
Salingka Media – Tragedi tewasnya driver ojol tewas bernama Affan Kurniawan di Jakarta akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob telah menimbulkan duka yang mendalam di seluruh negeri. Menyikapi insiden yang memicu amarah publik ini, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan turut menyampaikan belasungkawa dan duka cita mendalam, menegaskan bahwa kepedihan keluarga korban juga dirasakan oleh jajaran kepolisian.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengajak seluruh personel, mulai dari tingkat Polres hingga Polsek, untuk mendoakan almarhum dan keluarganya. “Mari kita doakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan. Semoga ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu berhati-hati dan menghargai setiap nyawa,” ujarnya.
Lebih lanjut, dalam konteks profesionalisme, Kapolda Riau menekankan pentingnya peristiwa ini sebagai refleksi bagi seluruh jajarannya. Ia menginstruksikan agar setiap anggota kepolisian di Riau mengedepankan tindakan yang humanis dan berempati dalam menjalankan tugas, terutama saat berinteraksi dengan masyarakat. Irjen Herry Heryawan mengingatkan untuk menghindari tindakan represif yang berlebihan, yang dapat menimbulkan dampak negatif.
Dalam pesannya, Kapolda juga mengimbau masyarakat di Provinsi Riau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh insiden yang terjadi di ibu kota. Ia meminta agar seluruh proses hukum dipercayakan sepenuhnya kepada institusi Polri. “Percayakan semua proses hukum kepada Polri,” tegasnya, menanggapi insiden yang telah memicu demonstrasi di Markas Brimob Kwitang.
Seperti diketahui, insiden tragis ini telah direspons langsung oleh pucuk pimpinan Polri. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri telah menyampaikan permohonan maaf serta duka cita kepada keluarga korban. Kapolri menegaskan bahwa kasus ini akan diusut tuntas, dan tujuh anggota Brimob yang terlibat telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.