
Padang Pariaman, Salingka Media – Bupati Pasaman Barat, Yulianto, mengambil langkah strategis untuk mempercepat Pemulihan Lahan Pertanian Pasaman Barat dengan mendampingi kunjungan kerja Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di Provinsi Sumatera Barat pada Selasa (14/4). Kehadiran orang nomor satu di Pasaman Barat tersebut bertujuan untuk memastikan bantuan pusat segera mengalir ke tangan petani yang terdampak bencana. Bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Pasaman Barat, Afdal, Bupati Yulianto memusatkan perhatian pada normalisasi sektor pangan di wilayahnya.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menjadikan momentum kunjungan kerja di Kabupaten Padang Pariaman ini sebagai titik balik pemulihan sektor pertanian. Jajaran eselon I Kementerian Pertanian menginisiasi kegiatan ini bersama Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Sumatera Barat. Dukungan penuh juga datang dari 11 kabupaten dan kota yang merasakan dampak langsung bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Yulianto menjelaskan bahwa agenda utama pertemuan dengan Menteri Pertanian adalah melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev). Evaluasi ini mencakup sejauh mana progres program bantuan yang telah Kementerian Pertanian kucurkan untuk daerah. Fokus utama pemerintah saat ini tertuju pada 11 daerah yang mengalami kerusakan lahan pertanian cukup parah akibat terjangan bencana alam.
Selain mengejar target perbaikan lahan, Yulianto menegaskan bahwa kegiatan ini membawa misi besar untuk mendukung percepatan program swasembada pangan nasional. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memegang komitmen kuat untuk memacu kembali produktivitas petani lokal. Melalui koordinasi intensif dengan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat, Pasaman Barat telah mengamankan alokasi program rehabilitasi serta optimalisasi lahan (oplah) yang sangat krusial bagi keberlangsungan hidup para petani.
Berdasarkan data resmi dari DTPH Pasaman Barat, pemerintah daerah tengah menjalankan serangkaian program pemulihan secara bertahap. Saat ini, program rehabilitasi sawah yang mengalami rusak ringan melalui skema optimasi lahan seluas 172 hektare telah memasuki tahap penandatanganan kontrak. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa proses administrasi berjalan cepat agar petani bisa segera mengolah kembali lahan mereka.
Selain lahan rusak ringan, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat juga menaruh perhatian pada kategori kerusakan lainnya. Pemerintah daerah kini sedang mengusulkan rehabilitasi untuk sawah dengan tingkat kerusakan sedang seluas 48 hektare. Pada saat yang sama, usulan rehabilitasi tahap pertama untuk sawah yang mengalami kerusakan berat seluas 50 hektare juga terus bergerak dalam proses birokrasi pusat. Program-program ini menjadi bagian inti dari upaya menyeluruh Pemulihan Lahan Pertanian Pasaman Barat.
Pemerintah tidak hanya memperbaiki lahan yang rusak akibat bencana, tetapi juga meningkatkan kualitas lahan yang ada. Saat ini, pemerintah menargetkan optimasi lahan sawah reguler dengan indeks pertanaman di bawah dua seluas 1.000 hektare. Konsultan ahli dari Universitas Andalas sekarang sedang menyusun survey investigation design (SID) agar program tersebut memiliki landasan teknis yang kuat dan akurat.
Untuk memperkuat sistem pengairan, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat juga mengusulkan pembangunan 10 unit dam parit di lokasi-lokasi strategis. Infrastruktur pengairan ini masih dalam tahap penyusunan rancangan desain oleh tim teknis. Keberadaan dam parit ini nantinya akan memastikan pasokan air tetap stabil meskipun cuaca tidak menentu, sehingga risiko kegagalan panen di masa depan dapat berkurang secara signifikan.
Sebagai langkah konkret jangka pendek, pemerintah menyalurkan bantuan benih padi untuk lahan terdampak seluas 262 hektare. Pemberian benih unggul ini bertujuan untuk mempercepat siklus tanam kembali sehingga produksi beras di Pasaman Barat tidak terganggu dalam jangka panjang. Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah menjadi kunci utama dalam menyukseskan seluruh agenda Pemulihan Lahan Pertanian Pasaman Barat ini.





