Padang  

Pengusaha Cabe Asal Kerinci Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Korban Banjir Bandang Gunung Nago Pauh

Salingka Media, Padang – Banjir bandang dan lumpur yang menerjang kawasan irigasi Gunung Nago, Kecamatan Pauh, Kota Padang, tidak hanya merusak tanah dan aliran air. Ia juga menyapu bersih banyak harapan kecil: seragam sekolah yang hanyut, buku-buku yang basah, sepatu yang tak lagi bisa dipakai. Di tengah situasi itu, anak-anak tetap menatap hari esok, meski dengan keterbatasan.

Dari kejauhan, dari Kerinci, sebuah kepedulian datang tanpa banyak kata. Pak Lilik, pengusaha cabe yang dikenal melalui akun @bakollombok, memilih turun tangan. Bukan sekadar mengirim bantuan, tetapi menghadirkan kembali sesuatu yang nyaris hilang pasca bencana: semangat untuk terus belajar.

Selasa, 6 Januari 2026 bantuan yang disalurkan tidak berupa sembako atau materi sesaat. Fokusnya jelas dan bernilai jangka panjang. Seragam sekolah, sepatu, tas, buku tulis, alat tulis, serta berbagai perlengkapan pendidikan lainnya diberikan kepada anak-anak korban banjir bandang dan lumpur di Gunung Nago. Sebuah pilihan yang sederhana, namun sarat makna.

Baca Juga :  Makna Filosofis Tutup Kepala (Tengkuluk) Wanita Suku kerinci

Bagi Pak Lilik, pendidikan adalah fondasi yang tak boleh runtuh meski alam sedang murka. Anak-anak, menurutnya, harus tetap memiliki ruang untuk bermimpi, meskipun mereka baru saja kehilangan banyak hal.

Penyaluran bantuan berlangsung hangat dan penuh haru. Wajah-wajah kecil yang sempat murung perlahan berubah cerah saat menerima perlengkapan sekolah baru. Para orang tua pun tak mampu menyembunyikan rasa syukur.

Selasa, 6 Januari 2026

Buk AF, perwakilan orang tua penerima bantuan, menyampaikan terima kasih dengan suara bergetar. Baginya dan keluarga lain, bantuan tersebut datang di saat yang sangat dibutuhkan.

“Setelah banjir, kami benar-benar kesulitan. Banyak perlengkapan sekolah anak-anak rusak. Bantuan ini bukan hanya membantu secara materi, tapi juga menguatkan hati kami,” ujarnya.

Baca Juga :  Seorang ASN di Kota Padang Diduga Melakukan Penggelapan dan Berhasil diringkus Tim Klewang Polresta Padang

Banjir bandang di kawasan irigasi Gunung Nago sebelumnya menyebabkan kerusakan lingkungan, terganggunya aktivitas warga, serta berdampak langsung pada kehidupan sosial dan pendidikan masyarakat. Di tengah upaya pemulihan yang belum sepenuhnya selesai, bantuan seperti ini menjadi penopang penting bagi warga untuk bangkit kembali.

Apa yang dilakukan Pak Lilik dan @bakollombok membuktikan bahwa solidaritas tidak mengenal jarak. Bahwa dari ladang cabe di Kerinci, kepedulian bisa tumbuh dan berbuah di Gunung Nago, Pauh, Kota Padang.

Di tengah lumpur yang belum sepenuhnya mengering, bantuan itu menjadi penanda: bahwa harapan masih hidup, selama ada manusia yang peduli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *