Salingka Media – Aksi pencurian di Silaut kini memicu keresahan luar biasa di tengah masyarakat Kecamatan Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan, setelah seorang pria terekam kamera CCTV membobol kotak infak Masjid Ar Royan. Pelaku yang menjalankan aksinya di Nagari Sungai Sirah tersebut diduga telah melakukan perbuatan serupa berkali-kali di lokasi yang sama. Rekaman kamera pengawas memperlihatkan dengan sangat jelas bagaimana pria tersebut mendekati kotak infak dan menguras seluruh isinya tanpa menunjukkan rasa takut sedikitpun terhadap situasi sekitar.
Warga setempat mengungkapkan bahwa pria dalam rekaman CCTV tersebut merupakan orang yang sama dengan pelaku pada kejadian sebelumnya. Identitas wajah pelaku yang tampak nyata memberikan petunjuk kuat bahwa ia sudah memahami pola keamanan di rumah ibadah tersebut. Namun, masalah keamanan ini tidak hanya berhenti pada rumah ibadah, karena gelombang kejahatan yang lebih besar tengah menghantui pemukiman warga selama masa libur Lebaran.
Rentetan kasus pencurian di Silaut ini mencatat angka yang cukup fantastis dalam waktu singkat. Data dari laporan masyarakat menunjukkan bahwa pelaku telah menyasar setidaknya 15 rumah warga di berbagai titik. Wilayah KTM Silaut menjadi area terdampak paling parah dengan total 11 rumah yang menjadi korban pembobolan. Sementara itu, Nagari Sungai Sirah dan Nagari Silaut masing-masing mencatat dua rumah warga yang dimasuki pencuri.
Masyarakat menilai bahwa para pelaku sengaja memanfaatkan momentum libur panjang saat banyak penghuni meninggalkan rumah untuk mudik atau bersilaturahmi. Para pencuri diduga telah memetakan kondisi lingkungan sehingga mereka dapat bergerak leluasa saat bangunan dalam keadaan kosong. Situasi ini menciptakan atmosfer ketakutan bagi warga yang hendak bepergian keluar rumah.
Meningkatnya frekuensi pencurian di Silaut membuat warga menuntut tindakan nyata dari aparat penegak hukum. Masyarakat mendesak pihak kepolisian agar segera turun ke lapangan guna mengidentifikasi pelaku dan meningkatkan intensitas patroli di titik-titik rawan. Warga berharap polisi mampu memberikan rasa aman kembali melalui langkah-langkah preventif dan penegakan hukum yang tegas terhadap para pelaku kriminal.
Hingga saat ini, pihak kepolisian memang belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai identitas pelaku maupun progres penanganan kasus ini. Ketidakpastian tersebut mendorong warga untuk lebih vokal dalam menyuarakan kekhawatiran mereka, mengingat jumlah korban terus bertambah dari hari ke hari.






