News  

Hamrawi Dewa Perkasa dari pegunungan Kabupaten Lampung Barat (Lambar) turun gunung menantang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Hamrawi Dewa Perkasa dari pegunungan  Kabupaten Lampung Barat (Lambar) turun gunung menantang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Foto: Hamrawi Dewa Perkasa dari pegunungan Kabupaten Lampung Barat (Lambar) turun gunung menantang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Salingkamedia.com, Lampung – Hamrawi Dewa Perkasa dari pegunungan  Kabupaten Lampung Barat (Lambar) turun gunung menantang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan adu gagasan atasi banjir dan macet hingga minimal 80 persen di ibu kota.

Dia sudah berada di Jakarta, Selasa-Rabu tanggal 14-15 Desember 2021.

Kita adu ide, gagasan dalam mengatasi permasalahan banjir dan macet) DKI Jakarta”, ujarnya kepada Lampung.Poskota.co.id, hari Kamis tanggal 15 Desember 2021.

Hamrawi siap ditembak jika memang gagasannya tidak logis bahkan tidak terbukti mengatasi banjir dan macet hingga 80%. Silahkan, Pemprov DKI Jakarta yang merealisasikan gagasannya.

Dia mengaku prihatin dengan masalah banjir yang terjadi sejak Zaman Presiden Soekarno hingga Presiden Jokowi di DKI Jakarta. “Kasian masyarakat Jakarta yang selalu kena langganan banjir,” katanya.

Hamrawi juga menyebarkan surat berjudul “Selembar Cinta Buat Guberur DKI”, “Jika tidak terbukti, saya Hamrawi Dewa Perkasa, orang gunung antara Gunung Seminung dan Gunung Pesagi yang sudah siap ditembak mati.”

Dia mengatakan siap membuat surat perjanjian yang ditandatangani Kapolri, tak ada tuntutan hukum darinya dan keluarganya jika apa yang dikatakannya tak terbukti atasi banjir dan macet di DKI Jakarta.

Saya hanya punya ide, gagasan pribadi semata karena ikut sedih prihatin tentang nasib DKI Jakarta, ibukota NKRI tercinta ini dari zaman ke zaman tiada bersolusi, macet banjir itu,” ujarnya. 

Sayangnya, ketika ke Balai Kota Jakarta, dia tak berhasil menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Surat tantangannya, kata pihak Balai Kota jika pun dijawab 4-5 hari lagi. Namun, pihak Balai Kota Jakarta tak berjanji, kata Hamrawi Dewa Perkasa yang sudah kembali ke kampungnya di Sukau, Lampung Barat.

Dipenghujung masa jabatan sudah berakhirkah jerit tangis pilu amarah sumpah  serapah rakyat yang kebanjiran, penat dengan kemacetan di DKI, ratusan juta, Milirian rupiah harga rumah, MobiL motor yang terendam hancur buauk dimana-mana perih pedih menyayat rasa diri”. Ucap Hamrawi di salah satu media sosialnya.

Yuuukk Pak GUBERNUR kita adu ide gagasan hasil karya solusi untuk ini di DKI, Jika tidak terbukti, Saya (HAMRAWI DEWA PERKASA) Orang gunung Antara Seminung dan Pesagi saat ini telah berada di DKI siap ditembak mati. Hidup bermanfaat, Berarti buat negeri atau mati. Siapkan Surat Perjanjian yg ditanda tangani Pak KAPOLRI, Tak akan ada tuntutan hukum dari saya dan keluarga jika itu terjadi”, terangnya.

Baca Juga :  Pesantren Pertama Nahdlatul Ulama (NU) Di Jepang Resmi Dibuka.

Tinggalkan Balasan