Jambore Penggiat Alam Sumatera Barat 2022 Resmi Ditutup

Jambore Penggiat Alam Sumatera Barat 2022 Resmi Ditutup
Jambore Penggiat Alam Sumatera Barat 2022 Resmi Ditutup

Salingka Media, Solok – Jambore Penggiat Alam Sumatera Barat 2022 resmi ditutup, penutupan kegiatan Jambore dengan anggota peserta yang berasal dari 18 organisasi dan 2 dari SAKA POLRES, berlangsung aman dan sukses.

Penutupan kegiatan tersebut diadakan di Taman Pramuka, Pulau Belibis Kota Solok, Sumatra Barat, pada hari Minggu, 27 Februari. Acara ditutup oleh perwakilan dari Polres Kota Solok, Kanitbimas Ipda M. Hendri.

Doa bersama, pidato Pesan dan Kesan dari Narasumber, (Pakar Mitigasi Bencana) H. Somasuparsa SE, selaku Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana Jawa Barat, dan pidato dari Ketua Panitia penyelenggara.

Hari Siswan – Ketua Panitia Acara Jambore Penggiat Alam Sumatera Barat 2022

“Terima kasih saya ucapkan kepada semua panitia pelaksana, tim support (Distributor Pupuk Organik STU PLUS, Mitra acara (Salingka Media), yang senantiasa terus mendampingi kegiatan ini sampai selesai, rekan rekan yang terlibat dalam mensukseskan kegiatan ini”, kata Hari dalam pidatonya.

“Terima kasih semua dukungan dan masukan agar dapat sukseskan acara ini, semua rangkaian kegiatan ini yang mana ada 12 materi pokok dan 2 materi ekstra akan menjadi bekal bagi kami ke depannya”.

“Dan kami sangat bersyukur atas semua dukungan dari segala pihak baik dari pemerintah pusat maupun daerah serta semua senior senior tanpa membedakannya, terutama Sekber Pecinta Alam Sumatra Barat,” ujar Hari.

Baca Juga :  Tim Opsnal Satresnarkoba Terima Penghargaan Dari Kapolres Pasaman Barat

Hari juga mengatakan kepada awak media bahwa “kegiatan ini mudah-mudahan menjadi tindak lanjut ke depannya bagi kami sebagai panitia dan terimakasih kepada seluruh dukungan baik itu dari pemerintah daerah Provinsi dan pemerintah daerah kabupaten serta Polda Sumatera Barat, semua kalangan tanpa terkecuali saya sebutkan namanya satu persatu dan terimakasih kepada salingka media yang telah support kegiatan ini”

“Jadi kegiatan ini sebenarnya adalah kegiatan bagi kami penggiat alam yang berkolaborasi dengan dengan dunia kepariwisataan, kebencanaan serta dunia usaha.

Disinilah kami berbagi ilmu, mudah-mudahan pemerintah daerah baik itu provinsi dan pemerintah daerah kota/kabupaten se-sumatera barat menjadi salah satu tolak ukur kegiatan ini.

Mudah-mudahan di daerah-daerah yang lain menjadi tempat atau sebagai jambore penggiat alam yang ke dua.

Hal ini kami lakukan semata-mata untuk menjaga silaturahmi kegiatan serta saling berbagi ilmu dan silaturahmi kepada senior-senior kami yang berkumpul di kegiatan ini tanpa kecuali dan tanpa kami bedakan mereka siapa dan darimana organisasi mereka,” tutur hari pada awak media.

Salam penggiat alam, dengan sepakat kami membuat moto kegiatan ini “JAMBORE PENGGIAT ALAM ,KITA JAGA ALAM ALAM AKAN JAGA KITA”

H. Soma Suparsa dari wanadri – salah satu pemberi materi Jambore Penggiat Alam Sumatera Barat 2022

H. Soma Suparsa yang akrab di panggil abah soma sebagai pemberi materi dari Wanadri dan ketua forum penanggulangan bencana jawa barat.

Baca Juga :  Budi Suci, Silat Warisan Budaya Minangkabau

Abah soma juga menyampaikan kepada awak media “kegiatan Jambore ini sangat luar biasa karena saya lihat ada beberapa poin menjadi modal utama buat kegiatan jambore berikutnya.

Pertama, antusiasme para peserta ini sangat luar biasa, dia mampu mengorbankan waktunya ketika teman-teman lainnya yang bermalam minggu sementara mereka mau melakukan kegiatan ini, itu sangat luar biasa pengorbanannya.

Kedua, mereka sangat semangat ketika ingin tahu pelajaran-pelajaran yang kita berikan dan itu satu modal utama buat pengembangan diri ke depannya, itu kesan-kesannya.”

Pesan dari kami para pelatih atau pun asisten mau pun narasumber bahwa mereka adalah merupakan agent options champion-champion yang nantinya bisa ke depannya mereka bisa mengembangkan dari materi-materi yang mereka dapatkan untuk kemaslahatan sebagai edukator-edukator yang nantinya akan menyampaikan kepada masyarakat bahwa kita harus punya ilmu, punya pengetahuan, punya wawasan, sehingga apapun yang terjadi ilmu, dengan kemampuan, keterampilan, pengetahuan dan wawasan bisa selesai dengan baik.

Baca Juga :  Prajurit Harimau Putih Bedah Rumah Warga Di Desa By Pass Alur Dua

Saya juga memohon maaf apabila dalam penyampaian kami kurang berkenan atau ada perilaku yang kami tidak sadari menyinggung dan menyentuh warga masyarakat khususnya warga masyarakat Sumatera Barat atau peserta-peserta di sini itu mohon dimaafkan dan saya beri kesempatan untuk mengucapkan kepada para media yang selalu hadir dan mendampingi kegiatan ini.” tutur abah soma pada awak media.

Salah satu Peserta Jambore Penggiat Alam Sumatera Barat 2022 dari SMA Negeri 1 X Koto Singkarak

Salah satu peserta dari SMA Negeri 1 X Koto Singkarak mengatakan “kesannya saya senang mengikuti jambore penggiat alam ini, karena ini yang pertama saya mengikuti ini”.

Acara penutupan berakhir sekitar pukul 16.00 wib, setelah itu para panitia dan para penggiat alam bertolak ke Pasaman Barat, lokasi bencana gempa dan longsor.

Seperti yang kita ketahui bahwa pada hari Jum’at 24 Februari sekitar pukul 8.30 wib, telah terjadi gempa yang berkekuatan 6,1 berpusat di Pasaman Barat.

Baca juga : Kunjungi Lokasi Gempa Sumbar, Mensos Perkuat Kemandirian Warga Hadapi Bencana

Baca juga : Pembukaan Jambore Penggiat Alam Sumatera Barat 2022 Di Pulau Belibis Kota Solok

 

°°° Efri °°°

°°° HARI SISWAN °°°

°°° BARON °°°

°°° 🅂🄴🄺🄱🄴🅁 🄿🄰 🅂🅄🄼🄱🄰🅁 °°°

Tinggalkan Balasan