Mahasiswa dan Ojol Geruduk Mapolda Sumbar, Tuntut Keadilan Kematian Affan Kurniawan

Mahasiswa dan Ojol Geruduk Mapolda Sumbar, Tuntut Keadilan Kematian Affan Kurniawan
Mahasiswa dan Ojol Geruduk Mapolda Sumbar, Tuntut Keadilan Kematian Affan Kurniawan – Dok. Ist

Salingka Media – Suasana di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatra Barat, Padang, pada Jumat sore mendadak tegang. Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Padang bergabung dengan puluhan pengemudi ojek online (ojol) memadati Jalan Sudirman. Mereka bersatu dengan satu tujuan: menuntut pertanggungjawaban Polri atas meninggalnya Affan Kurniawan (21), seorang driver ojol yang terlindas kendaraan taktis Brimob saat demo di Jakarta. Keadilan kematian Affan Kurniawan menjadi seruan utama yang menggema di seluruh area demonstrasi.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB ini diwarnai dengan orasi lantang di tengah guyuran hujan. Para peserta, yang mengenakan jas almamater dan jaket ojol, menyuarakan tuntutan mereka melalui pengeras suara. Mereka menyebut tragedi yang menimpa rekan mereka sebagai tindakan “represif brutal” dari aparat. “Polisi pembunuh! Polisi pembunuh!” teriak massa berulang kali. Berbagai poster protes yang berisi tulisan seperti “Polisi Musuh Masyarakat” dan “Kami Bersama Korban” diangkat tinggi-tinggi.

Salah satu orator dari perwakilan ojol menegaskan bahwa aksi mereka bukan untuk membuat kerusuhan, melainkan untuk mencari keadilan kematian Affan Kurniawan. “Kami datang menuntut polisi bertanggung jawab atas kematian rekan kami. Nyawa rakyat jangan lagi dipermainkan,” katanya, disambut sorakan dukungan dari massa mahasiswa.

Aksi ini tidak hanya berfokus pada kasus Affan, tetapi juga meluas menjadi tuntutan reformasi Polri. Massa menilai tindakan represif aparat saat membubarkan demo di Jakarta sudah kelewat batas. Seorang orator mahasiswa menyatakan, “Kemarin, mobil yang dibeli dengan uang rakyat justru digunakan untuk membunuh rakyat. Ini tragedi kemanusiaan!” Selain itu, mereka juga mengecam penangkapan sewenang-wenang dan tindak kekerasan lain yang terjadi dalam demonstrasi dua hari sebelumnya. Menurut para pengunjuk rasa, hal ini mencoreng nilai-nilai demokrasi yang dianut bangsa.

Tuntutan untuk mencari keadilan kematian Affan Kurniawan ini membuat massa semakin berani. Meskipun hujan turun, mereka tak mau beranjak. Mereka semakin beringas saat Kapolda Sumbar tak kunjung keluar menemui mereka. Sorakan makin keras, bahkan pagar Mapolda sempat digedor-gedor hingga roboh. Situasi semakin mencekam ketika beberapa ban bekas dibakar, menebarkan asap hitam pekat yang membuat Jalan Sudirman lumpuh total.

Baca Juga :  Polri Imbau Warga Tidak Main Hakim Sendiri Usai Bos Rental Mobil Tewas

Polisi yang berjaga berulang kali mengimbau massa untuk tertib dan meminta perwakilan mereka berunding dengan Kapolda Irjen Pol Gatot Tri Suryanta. Namun, tawaran itu ditolak. Massa tetap menuntut Kapolda sendiri yang harus keluar menemui mereka.

Ketegangan baru sedikit mereda saat pukul 20.00 WIB, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta akhirnya keluar. Dengan seragam dinas, Kapolda duduk di aspal bersama massa yang penuh emosi. Di hadapan mahasiswa dan ojol, Gatot menundukkan kepala dan menyampaikan permintaan maaf. “Saya sebagai Kapolda Sumbar, pimpinan tertinggi Polri di wilayah ini, meminta maaf atas kejadian kemarin yang mengakibatkan saudara kita meninggal akibat pelanggaran anggota polisi. Kami minta maaf,” ucapnya.

Gatot juga menyampaikan rasa duka dan doa untuk almarhum Affan Kurniawan. Terkait kasus ini, ia menegaskan bahwa pelaku sudah diproses oleh Propam Mabes Polri. “Proses akan dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Mari kita kawal bersama penegakan hukum terhadap anggota kepolisian yang melanggar,” tambahnya.

Setelah pernyataan Kapolda, massa berangsur tenang. Mereka mulai membubarkan diri secara tertib. Pukul 21.30 WIB, Jalan Sudirman akhirnya kembali dibuka untuk lalu lintas. Meskipun aksi telah usai, pesan tegas dari para demonstran tetap menggema: Usut tuntas kasus Affan, adili pelaku, dan hentikan represivitas aparat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *