
Salingka Media – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat pernyataan mengejutkan bahwa pihak Amerika Serikat akan segera mengambil alih kendali pemerintahan Venezuela pasca penangkapan Nicolas Maduro. Trump menyampaikan pengumuman tersebut dalam sebuah konferensi pers pada hari Minggu (4/1) waktu setempat. Ia menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk memastikan proses transisi kepemimpinan berjalan tertib tanpa mengulangi kegagalan masa lalu.
Trump menjelaskan bahwa kehadiran Amerika Serikat bertujuan untuk mengelola negara tersebut sampai transisi yang aman dan bijaksana terwujud. Ia tidak menginginkan pihak lain masuk dan menciptakan kekacauan serupa yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Menurutnya, tindakan ini bukan merupakan bentuk pendudukan permanen, melainkan upaya stabilisasi politik, ekonomi, dan keamanan nasional di wilayah Amerika Latin.
Kebijakan Trump ambil alih Venezuela ini muncul dengan alasan demi kepentingan rakyat setempat. Trump menyoroti nasib jutaan warga Venezuela yang saat ini terpaksa menjadi pengungsi, termasuk mereka yang bermukim di Amerika Serikat. Ia mengklaim ingin mewujudkan perdamaian, kebebasan, serta keadilan agar para migran tersebut dapat kembali ke tanah air mereka dengan rasa aman.
Selama ini, Washington menilai kepemimpinan Maduro sebagai pemicu utama krisis multidimensi seperti hiperinflasi dan kelangkaan bahan pokok. Trump menyatakan kekhawatirannya jika Amerika Serikat tidak melakukan intervensi, maka pihak-pihak yang tidak mempedulikan kesejahteraan rakyat akan kembali menguasai negara tersebut. Ia berkomitmen bahwa AS tetap berada di sana hingga terbentuk pemerintahan transisi yang sah dan mandiri.
Langkah Trump ambil alih Venezuela memicu potensi polemik besar terkait hukum internasional dan kedaulatan sebuah negara. Meskipun Trump menjanjikan perubahan positif, intervensi langsung ini berisiko melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Para pengamat memprediksi adanya ketegangan diplomatik baru dengan negara-negara pendukung Maduro seperti Rusia, China, dan Iran.
Hingga saat ini, pihak otoritas Venezuela belum memberikan pernyataan resmi mengenai klaim penangkapan Nicolas Maduro. Situasi ini menempatkan Venezuela pada persimpangan jalan yang krusial. Trump menegaskan kembali bahwa Amerika Serikat tidak akan meninggalkan negara tersebut sebelum transisi yang tepat benar-benar terlaksana secara sempurna di lapangan.
(Reuters)





