
Salingka Media, Padang – Peristiwa mobil masuk jurang 80 meter di Sitinjau Lauik berakhir tragis setelah tim SAR gabungan menemukan seorang korban dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (3/7/2026) dini hari.
Korban bernama Muhammad Fajri (31), warga Lubuk Kilangan, Kota Padang. Tim menemukan korban dalam keadaan terjepit di dalam kendaraan yang terperosok ke jurang sedalam sekitar 80 meter di kawasan Panorama Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan.
Tim SAR gabungan menghadapi proses evakuasi yang sulit karena harus menuruni lereng curam pada malam hari dengan jarak pandang yang terbatas. Dantim Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Tri Desyu Herman, mengatakan tim tiba di lokasi kejadian pada Kamis malam pukul 23.07 WIB dan langsung melakukan koordinasi sebelum memulai evakuasi.
Petugas membutuhkan waktu hampir dua jam untuk mengeluarkan korban dari dalam kendaraan yang mengalami kerusakan parah. Tim menggunakan peralatan mountaineering dan perlengkapan ekstrikasi untuk membebaskan korban yang terjepit.
Korban akhirnya berhasil dikeluarkan dari kendaraan pada Jumat pukul 00.44 WIB. Petugas kemudian membawa korban menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Semen Padang.
Kasus mobil masuk jurang 80 meter di Sitinjau Lauik melibatkan sebanyak 38 personel gabungan. Personel tersebut berasal dari Kantor SAR Padang, Polresta Padang, Polsek Lubuk Kilangan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, BPBD Kota Padang, Ambulans Marola, Amal Zakat, serta masyarakat setempat.
Setelah mengevakuasi korban, tim kembali menyisir area sekitar jurang untuk memastikan tidak ada korban lain. Tim kemudian menggelar debriefing pada pukul 01.23 WIB dan resmi menutup operasi pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan pihaknya menerima laporan pertama dari seorang wartawan pada Kamis pukul 22.03 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, Kantor SAR Padang langsung mengirim enam personel penyelamat ke lokasi kejadian.
Tim penyelamat juga membawa berbagai perlengkapan khusus, antara lain peralatan ekstrikasi, peralatan mountaineering, perlengkapan medis, perangkat evakuasi, dan alat komunikasi untuk menghadapi medan yang berat.
Menurut Abdul Malik, minimnya jarak pandang akibat kondisi malam menjadi tantangan utama selama proses evakuasi. Meski demikian, seluruh personel tetap berupaya maksimal dalam menangani kasus mobil masuk jurang 80 meter di Sitinjau Lauik hingga operasi selesai.






