guru yang telah mewariskan ilmu dan nilai-nilai kehidupan kepada generasi penerus. Selain itu, kegiatan tersebut mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan asal-usul budaya yang menjadi bagian dari identitas mereka.

Annisa menegaskan bahwa perkembangan zaman dan arus globalisasi tidak boleh mengikis jati diri masyarakat. Sebaliknya, masyarakat perlu memperkuat upaya pelestarian budaya agar nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu tetap hidup di tengah perubahan yang terus berlangsung.

Menurutnya, Silek Pingian Rantau Batanghari memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar seni bela diri. Tradisi tersebut mengajarkan berbagai nilai penting yang melekat dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Nilai adat, ajaran agama, akhlak, penghormatan kepada guru, serta semangat persaudaraan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran Silek Pingian.

Bupati juga menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memandang Silek Pingian Rantau Batanghari sebagai aset budaya yang sangat berharga. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu berperan aktif dalam menjaga keberlangsungannya agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Baca Juga :  Wabup Dharmasraya Leli Arni Hadiri Lomba Solo Song dan Lepas Pawai HUT RI ke-80

Ia mengingatkan bahwa Silek Pingian Rantau Batanghari telah memperoleh pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Status tersebut menunjukkan nilai penting budaya ini di tingkat nasional sekaligus menambah tanggung jawab bersama untuk terus melestarikannya.

Dalam kesempatan itu, Annisa turut mengajak generasi muda Dharmasraya untuk lebih mengenal budaya daerah mereka. Ia mendorong anak-anak muda agar mempelajari dan mencintai tradisi yang diwariskan leluhur sebagai bagian dari upaya menjaga identitas daerah dan bangsa.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab tokoh adat atau komunitas tertentu. Generasi muda juga memegang peran penting dalam memastikan warisan budaya tetap berkembang dan dikenal oleh masyarakat luas di masa depan.

Melalui kegiatan Ziarah Amanah Silek Pingian Rantau Batanghari, Annisa berharap hubungan silaturahmi antaranggota keluarga besar Silek Pingian semakin erat. Ia juga berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat persatuan serta menjaga marwah Silek Pingian Rantau Batanghari sebagai salah satu kebanggaan masyarakat.

Baca Juga :  Penemuan Tragis di Dharmasraya: Remaja Ditemukan Tewas Mengenaskan di Bawah Jembatan

Kegiatan ziarah yang berlangsung di Sungai Dareh itu kembali menegaskan komitmen bersama untuk mempertahankan warisan budaya yang telah hidup selama puluhan tahun. Dengan dukungan masyarakat, tokoh adat, serta generasi muda, Silek Pingian Rantau Batanghari diharapkan terus berkembang dan tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya Minangkabau hingga generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *