
Gubernur Mahyeldi tinjau lokasi kebakaran Pasar Payakumbuh pada Jumat (29/8/2025) guna meninjau langsung dampak dari musibah yang melanda ratusan toko dan lapak pedagang tersebut. Kunjungan ini merupakan respons cepat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat untuk melihat kondisi nyata di lapangan dan memastikan penanganan dapat berjalan efektif.
Didampingi sejumlah pejabat penting, seperti Kasatpol PP Sumbar, Kepala Dinas Sosial Sumbar, serta Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Payakumbuh, Gubernur Mahyeldi menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang terjadi. “Atas nama pemerintah provinsi Sumatera Barat, kami ikut berduka. Ini musibah besar,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa musibah ini merupakan ujian bagi Sumbar, mengingat kebakaran serupa juga terjadi di Pasar Sawahlunto.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Mahyeldi menekankan pentingnya sinergi dan kekompakan antara pemerintah daerah, para pedagang, dan masyarakat. Ia menegaskan, hal terpenting saat ini adalah fokus pada solusi, bukan saling menyalahkan. “Kita semua terkena musibah, jadi harus bersama-sama pula menghadapinya. Kuncinya kebersamaan,” ucapnya.
Beliau juga mengingatkan agar pendataan pedagang terdampak dilakukan secara cermat dan akurat. Tujuannya agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan tidak ada data yang tumpang tindih. Langkah ini krusial untuk memastikan proses penanganan dan relokasi berjalan lancar.
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Gubernur Mahyeldi. Menurutnya, kunjungan ini memberikan dukungan moral yang besar bagi para korban. Ia menjelaskan, Pemkot Payakumbuh terus berkoordinasi untuk mencari solusi terbaik, termasuk mempertimbangkan usulan pedagang untuk penyediaan atap atau kanopi sementara.
Sementara itu, Sekda Kota Payakumbuh, Rida Ananda, menjelaskan kondisi anggaran daerah yang terbatas. Dari dana Belanja Tak Terduga (BTT) yang hanya Rp788 juta, kebutuhan untuk santunan dan relokasi pedagang jauh lebih besar. “Untuk santunan pedagang saja kita butuh lebih dari Rp4 miliar, dan untuk relokasi sekitar Rp4 miliar lagi,” jelas Rida.
Melihat kondisi tersebut, pihak Pemkot Payakumbuh sudah melaporkan dan mengajukan permohonan bantuan kepada Pemprov Sumbar serta kementerian terkait. Harapannya, dengan dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan pusat, proses relokasi dan pembangunan kembali kios-kios pedagang dapat segera terwujud.
Gubernur Mahyeldi tinjau lokasi kebakaran Pasar Payakumbuh ini menjadi bukti komitmen Pemprov Sumbar dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi para pedagang dan menghidupkan kembali denyut nadi pasar.