
Padang, Salingka Media – Kebakaran rumah dan depot air di Alai Parak Kopi Padang menghanguskan satu bangunan yang juga berfungsi sebagai warung dan usaha depot air isi ulang di Komplek Vila Raya Indah Blok C2, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Selasa (9/6/2026) siang. Peristiwa tersebut menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp800 juta.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.10 WIB. Api pertama kali terlihat muncul dari area dapur rumah milik Haryansyah (44). Seorang saksi bernama Andri (62) yang mengetahui kejadian itu segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang untuk meminta bantuan.
Petugas Damkar Kota Padang langsung bergerak menuju lokasi sesaat setelah menerima laporan. Tim pemadam berupaya mengendalikan api agar tidak merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Rumah yang terbakar tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi lokasi usaha toko kelontong dan depot air isi ulang. Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 20 x 10 meter persegi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Budi Payan, mengungkapkan bahwa bangunan tersebut dihuni oleh tiga kepala keluarga dengan total delapan orang penghuni. Seluruh penghuni terdampak akibat kebakaran yang menghanguskan sebagian besar bangunan.
Dalam insiden tersebut, seorang penghuni bernama A Basli Sikumbang (82) mengalami luka bakar ringan. Meski demikian, petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Kami bersyukur tidak ada korban meninggal dunia. Namun kerugian yang ditimbulkan cukup besar karena rumah, warung, dan depot air isi ulang mengalami kerusakan berat,” ujar Budi Payan berdasarkan laporan tim di lapangan.
Kebakaran rumah dan depot air di Alai Parak Kopi Padang juga mengancam bangunan lain yang berada di kawasan permukiman padat tersebut. Berkat respons cepat petugas, sekitar 10 bangunan di sekitar lokasi berhasil terlindungi dari kobaran api. Nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar.
Proses pemadaman berlangsung cukup menantang. Petugas menghadapi kondisi akses jalan yang sempit sehingga menyulitkan pergerakan armada menuju titik kebakaran. Selain itu, banyak warga yang memadati area kejadian sehingga petugas harus bekerja ekstra untuk menjaga kelancaran proses pemadaman.
Untuk mengatasi kebakaran tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mengerahkan delapan unit armada pemadam kebakaran dan sekitar 90 personel. Seluruh petugas bekerja secara terkoordinasi untuk memadamkan api sekaligus mencegah penyebarannya ke bangunan lain.
Berdasarkan keterangan awal dari saksi dan hasil pengamatan petugas di lapangan, api diduga berasal dari percikan yang muncul di area dapur rumah. Namun hingga saat ini pihak berwenang masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
Kebakaran rumah dan depot air di Alai Parak Kopi Padang menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal. Instalasi listrik yang tidak aman, penggunaan peralatan elektronik, serta aktivitas memasak perlu mendapat perhatian agar risiko kebakaran dapat diminimalkan.
Pihak pemadam kebakaran juga mengimbau warga agar segera melaporkan kejadian apabila melihat tanda-tanda kebakaran. Laporan yang cepat dapat membantu petugas mengambil tindakan lebih awal sehingga kerugian yang lebih besar dapat dicegah.
Hingga berita ini ditulis, pihak terkait masih mengumpulkan informasi tambahan mengenai penyebab kebakaran. Sementara itu, para penghuni yang terdampak berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan setelah api berhasil dipadamkan.





