
Agam, Sumbar – Bencana angin puting beliung Agam menghantam wilayah Jorong Gobah, Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang pada Minggu (11/1/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Pusaran angin kencang tersebut merusak enam unit rumah warga hingga mengalami kondisi rusak berat pada bagian atap. Meski menimbulkan kerusakan bangunan yang signifikan, peristiwa ini tidak memakan korban jiwa.
Wali Nagari Bukik Batabuah, Firdaus, M.K, menjelaskan bahwa terjangan angin tersebut menyapu bersih atap rumah milik Netilia Erfi, Yulizarnis, Rayu Ati, Sofinar, Zal, dan Nar. Salah satu bangunan yang mengalami kerusakan total merupakan rumah milik orang tua Wali Jorong Gobah. Kehilangan atap secara keseluruhan membuat bangunan-bangunan tersebut tidak lagi layak untuk warga tempati.
Pemerintah Nagari menaksir kerugian material akibat musibah angin puting beliung Agam ini mencapai angka Rp170 juta. Saat ini, para korban terpaksa mengungsi ke tempat tinggal kerabat maupun tetangga sekitar karena kondisi rumah yang tidak memungkinkan untuk mereka huni.
Pemerintah Nagari Bukik Batabuah bersama warga setempat langsung bergerak melakukan aksi gotong royong di lokasi kejadian. Mereka mengamankan area terdampak, mendata kerusakan, dan membersihkan sisa-sisa puing bangunan secara swadaya. Langkah cepat ini bertujuan untuk meminimalisir risiko lebih lanjut di lapangan.
Firdaus mengharapkan Pemerintah Kabupaten Agam melalui BPBD segera mengirimkan bantuan dan melakukan penanganan lanjutan. Ia menegaskan bahwa warga terdampak sangat membutuhkan respon cepat dari pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan darurat mereka pasca bencana angin puting beliung Agam.
Hingga saat ini, cuaca di wilayah Kecamatan Canduang masih menunjukkan potensi hujan yang menyertai angin kencang. Pemerintah Nagari mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana susulan yang sewaktu-waktu dapat terjadi kembali.





