Sengketa Lahan, Dua Kelompok Massa Terlibat Bentrok di Pasbar

Salingka Media, Pasaman Barat – Dua kelompok massa di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, diketahui terlibat bentrok fisik hingga menimbulkan korban luka-luka di lokasi areal perkebunan kelompok tani Bali Grup.

Peristiwa ini terjadi di kawasan KUD SAIYO BALI GRUP yang mana tanah di sengketa kan itu oleh kaum Garuntang Nagari Aia Gadang Kecamatan Pasaman, pada Sabtu (18/06) sore.

Pantauan wartawan, kejadian tersebut sempat direkam melalui gawai milik salah satu kelompok massa dan terlihat belasan orang tampak melakukan pengejaran terhadap anggota kelompok massa lainnya.

Diungkapkan salah seorang saksi mata, Syafril (36), kejadian tersebut berawal dari adanya upaya pihaknya bersama 80 orang petani pemilik sertifikat hak milik dilahan konflik, mendatangi lokasi untuk membujuk kelompok masyarakat yang menduduki lahan agar bersedia meninggalkan lokasi yang sudah mereka duduki sejak setahun lalu.

Baca Juga :  Jaga Dan Lestarikan Sumber Daya Alam, Bupati Hamsuardi Tebar 10.000 Bibit Ikan Di Pokmaswas Muda Karya Ujung Gading

“Namun pada saat dialog tiba-tiba kami disiram dengan air panas dan air bercampur cabai serta melempari kami dengan batu sebelum salah seorang pemilik lahan diserang dan dipukuli hingga mengalami luka di bagian kepala, ” sebutnya.

Melihat kondisi semakin tidak aman, lanjutnya, pihaknya mencoba melakukan pembelaan diri sambil mengambil tindakan mundur ke lokasi yang lebih aman karena khawatir akan jatuh korban lebih banyak.

Menurutnya, setelah bentrokan terjadi pihaknya langsung mendatangi Kantor Polres Pasaman Barat untuk melaporkan peristiwa tersebut dan melakukan pengobatan terhadap warga yang menjadi korban luka-luka.

“Sesaat setelah kejadian pihak petugas keamanan sudah berada di lokasi kejadian untuk melerai dan mengamankan situasi, ” sebutnya.

Baca Juga :  AHY Kunjungi Koban Gempa Pasbar, Hamsuardi : Terimakasih Ketum Demokrat

Hingga berita ini diturunkan, korban luka masih dalam pemeriksaan pihak penyidik Kepolisian Resor Pasaman Barat, untuk diambil keterangannya setelah dilakukan visum di Rumah Sakit Yarsi Ibnu Sina Simpang Empat.

Dugaan sementara, kejadian itu dipicu oleh sikap masing-masing kelompok massa yang berusaha mempertahankan hak mereka dan bentrokan mereda setelah pihak Polres setempat mengerahkan personil gabungan untuk melerai.

Hingga malam ini, sejumlah petugas masih berjaga-jaga disekitar lokasi kejadian guna menghindari kemungkinan terjadinya bentrokan susulan.

Sementara suasana di Markas Polres Pasaman Barat, hingga saat ini terpantau kondusif dan aman meskipun sempat beredar kabar utusan kedua kelompok massa akan melakukan aksi saling lapor ke pihak kepolisian setempat.

Baca Juga :  Pemkab Pasbar Ikut Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2021

yaswardi

Tinggalkan Balasan