Damkar Sosialisasikan Bahaya Kebakaran kepada Anak Usia Dini

Damkar Sosialisasikan Bahaya Kebakaran kepada Anak Usia Dini
Damkar Sosialisasikan Bahaya Kebakaran kepada Anak Usia Dini

Salingka Media, Padang Panjang – Damkar Sosialisasikan Bahaya Kebakaran kepada Anak Usia Dini. Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) terus melakukan kegiatan sosialisasi bahaya kebakaran kepada anak didik usia dini khususnya di tingkat taman kanak-kanak (TK).

Dengan harapan, kegiatan tersebut dapat membangun mental anak, dalam menghadapi situasi bencana. Sehingga dapat menyelamatkan diri ke tempat yang aman dengan langkah-langkah yang sesuai dengan prosedur, jika terjadi kebakaran.

Damkar Sosialisasikan Bahaya Kebakaran kepada Anak Usia Dini

Kabid Damkar dan Linmas Satpol PP Damkar, Jhon Eriko, S.Sos kepada Kominfo, Selasa (15/2), mengatakan kegiatan sosialisasi bahaya kebakaran kepada anak didik penting dilakukan. Karena anak kecil sangat mudah menyerap hal-hal baru, terutama pengetahuan mengenai bagaimana cara mengendalikan kebakaran.

Lebih lanjut, Jhon mengungkapkan, pihaknya baru-baru ini juga telah selesai melakukan kegiatan sosialisasi bahaya kebakaran bagi TK Darul Falah Thawalib Gunung yang bertempat di Mako II Damkar Kelurahan Pasar Usang pada Kamis (10/2) minggu lalu.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari sosialisasi kepada anak usia dini dan para guru memperkenalkan standar keselamatan dari bencana,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak TK, diperkenalkan dengan profesi pemadam kebakaran. Mulai dari kendaraan dan peralatan yang dipakai para “Firefighter” tersebut.

Sosialisasi ini, katanya lagi, juga memberikan materi tentang pengenalan alat-alat pemadam api ringan (APAR) dan sosialisasi pemadaman api menggunakan alat tradisional, alat-alat pertolongan dan penyelamatan. Serta pemahaman tentang cara awal untuk mengatasi jika terjadinya kebakaran atau bahaya yang ada di sekitar tempat tinggal oleh petugas Damkar.

Damkar Sosialisasikan Bahaya Kebakaran kepada Anak Usia Dini

“Hal ini juga berguna untuk membangun mental anak. Sehingga anak lebih berani menghadapi situasi darurat, dan dapat menyelamatkan diri sesuai dengan standar keselamatan,” ungkapnya.

Pihaknya juga berupaya bagaimana, para ibu guru dan orang tua, dapat mengendalikan situasi di rumah jika terjadi bencana kebakaran. Sehingga tidak terjadi kepanikan yang memperburuk keadaan.

Ditambahkannya, selain sosialisasi, pihaknya juga melatih nyali anak didik bagaimana cara menyelamatkan diri dari bahaya gempa. Serta membawa langsung rombongan konvoi menggunakan mobil pemadam kebakaran mengelilingi Kota Padang Panjang.

“Semoga pelajaran yang didapatkan menjadikan anak-anak ini tumbuh menjadi anak yang pemberani, tanggap situasi dan mandiri,” pungkasnya. Hms

Tinggalkan Balasan