Geger! Dua Kapal Terbakar di Sungai Barito, 10 ABK Hilang, Pencarian Masih Berlangsung

Geger! Dua Kapal Terbakar di Sungai Barito, 10 ABK Hilang, Pencarian Masih Berlangsung3
kapal, tugboat Surya 03 dan kapal dagang Setia Baru 05, dilalap api – Dok. Tangkapan layar dari video group tele chkriminalindo

Salingka Media – Barito Selatan, Kalimantan Tengah- Sebuah tragedi terjadi di perairan Sungai Barito, Kalimantan Tengah, pada Senin (13/5/2024) dini hari. Dua kapal, tugboat Surya 03 dan kapal dagang Setia Baru 05, dilalap api dan menyebabkan 10 orang anak buah kapal (ABK) hilang.

Menurut informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di Desa Kalanis, Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan. Api dengan cepat melahap kedua kapal, menyebabkan kepanikan dan kekacauan di lokasi kejadian.

Upaya penyelamatan dilakukan oleh warga sekitar dan tim SAR gabungan dari Polres Barito Selatan, Basarnas Palangka Raya, dan Polda Kalimantan Tengah. Berkat kesigapan mereka, 4 ABK berhasil diselamatkan. Namun, 10 ABK lainnya masih dinyatakan hilang dan tim SAR masih terus melakukan pencarian.

Baca Juga :  Kebakaran Pasar Aur Tajungkang : Pemko Respon Cepat

“Kami mengerahkan tim untuk mencari 10 korban insiden kapal terbakar,” ujar Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Erlan Munaji, seperti dilansir Kompas (14/5/2024).

Geger! Dua Kapal Terbakar di Sungai Barito, 10 ABK Hilang, Pencarian Masih Berlangsung3
kapal, tugboat Surya 03 dan kapal dagang Setia Baru 05, dilalap api – Dok. Tangkapan layar dari video group tele chkriminalindo

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti. Tim kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti di lokasi kejadian.

“Penyidik masih bekerja di lapangan, nanti akan kami ekspos untuk proses selanjutnya,” jelas Kombes Pol Erlan Munaji.

Tragedi kebakaran kapal ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dan keamanan dalam pelayaran. Diharapkan para pihak terkait dapat memperketat regulasi dan pengawasan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Tinggalkan Balasan