
Salingka Media – Bupati Pasaman Barat Yulianto kembali meninjau jalan alternatif Jembatan Panjang–Talu sebagai upaya menjaga konektivitas wilayah yang sempat terganggu akibat longsor dan banjir. Pemerintah daerah memanfaatkan jalur ini setelah akses jalan nasional Simpang Empat–Talu terputus akibat bencana.
Yulianto datang langsung ke lokasi pada Minggu (4/1) untuk melihat kondisi terkini jalur alternatif tersebut. Ia menemukan jalan masih berlumpur dan belum aman dilewati kendaraan masyarakat secara umum. Kondisi itu mendorong pemerintah daerah menyiapkan langkah lanjutan agar jalur darurat ini dapat berfungsi optimal.
Dalam peninjauan tersebut, Yulianto melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), anggota DPRD Pasaman Barat Yondrizal, komunitas Indonesia Off-road Federation (IOF) Pasbar, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran berbagai pihak ini bertujuan mempercepat penanganan lapangan dan memperkuat koordinasi.
Menurut Yulianto, jalan alternatif Jembatan Panjang–Talu memegang peran penting sebagai jalur darurat untuk menghubungkan antarwilayah, terutama saat bencana terjadi. Jalur ini juga mendukung kelancaran aktivitas ekonomi warga dan menjaga keselamatan masyarakat di wilayah rawan.
Ia menjelaskan bahwa bencana sebelumnya sempat mengisolasi sejumlah daerah di Kecamatan Talamau. Kondisi tersebut menghambat distribusi bantuan dan menyulitkan mobilitas warga. Pemerintah daerah menilai situasi itu tidak boleh terulang.
Atas dasar itu, Yulianto meminta perhatian lebih dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas jalan alternatif Jembatan Panjang–Talu. Ia menilai dukungan lintas pemerintahan sangat diperlukan agar jalur ini bisa digunakan secara aman oleh masyarakat luas.
Yulianto juga menyampaikan bahwa saat ini jalur tersebut baru dapat dilalui kendaraan tertentu. Kendaraan umum milik warga masih menghadapi risiko tinggi jika melewati jalan tersebut tanpa perbaikan lanjutan.
Selain menyoroti jalur alternatif, Yulianto mengingatkan kondisi jalan nasional Simpang Empat–Talu yang masih rawan longsor di beberapa titik. Pemerintah daerah berharap seluruh pemangku kepentingan mendukung upaya pembukaan dan peningkatan jalur alternatif sebagai solusi pengamanan akses wilayah.
Ia menutup peninjauan dengan harapan agar kerja bersama ini menjaga akses masyarakat tetap terbuka dan menekan risiko saat bencana kembali terjadi.







