
Salingka Media – Bupati Pasaman Barat Yulianto mendorong tradisi tahunan Rayo Anam di Lubuak Landua agar segera melompat menjadi destinasi wisata religi internasional. Hal tersebut mengemuka saat beliau menghadiri langsung perhelatan tradisi ziarah dan silaturahmi tersebut di Surau Buya Lubuak Landua, Nagari Lubuak Landua Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman pada hari Sabtu, 28 Maret. Yulianto memandang kegiatan ini memiliki potensi besar yang mampu menarik wisatawan mancanegara di masa depan, bukan sekadar menjadi tradisi lokal tahunan masyarakat setempat.
Langkah strategis tersebut memerlukan kerja sama yang kuat demi mewujudkan cita-cita pembangunan daerah. Yulianto menegaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan sinergi dari para tokoh masyarakat serta para generasi muda untuk menjaga dan mengembangkan potensi daerah yang luar biasa ini. Beliau meyakini bahwa kebersamaan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama untuk membawa Pasaman Barat menuju kemajuan yang nyata.
Masyarakat setempat menyelenggarakan tradisi yang populer dengan nama manjalang buya ini secara khidmat dan penuh rasa persaudaraan. Selain Bupati Yulianto, sejumlah pejabat penting turut menghadiri kegiatan bernilai spiritual tinggi ini. Hadir di lokasi acara antara lain para anggota DPRD Pasaman Barat, jajaran unsur Forkopimda, serta Ketua Tim Penggerak PKK Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto. Para tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan daerah juga ikut meramaikan momen sakral tersebut.
Dalam pidatonya, Bupati Yulianto memberikan apresiasi yang setinggi-langitnya kepada seluruh masyarakat yang terus konsisten menjaga tradisi warisan leluhur ini. Beliau menilai acara ini memiliki nilai spiritual yang sangat mendalam bagi umat. Oleh karena itu, beliau sangat optimis bahwa kawasan Lubuak Landua mampu menjelma sebagai pusat wisata religi internasional yang membawa dampak positif bagi daerah.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Yulianto juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri serta memohon maaf lahir dan batin kepada seluruh warga yang hadir. Beliau mengajak seluruh pihak untuk terus berusaha keras dan memanjatkan doa bersama-sama demi kemajuan Kabupaten Pasaman Barat di masa depan.
Pihak keluarga ulama juga menyambut baik kehadiran rombongan pemerintah daerah dalam acara tersebut. Indra, selaku perwakilan keluarga besar Buya, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran Bupati Yulianto beserta seluruh jajarannya. Pihak keluarga memandang kehadiran sang pemimpin daerah sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap upaya pelestarian tradisi dan kearifan lokal.
Indra menjelaskan bahwa tradisi manjalang buya ini berfungsi aktif sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dan juga tempat untuk membersihkan hati bagi para jemaah. Beliau juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk selalu menjaga kedamaian serta keharmonisan hidup di lingkungan nagari.
Terkait berbagai dinamika sosial yang mungkin muncul di tengah masyarakat, Indra meminta warga untuk selalu menyelesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin. Beliau mengajak masyarakat untuk senantiasa bersandar penuh kepada Allah SWT guna menciptakan suasana lingkungan yang damai, tenteram, dan kondusif.
Rangkaian kegiatan religius ini berakhir dengan pelaksanaan doa bersama serta zikir yang sangat khidmat. Seluruh tamu undangan dan jemaah yang hadir kemudian melanjutkan acara dengan tradisi makan bajamba bersama-sama. Kegiatan makan bersama ini sukses menguatkan nilai-nilai keagamaan dan mempererat ikatan persaudaraan yang erat di antara sesama warga.
Melalui momentum yang luar biasa ini, pemerintah daerah dan masyarakat menaruh harapan baru agar tradisi luhur tersebut dapat terus eksis. Potensi besar ini membuka peluang cerah bagi pengembangan kawasan Lubuak Landua menjadi mercusuar wisata religi internasional yang membanggakan Provinsi Sumatera Barat.






