Dibangun 1926, Masjid Ushuluddin Dulu Bernama Surau Lurah

Dibangun 1926, Masjid Ushuluddin Dulu Bernama Surau Lurah
Dibangun 1926, Masjid Ushuluddin Dulu Bernama Surau Lurah

Salingka Media, Padang Panjang – Dibangun 1926, Masjid Ushuluddin Dulu Bernama Surau Lurah, WARGA sekitar menyebutnya Surau Lurah lantaran rumah ibadah ini berada di kerendahan (lurah). Dahulunya bangunan Masjid Ushuluddin merupakan surau yang terbuat dari kayu. Di dekatnya terdapat sumber air untuk mandi dan mencuci. Dibangun sekitar tahun 1926 silam, Surau Lurah merupakan milik dari Suku Koto, Nagari Bukit Surungan, Padang Panjang.

“Tanahnya dari keluarga kami Suku Koto,” ungkap salah seorang ahli waris, Nurilah Syukur (74), yang kerap dipanggil Buk Nunun, kepada Kominfo, beberapa waktu lalu.

Dibangun 1926, Masjid Ushuluddin Dulu Bernama Surau Lurah

Sebelum diresmikan dengan nama Masjid Ushuluddin, kata salah seorang pengurus masjid, Bastinal Adrian, ada nama lain yang dikenal dikalangan masyarakat yaitu Masjid Panampuang. Di sini, ibadah Jumat dilaksanakan dengan waktu yang lewat dari jadwal seharusnya.

Baca Juga :  Sumbangsih Vera untuk Kesejahteraan Petani Padang Panjang

“Misalkan waktu Shalat Jumat jam 12.15, di sini bisa jam 12.35 atau 12.45 dimulainya. Jadi masyarakat yang telat karena berjualan di hari pasar, kebanyakan melaksanakan Shalat Jumat-nya di sini. Namun setelah diresmikan dengan bangunan dua lantai sekitar tahun 1989, sudah tidak begitu lagi,” katanya.

Masjid Ushuluddin di Kelurahan Pasar Usang, Kecamatan Padang Panjang Barat mampu menampung sekitar 200 orang jamaah. Arsitekturnya tergolong sederhana. Terdapat kubah berbentuk limas yang agak cekung. Luas bangunan diperkirakan 100 meter persegi.

Dibangun 1926, Masjid Ushuluddin Dulu Bernama Surau Lurah

“Saat ini ada penambahan teras 16 X 4 meter, dari yang sebelumnya berupa jembatan. Jadi sudah mulai sedikit luas. Terasnya bisa digunakan untuk Shalat Jumat,” sebutnya. Hms/Harris

Tinggalkan Balasan