Truk Terbalik di Sitinjau Lauik Tepat pada Lokasi Viral Rombongan Arteria Dahlan Berfoto

Truk Terbalik di Sitinjau Lauik Tepat pada Lokasi Viral Rombongan Arteria Dahlan Berfoto
Truk Terbalik di Sitinjau Lauik Tepat pada Lokasi Viral Rombongan Arteria Dahlan Berfoto – Dok. Foto Via sumbardaily

Salingka Media – Kecelakaan tunggal yang melibatkan satu unit truk terbalik di Sitinjau Lauik kembali terjadi pada Senin, 13 April 2026. Peristiwa ini menimpa sebuah truk pengangkut semen yang gagal melewati tanjakan tajam di kawasan Panorama I, Kota Padang. Menariknya, titik kecelakaan tersebut berada tepat di lokasi yang sama dengan aksi rombongan Arteria Dahlan yang sempat berhenti untuk berfoto hingga memicu kritik pedas dari masyarakat di media sosial.

Insiden nahas ini bermula ketika truk bermuatan semen tersebut melaju dari arah Kota Padang menuju Kabupaten Solok sekitar pukul 00.30 WIB. Saat mencoba menaklukkan tanjakan ekstrem di Panorama I, mesin kendaraan kehilangan tenaga sehingga truk tidak kuat menanjak. Truk kemudian bergerak mundur secara tidak terkendali sebelum akhirnya terjatuh dalam posisi miring dan menutup sebagian badan jalan.

Kanit Turjawali Polresta Padang, Iptu Aria Azhari, memberikan penjelasan mendalam mengenai kronologi kejadian tersebut pada Selasa (14/4/2026). Ia menyebutkan bahwa faktor medan yang sangat curam menjadi penyebab utama truk semen itu kehilangan momentum. Aria menegaskan bahwa petugas kepolisian segera menuju lokasi untuk mengamankan situasi dan memulai proses pemindahan muatan yang berserakan di jalan.

Peristiwa truk terbalik di Sitinjau Lauik ini langsung memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran arus lalu lintas di jalur lintas Sumatera tersebut. Mengingat posisi truk yang menghalangi jalan, pihak Polresta Padang terpaksa menjalankan skema sistem buka tutup kendaraan. Langkah ini bertujuan agar pengguna jalan lain tetap bisa melintas meskipun dengan kecepatan yang sangat terbatas dan antrean yang memanjang.

Baca Juga :  Mobil Pickup Hantam Motor di Padang Panjang, Satu Luka Serius

Petugas membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengevakuasi badan truk yang berat serta muatan semen yang tumpah. Proses evakuasi kendaraan besar ini baru selesai sepenuhnya pada tengah hari, sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah petugas berhasil mengangkat badan truk dan membersihkan sisa muatan dari permukaan aspal, kepolisian baru membuka kembali kedua jalur jalan secara normal bagi para pengendara.

Publik memberikan perhatian lebih pada kejadian ini karena posisi jatuhnya truk berada di “tikungan viral”. Beberapa waktu sebelumnya, masyarakat mengecam rombongan politisi Arteria Dahlan yang menggunakan bahu jalan di lokasi tersebut sebagai tempat berfoto. Video yang beredar luas menunjukkan sejumlah mobil mewah dalam pengawalan polisi berhenti tepat di tikungan berbahaya tersebut, sehingga memaksa kendaraan besar seperti truk untuk menghentikan laju mereka di tengah tanjakan.

Keputusan rombongan tersebut untuk berhenti di titik ekstrem ini menuai protes keras karena potensi bahaya yang sangat besar. Netizen melalui akun Threads @joezenzie mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan yang mengabaikan keselamatan publik tersebut. Ia menilai aksi berfoto di tikungan terjal merupakan tindakan yang tidak masuk akal dan sangat membahayakan, baik bagi rombongan itu sendiri maupun bagi sopir-sopir truk yang sedang membawa beban berat.

Baca Juga :  Pencarian di Hutan Bukik Limbo, 24 Orang Termasuk Mahasiswa KKN Unand Ditemukan Selamat

Kehadiran fenomena truk terbalik di Sitinjau Lauik pada titik yang sama seolah membenarkan kekhawatiran para pengguna jalan. Kondisi jalan yang sempit dan curam menuntut fokus penuh dari setiap pengemudi, sehingga aktivitas apa pun yang menghambat jalur tersebut dapat memicu kecelakaan fatal. Jalur Panorama I memang memiliki reputasi sebagai salah satu rute paling menantang bagi para pengemudi kendaraan berat di Sumatera Barat.

Secara teknis, kendaraan bermuatan berat memerlukan ancang-ancang dan tenaga yang stabil saat melewati Panorama I. Gangguan sekecil apa pun, termasuk keberadaan kendaraan lain yang berhenti di badan jalan, dapat merusak ritme kendali sopir truk. Pihak kepolisian pun terus memberikan imbauan agar masyarakat tidak melakukan kegiatan yang tidak mendesak di sepanjang jalur ekstrem ini demi mencegah terulangnya kejadian serupa.

Sitinjau Lauik hingga kini tetap menjadi perhatian utama pemerintah dan aparat keamanan karena frekuensi kecelakaan yang cukup tinggi. Meskipun proses evakuasi truk semen tersebut berjalan lancar tanpa laporan korban jiwa, peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi semua pihak. Para pengguna jalan harus mematuhi aturan keselamatan dan menghargai hak pengguna jalan lain agar risiko kecelakaan di jalur tengkorak ini dapat berkurang.

Baca Juga :  Kunjungi Lokasi Gempa Sumbar, Mensos Perkuat Kemandirian Warga Hadapi Bencana

Melalui kejadian ini, Polresta Padang berharap para pengendara semakin waspada dan selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melintasi tanjakan Panorama I. Kepolisian juga meminta kerja sama masyarakat untuk tidak berhenti atau memarkirkan kendaraan di sepanjang tikungan tajam, terutama hanya untuk sekadar mengambil dokumentasi atau foto yang dapat menghambat kelancaran lalu lintas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *