TNI Kebut Empat Jembatan Bailey di Sumbar

Memulihkan Akses Vital: Empat Proyek Jembatan Bailey Sumbar Dikebut

TNI Kebut Empat Jembatan Bailey di Sumbar
Personel Kodam XX/TIB membangun jembatan Bailey. (Dok. Kodam XX/TIB)

Salingka Media – Musibah bencana alam di Sumatera Barat telah menyebabkan isolasi bagi ribuan penduduk di berbagai nagari. Akses penghubung yang terputus total membuat mobilitas warga tersendat, sekaligus mengganggu distribusi logistik dan roda perekonomian. Dalam situasi darurat ini, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengambil peran sentral. Melalui Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan (dulu Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol), TNI segera fokus membangun empat Jembatan Bailey Sumbar di lokasi-lokasi yang paling terdampak dan kritis.

Langkah responsif ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Republik Indonesia. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., telah ditunjuk sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Pembangunan Jembatan Bailey. Penunjukan ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur yang vital bagi masyarakat. Prajurit Kodam I/BB kini mengerahkan segenap kemampuan, bekerja tanpa kenal lelah, siang dan malam, demi menyambungkan kembali wilayah-wilayah yang lumpuh. Empat titik pemasangan Jembatan Bailey Sumbar ini menjadi prioritas utama karena fungsinya sebagai urat nadi pergerakan ekonomi dan jalur distribusi logistik utama.

Baca Juga :  Pemberhentian Ketua LPM Air Manis: Aspirasi Masyarakat, Buntut Kegaduhan Internal yang Diviralkan

Keputusan memilih tipe Jembatan Bailey sangat strategis. Jenis jembatan ini dikenal memiliki keunggulan, yaitu kuat, efisien, dan yang terpenting, dapat dipasang dengan cepat di kondisi darurat. Fungsinya sebagai “penopang sementara” memungkinkan masyarakat segera memulihkan aktivitas mereka, menggerakkan kembali ekonomi lokal, dan memastikan bantuan kemanusiaan mencapai nagari terpencil yang sempat terisolasi.

Berikut adalah rincian progres terbaru dari empat proyek pembangunan jembatan yang sedang dikebut oleh prajurit TNI:

  • Jembatan Sikabau (18 meter): Mencapai progres paling tinggi, yakni 63%. Jembatan ini sangat penting karena menghubungkan Kecamatan Sikabau dengan Ranah Koto Tinggi di Pasaman Barat. Kecepatannya diprioritaskan mengingat kebutuhan warga yang mendesak untuk distribusi kebutuhan pokok sehari-hari.

  • Jembatan Bawah Kubang (21 meter): Pembangunannya telah mencapai 58%. Titik ini berfungsi sebagai penghubung krusial antara Nagari Salayo dan Nagari Koto Hilalang, di wilayah Kabupaten Solok. Jalur sepanjang 21 meter ini adalah urat nadi utama mobilitas bagi warga dua nagari besar tersebut.

  • Jembatan Supayang (39 meter): Progresnya berada di angka 25%. Jembatan ini menghubungkan Nagari Paninggahan dengan wilayah lain di Kabupaten Solok. Dengan panjang 39 meter, lokasi ini menjadi yang terpanjang. Pengerjaannya dilakukan secara bertahap karena tingkat kerusakan struktur tanah dan akses di lokasi tersebut cukup kompleks.

  • Jembatan Padang Mantuang (36 meter): Pembangunan masih berada di tahap awal, dengan progres 5%. Meskipun demikian, jembatan ini memiliki peran yang sangat vital karena menghubungkan Nagari Kuranji Hulu/Luhuang dengan jalur utama Padang Pariaman. Prajurit terus menggenjot proses di lokasi ini.

Baca Juga :  Gubernur Sumbar Harapkan Bulog Tambah Suplai Daging, Hingga Harga Terjangkau

Panglima Kodam I/BB, Mayjen TNI Arief Gajah Mada, menegaskan bahwa seluruh prajuritnya bergerak sangat cepat, menjalankan perintah sesuai komando. Mayjen Arief Gajah Mada menjelaskan, “Keempat jembatan ini memiliki sifat sangat krusial karena merupakan akses utama yang dibutuhkan masyarakat. Kami terus bekerja secara maksimal agar semua jembatan dapat segera rampung dan difungsikan kembali untuk masyarakat.”

Di sejumlah lokasi pembangunan, masyarakat telah menyaksikan perubahan yang signifikan. Material-material jembatan telah berdatangan, alat-alat berat beroperasi, dan prajurit TNI berjibaku langsung di medan yang sulit dan penuh lumpur. Kehadiran prajurit TNI di lokasi bencana membuktikan bahwa negara hadir secara nyata di tengah situasi darurat yang dialami oleh warga.

Baca Juga :  Gubernur Sumbar : Peran PKK bantu Pemerintah kurangi Pengangguran

Jika seluruh target pembangunan berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan, keempat jembatan Bailey ini akan segera membuka kembali jalur-jalur vital di Sumatera Barat yang sempat lumpuh total pascabencana. Pemulihan infrastruktur ini bukan sekadar operasi teknis, tetapi merupakan langkah konkret untuk memastikan aktivitas warga pulih, dan denyut nadi ekonomi daerah kembali berdetak normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *