BNPB Buka Layanan Perahu Karet Gratis Tembus Isolasi Banjir Bireuen Tanpa Biaya

BNPB Buka Layanan Perahu Karet Gratis Tembus Isolasi Banjir Bireuen Tanpa Biaya
BNPB Buka Layanan Perahu Karet Gratis Tembus Isolasi Banjir Bireuen Tanpa Biaya – Dok. Humas

Salingka Media – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen untuk membuka akses bagi para relawan kemanusiaan. Mereka menyediakan fasilitas khusus berupa layanan perahu karet gratis guna menembus wilayah yang masih terisolasi akibat banjir. Petugas di lapangan siap siaga memfasilitasi pengiriman logistik bantuan serta mengantar para relawan menyeberangi area yang sulit terjangkau kendaraan darat. Langkah taktis ini menjadi solusi cepat pemerintah dalam merespons keterbatasan akses di lokasi bencana.

BPBD Kabupaten Bireuen memusatkan operasional penyeberangan ini di area Jembatan Kutablang, Kecamatan Krueng Tikeum. Petugas melayani masyarakat dan relawan mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB setiap harinya. Tim gabungan memastikan bahwa siapa saja yang ingin menyeberang untuk tujuan kemanusiaan atau mengantar bantuan tidak perlu mengeluarkan uang. Mereka menegaskan bahwa seluruh operasional layanan perahu karet gratis ini merupakan bentuk dukungan penuh pemerintah bagi percepatan penanganan dampak banjir.

Kehadiran perahu penyeberang ini sangat vital mengingat kondisi infrastruktur di lokasi tersebut mengalami kerusakan parah. Banjir besar yang melanda kawasan Bireuen menyebabkan Jembatan Kutablang terputus total. Putusnya jembatan ini melumpuhkan akses utama yang menghubungkan Kabupaten Bireuen dengan Lhokseumawe. Masyarakat maupun tim bantuan tidak bisa melintas melalui jalur darat biasa, sehingga keberadaan perahu karet menjadi satu-satunya alternatif tercepat untuk menjaga mobilitas logistik tetap berjalan lancar.

Baca Juga :  Prabowo Terbang Langsung dari Qatar ke Padang untuk Bantu Korban Banjir Bandang Sumbar

Pihak berwenang tidak tinggal diam melihat kondisi infrastruktur yang rusak. Satuan Tugas (Satgas) TNI dari Yonzipur 16 terus bekerja keras membangun jembatan bailey sebagai pengganti sementara. Hingga hari Sabtu (13/12), Satgas TNI mencatat progres pengerjaan jembatan darurat tersebut telah menyentuh angka 40,7 persen. Para personel TNI terus memacu pembangunan konstruksi jembatan agar akses darat bisa segera pulih kembali dan masyarakat dapat beraktivitas seperti sedia kala tanpa hambatan.

Sembari menunggu jembatan darurat rampung, BNPB berharap penyediaan armada air ini dapat mempermudah pergerakan relawan. Fokus utama mereka adalah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak yang berada di wilayah dengan akses terbatas. Tim operasional mengerahkan segala upaya agar distribusi makanan, pakaian, dan kebutuhan pokok lainnya bisa sampai ke tangan korban banjir tepat waktu. Kelancaran akses bagi relawan menjadi kunci utama dalam penanganan masa tanggap darurat ini.

Baca Juga :  Masa Transisi Gempa Cianjur Darurat ke Pemulihan, Kepala BNPB Instruksikan Percepatan Pembersihan Material

Hingga hari Minggu (14/12), tim lapangan mengoperasikan dua unit perahu karet secara bergantian. Dukungan armada ini datang langsung dari BNPB pusat dan Polair wilayah Aceh. Kedua instansi tersebut berkolaborasi memastikan ketersediaan alat transportasi air yang aman dan memadai bagi para penyeberang. Sinergi antarlembaga ini membuktikan keseriusan pemerintah dalam menangani dampak bencana banjir di Aceh secara komprehensif.

Manfaat nyata dari fasilitas ini dirasakan langsung oleh tenaga medis yang terjun ke lokasi. Anas Reza, seorang tenaga medis dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Aceh, menyampaikan apresiasinya. Ia bersama tim gabungan dari IAI dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Banten menggunakan fasilitas penyeberangan ini untuk membawa misi kemanusiaan. Mereka membawa stok obat-obatan penting serta berniat memberikan pelayanan kesehatan bagi warga di Aceh Tamiang dan Aceh Utara. Anas mengaku sangat terbantu dengan kesigapan petugas dalam menyediakan transportasi air di tengah kondisi jembatan yang belum berfungsi.

Baca Juga :  Pria Tewas Diterkam Buaya Saat Menyelam

Anas Reza menceritakan pengalamannya saat melakukan penyeberangan bersama tim medis lainnya. Ia menjelaskan bahwa timnya membawa logistik obat-obatan dalam jumlah banyak menuju Aceh Utara hingga Aceh Tamiang. Menurutnya, layanan perahu karet gratis ini menjadi solusi alternatif yang sangat baik saat akses jembatan utama masih terputus. Ia mengucapkan terima kasih kepada BNPB dan BPBD Bireuen karena fasilitas tersebut memungkinkan tim medis menjangkau pasien yang membutuhkan pertolongan dengan lebih cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *