TSR Bupati Pasbar Sambangi Warga Bunuik Kinali, Hamsuardi: Kedepan 30 persen warga Pasbar Hafiz Al-Qur’an

TSR Bupati Pasbar Sambangi Warga Bunuik Kinali, Hamsuardi: Kedepan 30 persen warga Pasbar Hafiz Al-Qur'an

Salingka Media, Pasaman Barat – TSR Bupati Pasbar Sambangi Warga Bunuik Kinali, Hamsuardi: Kedepan 30 persen warga Pasbar Hafiz Al-Qur’an. Tim Safari Ramadan (TSR) X Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Rabu (13/4) menyambangi jemaah Masjid Taqwa Muhammadiyah di Alamanda, Jorong Bunuik Kecamatan Kinali. Bupati Hamsuardi menargetkan di masa mendatang 30 persen warga Pasbar hafiz Al-Qur’an.

Dalam tim yang diketuai oleh Bupati Hamsuardi tersebut, juga diikuti oleh Ketua TP PKK Ny Titi Hamsuardi, asisten, Kepala OPD, kepala Perbankan, camat, wali nagari setempat, jorong dan stakeholder terkait lainnya.

Dalam kesempatan itu, TSR juga menyerahkan bantuan sebesar Rp 15 juta, karpet dan Al-Qur’an. Tim juga membawa penceramah agama yang mengisi pengajian di bulan Ramadan yang penuh berkah itu.

Baca Juga :  Kembangkan Penyelidikan PETI Polres Pasaman Barat Amankan Pemilik Alat Berat Ekskavator

Bupati Hamsuardi mengatakan di bulan Ramadan dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, dan memperbanyak ibadah. Karena setiap insan diyakini memiliki dosa dan kesalahan. Apalagi saat ini sudah ada program pemerintah tentang peningkatan keagamaan.

“Kita punya program magrib mengaji, Tahfiz Al-Qur’an SMP, SD. Saya punya impian, punya cita cita di masa mendatang sebanyak 30 persen masyarakat Pasbar hafal Al-Qur’an. Untuk menciptakan masyarakat yang seperti itu, maka di mulai dari saat ini,”kata Hamsuardi.

Pasalnya, jika sudah di dalam hati dan pikiran ada Al-Qur’an diyakini akan banyak masyarakat yang Husnul khatimah. Selain itu Ia juga menghimbau masyarakat agar secara bersama mencegah kemungkaran demi terciptanya kebaikan bersama.

Baca Juga :  Wapres Ma'ruf Amin Puji Komitmen Pemprov Sumbar

“Kita musti amal makruf nahi mungkar. Di bulan yang penuh kebaikan ini mari kita tingkatkan keimanan kita, kita perhatikan anak perempuan kita agar senantiasa selalu menutup aurat,”ujarnya.

Namun, untuk menciptakan itu semua lanjut Hamsuardi tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Harus melibatkan seluruh stakeholder terkait mulai dari tokoh masyarakat hingga pemerintah.

“Misalnya, satu orang saja perempuan dewasa yang hadir saat ini tidak menutup aurat. Yang berdosa bukan saja si perempuan itu, namun kita para lelaki juga berdosa. Untuk itu, mari kita bersama menegakkan agama Allah ini,”ucap Hamsuardi.

Tinggalkan Balasan