Protes Meluas di Depan Mako Brimob: Massa Tuntut Penyelidikan Transparan atas Kematian Pengemudi Ojek Online

Protes Meluas di Depan Mako Brimob Massa Tuntut Penyelidikan Transparan atas Kematian Pengemudi Ojek Online
Protes Meluas di Depan Mako Brimob Massa Tuntut Penyelidikan Transparan atas Kematian Pengemudi Ojek Online – Dok. Via dirgantaraonline

Salingka Media – Sabtu pagi di Kramat Kwitang, Jakarta Pusat, kembali diwarnai ketegangan. Ratusan massa masih bertahan di depan Markas Korps Brimob, melanjutkan aksi protes yang telah berlangsung sejak Kamis malam. Protes meluas di depan Mako Brimob ini dipicu oleh insiden tragis yang menyebabkan tewasnya Affan, seorang pengemudi ojek online berusia 21 tahun, yang diduga terlindas mobil rantis polisi. Kematiannya menyulut kemarahan publik dan memicu tuntutan keras agar kasus ini diusut secara transparan.

Sejak subuh, situasi di lokasi sudah memanas. Kerumunan massa terkonsentrasi di depan gedung Capitol, tepat di samping Mako Brimob. Mereka berulang kali mencoba menerobos barikade polisi, namun selalu berhasil dipukul mundur. Aksi pelemparan batu dan petasan dari pihak massa dibalas dengan tembakan gas air mata oleh aparat. Asap gas air mata yang menusuk hidung bercampur dengan asap hitam dari halte TransJakarta yang terbakar, menciptakan suasana yang mencekam dan penuh kepanikan. Warga sekitar terpaksa menutup rapat pintu dan jendela rumah untuk melindungi diri dari efek gas air mata.

Sebagai respons awal atas desakan publik, Polda Metro Jaya telah mengambil langkah dengan memeriksa tujuh anggota Brimob yang berada di dalam kendaraan taktis saat insiden terjadi. Ketujuh personel itu saat ini ditempatkan di dalam penempatan khusus (pansus) selama 20 hari sambil menunggu hasil investigasi lebih mendalam. Namun, bagi para demonstran, langkah ini belum dianggap cukup untuk meredakan amarah. Mereka menginginkan sebuah pertanggungjawaban yang lebih dari sekadar sanksi internal.

Baca Juga :  Sebanyak 33 Napi Teroris Dipindahkan ke Sejumlah Lapas Wilayah Jabodetabek

Dampak dari protes ini terasa meluas. Jalan Kramat Kwitang menuju Senen kini praktis tidak bisa dilalui, dengan arus lalu lintas yang dialihkan sepenuhnya. Di pinggir jalan, terlihat sejumlah relawan medis yang bersiaga, memberikan bantuan kepada para demonstran atau warga yang mengalami masalah pernapasan akibat gas air mata. Di sisi lain, pedagang kaki lima memilih untuk menutup lapak mereka sejak kemarin, menghindari risiko kerugian dan menjaga keselamatan.

Hingga berita ini diturunkan, situasi masih sangat dinamis. Aparat kepolisian terus berupaya mengendalikan massa, namun tensi di lapangan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Kasus ini telah menjadi sorotan publik yang luas, menyentuh isu-isu sensitif seperti akuntabilitas aparat penegak hukum dan rasa keadilan masyarakat. Berbagai organisasi HAM dan komunitas pengemudi ojek online terus menyerukan agar kasus kematian Affan ditangani secara adil dan tidak berakhir tanpa kejelasan. Protes meluas di depan Mako Brimob ini menjadi cerminan dari tuntutan masyarakat akan transparansi dan keadilan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *