Padang  

Tim Klewang Tangkap Tiga Pelaku Pungli Truk di Padang Setelah Video Viral

Tim Klewang Tangkap Tiga Pelaku Pungli Truk di Padang yang Meresahkan Sopir

Tim Klewang Tangkap Tiga Pelaku Pungli Truk di Padang Setelah Video Viral
Tim Klewang Tangkap Tiga Pelaku Pungli Truk di Padang Setelah Video Viral – Dok. Foto Via dirgantaraonline

Salingka Media – Tim Klewang Polresta Padang sukses tangkap tiga pelaku pungli truk di Padang yang selama ini memeras para pengemudi di kawasan Bypass, Kecamatan Lubuk Begalung. Penangkapan ini berawal dari keresahan masyarakat yang menyaksikan rekaman video amatir berdurasi satu menit di media sosial Facebook. Dalam video tersebut, para pelaku meminta sejumlah uang secara paksa kepada sopir truk yang hendak memasuki gerbang PT Incasi Raya.

Aiptu David Rico Darmawan, atau yang akrab dengan sapaan David WW, memimpin langsung operasi penindakan ini pada Rabu sore, 18 Februari 2026. Petugas bergerak cepat menuju lokasi kejadian setelah memvalidasi informasi yang beredar luas di tengah warga net. Tindakan tegas ini menjadi jawaban atas keluhan para sopir yang merasa terbebani oleh pungutan liar bermodus biaya parkir tersebut.

Personel Tim Klewang tiba di lokasi dan langsung menjumpai aktivitas mencurigakan di depan gerbang perusahaan. Petugas mendapati dua pria yang sedang menjalankan aksi sebagai juru parkir ilegal. Berdasarkan pemeriksaan di lapangan, kedua pria tersebut menghampiri setiap truk yang akan melakukan bongkar muat barang.

Baca Juga :  Saldo Rekening Ludes! Geng Ganjal ATM Padang Ditangkap, Puluhan Juta Rupiah Milik Korban Raib

Para pelaku mematok tarif yang bervariasi kepada setiap sopir, mulai dari Rp10.000 hingga Rp20.000 per kendaraan. Mereka menggunakan dalih biaya pengaturan parkir untuk melegalkan pungutan tersebut, meskipun mereka tidak memiliki izin resmi dari instansi terkait. Selain dua eksekutor lapangan, polisi juga mengamankan satu pria tambahan untuk mendalami peran masing-masing dalam jaringan ini.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, menjelaskan bahwa pihak kepolisian tidak memberikan ruang bagi praktik premanisme di wilayah hukumnya. Beliau menegaskan bahwa laporan masyarakat dan bukti video viral menjadi dasar utama bagi petugas untuk meringkus para tersangka. Saat ini, ketiga pria tersebut mendekam di Mapolresta Padang guna menjalani pemeriksaan lebih mendalam oleh tim penyidik.

Aksi tangkap tiga pelaku pungli truk di Padang ini mendapat dukungan penuh dari para pengguna jalan, terutama sopir truk logistik. Video aksi pungli tersebut telah tayang sebanyak 65.000 kali dan memicu kemarahan warganet yang menuntut keadilan bagi para pekerja transportasi. Para sopir mengeluhkan beban biaya tambahan yang harus mereka keluarkan di tengah tingginya biaya operasional kendaraan.

Baca Juga :  Menyeret Korban Dengan Mobil, 2 Pemuda yang Diduga Pelaku Penganiayaan berhasil diamankan Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang

Indra, salah seorang pengemudi truk yang sering melintasi kawasan tersebut, mengakui bahwa praktik pungli ini sudah sering terjadi. Ia memaparkan bahwa para oknum tersebut sering mempersulit gerak kendaraan jika sopir menolak membayar uang “parkir” yang mereka minta. Banyak sopir terpaksa menyerahkan uang demi kelancaran proses bongkar muat dan menghindari konflik fisik dengan para preman di lokasi tersebut.

Keresahan para sopir ini menjadi fokus utama Polresta Padang dalam membersihkan kawasan industri dari praktik pemalakan. Nominal Rp20.000 mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang, namun bagi sopir yang keluar masuk area perusahaan berkali-kali, angka tersebut sangat menguras pendapatan harian mereka.

Pihak kepolisian saat ini terus menelusuri apakah aksi ini melibatkan pihak lain atau merupakan inisiatif pribadi para pelaku. Kombes Pol Apri Wibowo memastikan bahwa proses hukum akan terus berjalan jika penyidik menemukan unsur pidana yang kuat. Polisi berkomitmen untuk menjaga iklim usaha di Kota Padang agar tetap kondusif dan bebas dari gangguan keamanan.

Keberhasilan polisi tangkap tiga pelaku pungli truk di Padang membuktikan bahwa partisipasi aktif masyarakat melalui media sosial sangat membantu kinerja aparat. Kapolresta mengapresiasi keberanian warga yang merekam dan menyebarkan aksi kejahatan tersebut sehingga petugas bisa segera mengidentifikasi pelaku. Langkah ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi oknum-oknum lain yang masih mencoba melakukan pungutan liar di wilayah Kota Padang.

Baca Juga :  Kebakaran Toko Plastik Lubuk Begalung Kota Padang Hanguskan Aset Senilai 1,5 Miliar Rupiah

Polresta Padang mengimbau agar para sopir dan pelaku usaha tidak ragu melaporkan segala bentuk intimidasi atau pemerasan di jalan raya. Kehadiran Tim Klewang di tengah masyarakat bertujuan untuk memberikan rasa aman dan memastikan roda ekonomi berjalan tanpa hambatan dari oknum tidak bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *