Update Gempa Pasbar (Sabtu 05/03) : PMI Mulai Hitung Kebutuhan Hunian Sementara

Update Gempa Pasbar (Sabtu 0503) PMI Mulai Hitung Kebutuhan Hunian Sementara

Salingka Media, Pasaman Barat – Update gempa Pasbar (Sabtu 05/03) : PMI mulai hitung kebutuhan hunian sementara. Tim Operasi Tanggap Darurat Bencana (TDB) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasaman Barat kembali memperbaharui data penanganan bencana gempa dengan jumlah korban meninggal tetap sembilan orang dan jumlah pengungsi yang sudah terdata mengalami penurunan menjadi 9.207 jiwa.

Koordinator Lapangan Tim Operasi TDB PMI setempat, Rida Warsa, mengatakan data tersebut berdasarkan hasil laporan kegiatan operasi tanggap darurat dan assesment yang dilakukan oleh tim relawan yang diterjunkan langsung ke titik lokasi bencana hingga Sabtu (04/03) malam, dan sudah disandingkan dengan data penanganan pada hari sebelumnya.

“Adapun kejadian yang dicatatkan Posko TDB PMI Pasaman Barat hari ini adalah pembangunan Rumah Hunian Sementara (Huntara) sudah mulai dipersiapkan untuk mengatasi kebutuhan hunian yang layak dan manusiawi bagi masyarakat terdampak bencana,” sebutnya.

Kegiatan tersebut, lanjutnya, merupakan salah satu layanan yang diberikan PMI untuk membantu masyarakat dalam kegiatan kemanusiaan bidang kebencanaan.

“Berdasarkan perhitungan sementara dibutuhkan sebanyak 2.500 unit lebih hunian bagi masyarakat terdampak yang saat ini masih di pengungsian dan harus kembali jika masa tanggap darurat dinyatakan selesai, ” ulasnya.

Update Gempa Pasbar (Sabtu 0503) PMI Mulai Hitung Kebutuhan Hunian Sementara
Update Gempa Pasbar (Sabtu 05/03) : PMI Mulai Hitung Kebutuhan Hunian Sementara

Terkait situasi penanganan korban bencana, jelasnya, untuk korban luka-luka sebanyak 109 orang dan untuk rumah warga yang rusak sudah terdata sebanyak 2.392 unit.

Untuk layanan distribusi air bersih ke warga yang mengungsi, hingga hari ini sudah berhasil tersalurkan sebanyak 57.000 liter dan sejak hari ini koordinasi pendistribusian diambil alih oleh pihak TDB Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.

Sementara untuk layanan kesehatan gratis, tim medis PMI sudah memberikan layanan kepada 519 jiwa warga yang mengalami penurunan daya tahan tubuh.

Ia menambahkan, untuk kesiapan relawan yang disiagakan, hari ini pihaknya menerjunkan sebanyak 42 orang relawan gabungan dari PMI Sumatera Barat, Pasaman Barat serta beberapa relawan PMI Kabupaten/Kota lainnya.

Terkait jumlah logistik yang diterima hari ini, Rida menjelaskan Tim Logistik TDB PMI Pasbar telah menerima sejumlah barang yang akan didistribusikan secara bertahap kepada warga yang mengungsi sesuai kebutuhan dan kemampuan yang ada.

“Adapun logistik yang diterima berupa bantuan Nasi Bungkus dari kelompok masyarakat peduli, sebanyak 800 porsi, ” terangnya.

Sebelumnya, juga diterima barang kebutuhan pengungsi dari gudang logistik PMI Sumatera Barat berupa Family Kit, Tikar, Terpal, Tenda Keluarga, Masker, Jerigen Air, Baskom, Sarung dan Tikar.

Ia mengatakan, untuk kendaraan pendukung operasi yang disiagakan antara lain tiga unit ambulans , satu unit bus donor darah, satu unit mobil double kabin, satu unit mobil tangki air bersih, satu unit mobil tangki Gunner Truck dan dua unit kendaraan roda dua, ” tutupnya.

Sebelumnya, Tim Relawan Kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Pasaman Barat bersama PMI Provinsi Sumatera Barat, meluncurkan layanan infografis terkait Laporan Situasi Penanganan Tanggap Darurat Bencana (TDB) Gempa Bumi 6,2 SR, yang telah meluluhlantakan sejumlah kawasan permukiman di Kabupaten itu, Jum’at (25/02).

Koordinator Lapangan Tim TDB PMI setempat, Rida Warsa, di Simpang Ampek, Senin (28/02), mengatakan layanan tersebut berupa papan informasi yang memuat tentang data hasil assesment, jenis layanan dan informasi ketersediaan logistik, titik pengungsian serta unit kendaraan pendukung yang digunakan oleh tim relawan organisasi kemanusiaan itu selama masa tanggap darurat berlangsung.

“Mulai hari ini layanan informasi sudah dapat diakses dan sudah ditempel di Posko TDB milik PMI di Markas PMI Pasaman Barat, kawasan komplek perkantoran di Simpang Ampek Pasaman Baru,” ulasnya.*

Baca Juga :  Longsor Natuna, Kepala BNPB Minta Prioritaskan Cari Warga yang Hilang di Pulau Serasan

Tinggalkan Balasan