
Padang, Salingka Media – Kebakaran Pasar Raya Padang menghanguskan 34 bangunan di kawasan Kampung Jao Dalam, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Jumat (12/6/2026) sore. Peristiwa tersebut memaksa 38 warga meninggalkan tempat tinggal mereka setelah api melalap rumah dan puluhan petak kontrakan yang berada di area padat penduduk tersebut.
Kebakaran terjadi di dalam kawasan Pasar Raya Padang yang dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat. Api dengan cepat menyebar dan menghanguskan dua rumah permanen serta 32 petak rumah kontrakan yang berdiri berdekatan. Selain itu, kobaran api juga menjalar ke sebuah gudang penyimpanan sparepart sepeda motor yang berada tidak jauh dari titik awal kebakaran.
Kepala Bidang Operasi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, menjelaskan bahwa petugas menerima laporan pertama pada pukul 16.32 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, tim pemadam langsung bergerak menuju lokasi.
Menurut Rinaldi, petugas mengerahkan armada pertama hanya satu menit setelah menerima laporan dari warga. Tim kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 16.40 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas ke bangunan lain di sekitar kawasan pasar.
Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Agha Bernarco (36). Saat berada di sekitar lokasi, ia melihat api membesar dari salah satu rumah petak yang berada di kawasan tersebut.
Melihat kondisi itu, Agha segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang untuk meminta bantuan. Laporan cepat dari saksi membantu petugas merespons kejadian dalam waktu singkat.
Meski demikian, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Petugas menghadapi berbagai hambatan saat berusaha menjangkau sumber api. Lokasi kebakaran berada di kawasan permukiman padat dengan akses jalan yang relatif sempit sehingga kendaraan pemadam harus bergerak dengan sangat hati-hati.
Selain persoalan akses, banyak warga yang berkumpul di sekitar area kebakaran. Kondisi tersebut membuat petugas membutuhkan upaya ekstra untuk menjangkau titik-titik api yang terus membesar di antara bangunan yang berdempetan.
Rinaldi mengatakan situasi di lapangan cukup menantang karena lokasi berada di dalam kawasan Pasar Raya Padang yang ramai aktivitas masyarakat. Faktor tersebut membuat proses pengendalian api membutuhkan koordinasi yang lebih intensif.
Untuk mengatasi kebakaran Pasar Raya Padang, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mengerahkan 10 unit armada pemadam dan sekitar 100 personel. Seluruh personel bekerja secara terpadu untuk mempercepat proses pemadaman dan mencegah api merambat lebih luas.
Selain petugas pemadam kebakaran, sejumlah unsur lain juga ikut membantu penanganan di lapangan. Personel TNI, Polri, Satgas, PLN, serta PMI Kota Padang turut mendukung proses pengamanan dan pemadaman.
Berkat kerja sama seluruh pihak, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api sepenuhnya pada pukul 17.49 WIB. Dengan demikian, kobaran api tidak lagi mengancam bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Akibat kebakaran Pasar Raya Padang tersebut, sekitar 38 jiwa kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi. Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 1.000 meter persegi.
Kerusakan paling besar terjadi pada rumah milik Nasrul (61) dan Noza Elvita (37), termasuk puluhan petak kontrakan yang mereka miliki. Bangunan-bangunan tersebut mengalami kerusakan berat setelah api melahap sebagian besar area permukiman.
Sementara itu, gudang sparepart sepeda motor milik Helmi Yulfina (53) hanya mengalami kerusakan ringan karena terdampak kobaran api dari bangunan di sekitarnya.
Meski kerugian material cukup besar, petugas memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang memperkirakan total kerugian akibat kebakaran mencapai sekitar Rp1,2 miliar.
Hingga Jumat malam, aparat kepolisian masih mengumpulkan informasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Polisi juga terus memeriksa lokasi kejadian guna mengetahui sumber awal munculnya api yang menghanguskan puluhan bangunan di kawasan Pasar Raya Padang tersebut.





