Merosotnya Pendidikan Adat Dan Agama, Generasi Minangkabau Terancam Kehilangan Arah

Falsafah yang mengemuka, "adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah," seolah menjadi pijakan tetap, namun dalam beberapa dekade terakhir, kejatuhan tersebut mengkhawatirkan

Merosotnya Pendidikan Adat dan Agama: Generasi Minangkabau Terancam Kehilangan Arah
Merosotnya Pendidikan Adat dan Agama: Generasi Minangkabau Terancam Kehilangan Arah(photo mesjid raya sumbar)

Salingka Media, Sumbar – Ranah Minang, yang dikenal dengan kekayaan tradisi adat dan budaya yang memikat, kini dihadapkan pada tantangan besar dalam menjaga integritas nilai-nilai etika dan akhlak di era modernisasi yang pesat.

Falsafah yang mengemuka, “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah,” seolah menjadi pijakan tetap, namun dalam beberapa dekade terakhir, kejatuhan tersebut mengkhawatirkan.

Seperti kita lihat dewasa ini, beberapa persoalan di Ranah Minang :

  •  Dampak Modernisasi dan Globalisasi :

Transformasi modern membawa gelombang perubahan yang signifikan dalam pola pikir serta gaya hidup masyarakat.

Gelombang globalisasi, sementara itu, membawa arus informasi yang tanpa batas, sering kali bertabrakan dengan esensi lokal.

Akibatnya, generasi muda terpapar oleh budaya asing yang bertentangan dengan norma-norma adat setempat.

  • Redupnya Pendidikan Adat dan Agama :

Dulu, ajaran adat dan agama menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, seiring berjalannya waktu, pengajaran tersebut mulai meredup.

Peran surau dan rumah gadang sebagai pusat pendidikan informal pun semakin berkurang, digantikan oleh pendidikan formal yang kurang memperhatikan warisan lokal.

  • Kehilangan Teladan yang Kuat :

Pemimpin adat dan tokoh masyarakat seharusnya menjadi pilar moral.

Namun, beberapa kasus pelanggaran etika yang melibatkan tokoh publik telah mengguncang kepercayaan masyarakat.

Tanpa teladan yang kuat, nilai-nilai yang dijunjung tinggi sulit dipertahankan.

Beberapa konsekuensi dari Krisis Etika dan Akhlak

  • Meningkatnya Pertikaian Sosial :

Perlambatan nilai etika telah memperkuat konflik sosial.

Ketidakjujuran, ketidakadilan, dan pelanggaran norma menghasilkan ketegangan antarindividu dan antar kelompok dalam masyarakat.

  • Ancaman Kehilangan Identitas Budaya :

Kehilangan pemahaman dan praktik terhadap adat Minangkabau mengancam identitas budaya.

Generasi muda yang terputus dari warisan budaya akan mengalami kehilangan identitas, merenggut keberagaman Minangkabau.

  • Potensi Merosotnya Moralitas :

Penurunan akhlak berpotensi memicu perilaku negatif seperti korupsi, kekerasan, dan penyalahgunaan kekuasaan.

Ini bukan hanya merugikan individu, tetapi juga mengancam struktur sosial secara keseluruhan.

Kesimpulan ;

Masyarakat Minangkabau memiliki warisan budaya yang sangat berharga.

Di tengah arus perubahan global, menjaga integritas akhlak dan etika adalah tugas bersama.

Kearifan lokal dalam adat Minangkabau dapat menjadi pedoman dalam menghadapi perubahan zaman.

Dengan upaya bersama dari berbagai pihak, kita dapat mengembalikan dan memperkuat nilai-nilai akhlak dan etika di Ranah Minang.

Hal ini bukan hanya untuk menjaga warisan budaya, tetapi juga untuk membangun masyarakat yang harmonis, adil, dan bermartabat.

Dengan memegang teguh prinsip “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah,” kita dapat menavigasi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri dan identitas sebagai masyarakat Minangkabau yang bermartabat.(*)

 

Sumber/referensi :

  1. Buku dan Artikel Akademik :
  • Naim, Mochtar. “Merantau: Pola Migrasi Suku Minangkabau.” Pustaka LP3ES Indonesia, 1979.
  • Navis, A.A. “Alam Terkembang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau.” Grafiti Press, 1984.
  • Dobbin, Christine. “Economic Change in Minangkabau as a Factor in the Rise of the Padri Movement, 1784–1830.” Journal of Southeast Asian Studies, 1977.
  1. Jurnal dan Makalah Penelitian :
  • Yunasril, Nadir. “Modernisasi dan Perubahan Sosial di Minangkabau.” Jurnal Sosiologi, Vol. 14, No. 2, 2010.
  • Syafri, Arief. “Krisis Etika dalam Masyarakat Minangkabau Kontemporer.” Jurnal Kebudayaan Indonesia, Vol. 5, No. 3, 2015.
  1. Berita dan Opini di Media Massa :

 

  1. Laporan dan Statistik Resmi :
  • Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, “Data Sosial dan Ekonomi Masyarakat Minangkabau,” 2021.

Tinggalkan Balasan