Bagindo Dahlan Abdullah: Putra Pariaman Pencetus Nama “Indonesia”

Bagindo Dahlan Abdullah: Putra Pariaman Pencetus Nama “Indonesia”
Bagindo Dahlan Abdullah – Dok. Foto : Wikipedia

Salingka Media – Nama Bagindo Dahlan Abdullah jarang disebut, padahal ia adalah salah satu tokoh awal yang memperkenalkan identitas politik “Indonesia” jauh sebelum kemerdekaan. Lahir di Pariaman pada 15 Juni 1895, Dahlan adalah pemikir, pejuang, dan diplomat yang jejaknya melintasi benua.

Pada 23 November 1917, dalam sebuah ceramah di Leiden, Belanda, Dahlan saat itu berusia 22 tahun mengucapkan kalimat bersejarah: “Wij Indonesier” (Kami Orang Indonesia). Di saat dunia masih mengenal wilayah ini sebagai Hindia Belanda, Dahlan dengan sadar menggunakan istilah Indonesia sebagai identitas bangsa dan sikap perlawanan terhadap kolonialisme. Ia tercatat sebagai orang pertama yang mempopulerkan kata “Indonesia” dalam makna politis dan kebangsaan.

Baca Juga :  Budi Suci, Silat Warisan Budaya Minangkabau

Dahlan menempuh pendidikan di Kweekschool Fort de Kock (Bukittinggi) dan pernah duduk sebangku dengan Tan Malaka, sesama tokoh besar pergerakan. Setelah Proklamasi 1945, ia menjabat Wakil Pemimpin Pemerintahan Kota Jakarta. Sikapnya yang tegas menolak bekerja sama dengan NICA membuatnya dipenjara Belanda pada 1946 dan keluarganya hidup dalam kesulitan harga mahal dari prinsip non-kooperatifnya.

Di bidang literasi, Dahlan adalah penerjemah pertama buku Kartini karya J.H. Abendanon. Dari tangannya lahir judul legendaris “Habis Gelap Terbitlah Terang” (1922), sebuah frasa yang kini melekat kuat dalam sejarah pemikiran Indonesia.

Pada 1950, Presiden Soekarno menunjuknya sebagai Duta Besar RIS untuk Irak, Suriah, dan Trans-Yordania. Namun baru dua bulan bertugas, Dahlan wafat di Baghdad pada 12 Mei 1950. Atas saran Haji Agus Salim, ia dimakamkan di Baghdad sebagai simbol persahabatan Indonesia-Irak.

Baca Juga :  Orang Minang Belum Tentu Orang Padang, Sebaliknya Orang Padang Belum Tentu Orang Minang

Warisan Dahlan juga hadir di bidang pendidikan dan kemanusiaan. Ia ikut mendirikan Sekolah Tinggi Islam, cikal bakal UII Yogyakarta, serta menginisiasi Badan Penolong Kecelakaan (BPK) pada 1943.

Bagindo Dahlan Abdullah membuktikan bahwa bangsa ini lahir dari keberanian berpikir dan berani menyebut nama dirinya sendiri Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *